Kasus perkosaan massal di Indonesia hanya isu??? Berikut saya copy paste, dokumentasi Harian Bernas. Masih banyak bukti lain yang membantah bahwa tragedi kebiadaban lelaki ini hanya isu belaka.
Kenapa saya mengangkat kembali kasus ini? Sekadar mengingatkan bahwa menjadi perempuan itu sangat riskan. Di Pakistan, Bosnia, Kroasia, Irak, India, dan manapun, bahkan juga di negeri kita sendiri, perempuan selalu jadi tumbal.
Wahai para lelaki, bayangkan saja kalau ibu atau anak atau kakak perempuan anda yang menjadi korban perkosaan dan penyiksaan massal seperti ini. Apakah kalian masih bisa tersenyum sambil berkomentar, "Ah, hanya isu."
Perkosaan Masih Terjadi
* Di Jakarta, Terakhir 20 Juni dan 2 Juli 1998
Bernas - Kamis, 09 Juli 1998
Yogya, Bernas Pemerkosaan terhadap perempuan keturunan Cina tidak hanya terjadi bersamaan dengan kerusuhan 13-14 Mei di Jakarta, melainkan terus berlanjut pada masa-masa berikutnya. Kasus terakhir dengan pola sama, tercatat terjadi pada 20 Juni dan 2 Juli 1998.
Selain itu, tampak pula upaya-upaya untuk membungkam, meneror, bahkan menghilangkan korban-korban perkosaan itu, agar tidak memberi kesaksian kepada publik. Salah satu korban, bahkan sempat dicatat identitasnya dan diintimidasi agar tidak buka mulut.
Fakta ini dikemukakan Koordinator Tim Relawan untuk Kemanusiaan, Romo Sandyawan Sumardi SJ, yang lebih dikenal dengan panggilan Romo Sandy, dalam perbincangan terbatas di Universitas Sanata Dharma, Rabu (8/7). Kepadanya pula, para korban meminta pendam pingan, untuk meringankan beban jiwanya atas musibah itu.
"Tanggal 2 Juli lalu sekitar pukul 13.00 siang, di Sunter Hijau, ada seorang gadis mahasiswa Untar, dari suku Tionghoa diperkosa di tempat kosnya oleh serombongan lelaki berbadan tegap. Waktu itu ia sedang istirahat siang sendirian. Tapi ia berusaha berontak, dan bisa melepaskan diri," kata Romo Sandy.
Karena melawan, kawanan lelaki itu menganiayanya. Ia jatuh dari ranjang, dan perutnya disodok dengan linggis. Akhirnya linggis disodokkan kembali, sehingga rahimnya cedera. "Kabar terakhir yang kami dapat, ia mengalami operasi kedua untuk mengangkat rahimnya," papar Romo Sandy.
"Kita tak tahu siapa dan bagaimana pelakunya, tetapi cara perkosaan itu dilakukan mirip sekali dengan kesaksian korban perkosaan tanggal 13-14 Mei di Jakarta. Begitu brutal," ujarnya.
"Yang saudara baca banyak yang keluar dari internet duluan. Sebab banyak korban yang sudah dievakuasi ke luar negeri. Ada di Hongkong, Singapura, Eropa, Australia, Amerika. Mereka tersebar di mana-mana," tambah Romo Sandy.
Selasa lalu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegas- kan, pihaknya yakin telah terjadi perkosaan secara masal, sistematis, biadab dan keji terhadap para wanita keturunan Cina di tengah kerusuhan 13-15 Mei di Jakarta. Karena itu Komnas HAM mendesak aparat keamanan mengusut tuntas dan menindak tegas para pelaku dan dalang peristiwa itu, (Bernas, 8/7).
Romo Sandy pun menyerukan, pemerintah dan pihak keamanan untuk tidak menganggap sepi kasus perkosaan masal, kebanyakan menimpa perempuan Cina itu.
Romo Sandy juga mengutarakan, pihaknya melihat ada upaya-upaya paksa dari pihak tertentu untuk menghentikan publikasi menyangkut persoalan ini. Ia mensinyalir upaya paksa dilakukan sebuah kelompok yang bekerja secara sistematis persis seperti yang terjadi dalam tragedi 13-14 Mei lalu.
"Selain ada usaha nyata untuk menghentikan munculnya berita-berita ini, ada juga usaha nyata untuk melanjutkan tindakan teror yang amat mengerikan dengan perkosaan ini. Maunya apa!" tegas Romo Sandy.
Maka, lanjut Romo Sandy, sangat bisa dipahami kalau para korban kerusuhan dan perkosaan itu membungkam mulut nya meski sudah banyak orang berseru, bahkan pemerintah pun secara resmi meminta agar pelaku kerusuhan itu diusut. Karena, seruan itu ternyata tak diikuti tindakan apa-apa.
"Tentu para korban ini belajar dari situ, untuk apa mereka bersaksi kalau tak ada tindakan apa pun. Bukan hanya malu secara publik, tapi mereka pun terancam," tutur Romo Sandyawan.
Bahkan, kata dia, tampak seperti ada usaha untuk menghilangkan secara paksa para korban itu. "Terbukti korban yang dilinggis (kasus Sunter Hijau) didatangi orang tertentu berkali-kali di rumah sakit," tandas Romo Sandyawan.
Ia juga menceritakan korban lain yang sempat didampinginya. Gadis keturunan Cina itu, kata Romo Sandy, digagahi tanggal 20 Juni lalu setelah 'diculik' dengan menggunakan taksi sebagai kendaraan.
Gadis yang baru lulus dari London Economic of School ini akan berangkat ke luar negeri untuk bekerja. Tiga hari sebelum pergi, ia sedang ada keperluan di Jalan Sudirman Jakarta. Sekitar pukul 16.00, ia naik taksi Royal City untuk pulang.
"Taksi itu seharusnya langsung masuk tol, tapi ternyata tidak. Ketika ia mencoba protes, mobil dihentikan, lalu dibuka paksa dua orang berbadan tegap yang kemudian turut masuk ke dalam taksi itu dan menyekap korban," ujar Romo Sandy menuturkan kembali kisah korban.
Masih mengutip penuturan korban, Romo Sandy menceritakan, ketiga lelaki -- termasuk sopir taksi -- itu saling bercerita mengenai pengalaman mereka di tengah kerusuhan 13-14 Mei dengan membakar dan memperkosa cewek- cewek amoy.
Malah, kata Romo Sandy mengutip pengakuan korban, satu di antara lelaki itu menceritakan pernah mengiris alat vital seorang korbannya.
"Ini adalah teror yang mendalam. Karena sesudah ia dalam taksi selama dua jam putar-putar, dan selama itu ia disuruh menunduk dengan kedua tangan di belakang. Kalau lelah dan mendongakkan kepala, ia dipukul, sampai sebelas kali pukulan," ujarnya mengutip pengakuan korban.
Wanita itu diturunkan di sebuah kawasan agak di luar pusat keramaian. Di atas rerumputan, ia digagahi secara bergiliran. "Pukul 02.00 dini hari, ia dinaikkan taksi lalu dibawa melaju, dan di suatu tempat diturunkan begitu saja," katanya.
Sebelumnya, kata Romo Sandy, ketika di bawah penguasaan para lelaki itu, seluruh dokumen korban sempat diminta dan dicatat. Bahkan ia diinterogasi dan diancam. "Kalau melapor, maka ia akan dibunuh dan keluarganya dibakar," tutur Sandyawan lagi.
"Menurut korban ini, masih ada dua temannya lagi yang kena musibah dengan modus yang sama, pakai taksi. Bahkan lebih parah, temannya ini mengalami perdarahan. Ketika ia pergi ke ginekolog, dokter itu juga sedang menangani pasien yang mengalami kasus sama," ujar Romo Sandy lagi.
Karena itu, kata Romo Sandy, kalau pemerintah tetap tak responsif atas penanganan persoalan ini, maka pihaknya akan membawanya ke tingkat internasional. Ia menilai kasus kekerasan ini sudah begitu serius, dan ini sangat menghancurkan kredibilitas bangsa Indonesia di mata internasional.
Dari Jakarta dilaporkan, pemerintah membentuk Tim Perlindungan Wanita Terhadap Kekerasan. Untuk saat ini tim tersebut memprioritaskan untuk menanggulangi wanita keturunan Cina yang mengalami kekerasan dan perkosaan pada 13 dan 14 Mei lalu. Tim ini diketuai Menteri Negara Peranan Wanita Tuty Alawiyah. (csm/ff)
Masih kurang? Silakan cari di Google Search. Apa itu hanya isu????
Monday, March 20, 2006
Friday, March 17, 2006
Satu Lagi, Bukti Kebiadaban Lelaki

Satu lagi bukti kebiadaban lelaki. Agaknya semua kaum perempuan memang harus mempersenjatai diri kemanapun mereka pergi. Ini saya dapat dari sebuah milis.
Beberapa hari lalu ketika sedang berbelanja di Tanah Abang saya didekati oleh seseorang yang berbisik-bisik menawarkan "barang istimewa." Ingin tahu, saya mengikutinya ke sebuah kios yang agak jauh dari keramaian.
Di situ ia mengaku mempunyai 3 macam VCD yang katanya laris manis, banyak dicari orang. Saya kemudian diperlihatkannya preview ketiga video itu, sangat singkat, mungkin total hanya sekitar 2-3 menit. Saya menyesal telah tergoda melihat preview itu.
Pada video pertama, terlihat seorang gadis WNI keturunan, berumur sekitar 20 tahun, sedang diperkosa bergantian oleh 5-6 orang pria yang semuanya mengenakan tutup kpala. Lokasi kejadian tampaknya di dalam sebuah gudang penyimpanan barang yang telah porak-poranda.
Ia ditelentangkan di atas meja, pakaiannya tercabik-cabik. Lokasi kedua adalah di ruang keluarga sebuah rumah yang agak mewah. Korbannya adalah seorang wanita berumur 30-an dan seorang gadis yang umurnya sekitar 17 tahun, keduanya keturunan
Cina. Mereka berdua dipegangi dan digagahi bergantian oleh 5-6 orang yang bertutup kepala. Bersandar di dinding, terikat dengan mulut tersumpal adalah seorang pria berumur 40-an dan seorang anak laki sekitar 11-12 tahun.
Rekaman terakhir adalah yang paling buas, mengambil tempat di halaman belakang sebuah rumah. Dua gadis kecil keturunan Cina, masing-masing berseragam SMP dan SD sedang dipermainkan oleh massa yang saya perkirakan berjumlah belasan orang. Gadis yang terkecil malah payudaranya belumtumbuh. Mereka dioper ke sana ke mari sambil disetubuhi bergantian oleh massa yang bersorak sorai dan tertawa riuh rendah. Para pemerkosa tidak mengenakan tutup kepala, hanya mukanya dicorat-coret dengan arang.
Dalam ketiga video, para pelaku dan korban terdengar berbahasa Indonesia. Cameraman juga terdengar memberi aba-aba dan instruksi dalam bahasa Indonesia. Selain memperkosa, para pelaku juga melakukan tindakan-tindakan biadab lain yang sangat merendahkan korban, yang rasanya tidak perlu saya paparkan di sini.
Setelah menyaksikan preview itu, saya menjadi takut dan buru-buru pergi tanpa menanyakan harga lagi. Saya memang bukan malaikat, saya punya beberapa VCD porno. Tapi yang biadab seperti ini, terus terang saya tidak tertarik. Lagipula aksi pemerkosaan massal di Jakarta melibatkan politik tingkat tinggi, saya tidak mau terseret-seret di dalamnya. Punya VCD rekamannya bisa-bisa kita dituduh sebagai salah satu pelaku pemerkosaan.
BE Carefull if u r a woman or a girl!!!
Tuesday, March 14, 2006
RUU APP + Kebiri = Yes!!!
Tetap, soal gonjang-ganjing RUU Pornoaksi & Pornografi (RUU APP). Beberapa teman protes, kenapa saya tergolong yang pro dengan RUU sialan itu. Awalnya saya memang kontra, tapi capek juga jadi kaum kontra revolusioner. Jadi saya berbalik arah, pro! eh, pro ini ada syaratnya juga lho.
Syarat itu adalah:
1. Bukan cewek aja yang dilarang aneh-aneh dalam RUU itu, namun juga cowok. Cowok dilarang bertindak asusila seperti yang selama ini mereka lakukan terhadap cewek. Dalam hal ini saya setuju banget kalau hukum Islam diberlakukan. Yang mencoleki cewek, jarinya dipotong. Yang ngintip cewek mandi atau berusaha menelaah detail body cewek, matanya dicolok pakai besi panas. Nah, kalau pemerkosa? Jelas kan apanya yang dipotong??? Pikir aja sendiri. Ya, jawabannya adalah penisnya. Kata lainnya adalah dikebiri.
Bicara soal kebiri, saya jadi ingat masalah utama penyebab kemiskinan bangsa ini: kelebihan penduduk. Nah, dengan kebiri maka angka populasi bisa ditekan serendahnya. Para pemerkosa akan jadi pejantan loyo yang difungsikan sebagai kuli saja. Great idea!
2. Orang di balik peneribitan media porno jelas adalah kaum LELAKI sialan. Mereka ini harus dijatuhi hukuman 100 kali lipat lebih berat ketimbang model pornonya. Kan mereka yang membayar, lho. Mustahil ada orang mau bugil tanpa dibayar kecuali orang gila. Hukuman apa ya yang pas buat para bos media porno ini? Kebiri pelan-pelan? Bagus juga kayaknya. Kebiri dengan perlahan, disilet-silet sama persis kayak aksi (kabarnya) Gerwani PKI dulu.
3. Definisi pornoaksi diperluas ke pelaku perzinahan yang berkedok kawin siri atau yang langsung ngaku kumpul kebo. Ini banyak dilakukan selebriti, pejabat, orang kaya, dan semua yang mampu menyogok aparat keamanan sehingga tidak digrebek. Pelaku pornoaksi ini wajib menyantuni fakir miskin seumur hidup dengan kalkulasi biaya yang transparan ke publik. Misalnya: penyanyi dangdut anu yang punya istri tidak syah telah dijatuhi hukuman pembiayaan fakir miskin Rp.20 juta per bulan bagi 20 keluarga di alamat anu anu, untuk kebutuhan anu-anu dan seterusnya. Jika mangkir dari kewajiban ini maka.....KEBIRI bagi lelakinya dan kerja tanpa digaji bagi perempuannya.
Nah, kayaknya itu aja dulu soal syarat pemberlakuan RUU.
Syarat itu adalah:
1. Bukan cewek aja yang dilarang aneh-aneh dalam RUU itu, namun juga cowok. Cowok dilarang bertindak asusila seperti yang selama ini mereka lakukan terhadap cewek. Dalam hal ini saya setuju banget kalau hukum Islam diberlakukan. Yang mencoleki cewek, jarinya dipotong. Yang ngintip cewek mandi atau berusaha menelaah detail body cewek, matanya dicolok pakai besi panas. Nah, kalau pemerkosa? Jelas kan apanya yang dipotong??? Pikir aja sendiri. Ya, jawabannya adalah penisnya. Kata lainnya adalah dikebiri.
Bicara soal kebiri, saya jadi ingat masalah utama penyebab kemiskinan bangsa ini: kelebihan penduduk. Nah, dengan kebiri maka angka populasi bisa ditekan serendahnya. Para pemerkosa akan jadi pejantan loyo yang difungsikan sebagai kuli saja. Great idea!
2. Orang di balik peneribitan media porno jelas adalah kaum LELAKI sialan. Mereka ini harus dijatuhi hukuman 100 kali lipat lebih berat ketimbang model pornonya. Kan mereka yang membayar, lho. Mustahil ada orang mau bugil tanpa dibayar kecuali orang gila. Hukuman apa ya yang pas buat para bos media porno ini? Kebiri pelan-pelan? Bagus juga kayaknya. Kebiri dengan perlahan, disilet-silet sama persis kayak aksi (kabarnya) Gerwani PKI dulu.
3. Definisi pornoaksi diperluas ke pelaku perzinahan yang berkedok kawin siri atau yang langsung ngaku kumpul kebo. Ini banyak dilakukan selebriti, pejabat, orang kaya, dan semua yang mampu menyogok aparat keamanan sehingga tidak digrebek. Pelaku pornoaksi ini wajib menyantuni fakir miskin seumur hidup dengan kalkulasi biaya yang transparan ke publik. Misalnya: penyanyi dangdut anu yang punya istri tidak syah telah dijatuhi hukuman pembiayaan fakir miskin Rp.20 juta per bulan bagi 20 keluarga di alamat anu anu, untuk kebutuhan anu-anu dan seterusnya. Jika mangkir dari kewajiban ini maka.....KEBIRI bagi lelakinya dan kerja tanpa digaji bagi perempuannya.
Nah, kayaknya itu aja dulu soal syarat pemberlakuan RUU.
Wednesday, March 08, 2006
Wawancara Imajiner dengan Presiden Repoblek Endonesah alias Saya Sendiri
Setelah melalui perjalanan panjang dan berliku lagi berbatu dan berlubang, akhirnya Merry Magdalena menjadi presiden Repoblek Endonesah. Berikut hasil wawancara Newswek-weks Magazine dengan presiden gila tersebut.
Anda sangat setuju Syariat Islam diterapkan di Repoblek Endonesah (RE), padahal anda bukan muslim. Aneh sekaleeeee geto lhoo. Apa penjelasannya?
Gimana ya, sebenarnya ini memancig pro dan kontra dalam kabinet saya.Tapi melihat kian banyak kasus perkosaan, pelacuran perempuan dan pergigoloan lelaki, pergermoan, perkawinsirian para artis dan pejabat di era lalu, maka sudah saatnya Syariat Islam ditegakkan. Saya mengganti namanya menjadi Syariat Nasional, sebab memang berlaku bagi semua umat beragama. Jadi landasannya bukan agama, melainkan nasionalis. Negara ini sudah terlalu hancur, jadi memerlukan tangan besi untuk memperbaikinya.
Ada satu lagi hukum model baru yang saya terapkan, yakni koruptor bersama dengan germo dan pemerkosa dikumpulkan di lapangan, dijermur selama mungkin sampai sekarat. Semua orang bebas menimpukinya dengan batu. Ini hukum rajam ya kalau di Islam? Setuju banget sama hukuman ini. Tapi ini tidak berlaku pada pelacur. No no no. Hanya pemakai jasa pelacur dan germonya saja lah yang harus dihukum.
Kok begitu?
Ya sebab pelacur itu tanpa dihukum sudah dapat hukuman sendiri, berupa aneka penyakit kelamin dan disisihkan oleh keluarga dan masyarakat. Mereka harus direhabilitasi, bukan dihukum. Justru pemakai jasa pelacur lah yang harus dihukum berat.
Berkaitan dengan UU Pornoasi dan Pornografi, apa anda tidak takut dituding melanggar HAM karena melarang kebebasan berpakaian induvidu? Bagaimana dengan penerapan jam malam?
Lho, saya tidak melarang kebebasan berpakaian. Mau bugil, silakan saja asal jangan di tempat umum. Ada kamar, toilet dan ruang tertutup lain dimana setiap orang bebas telanjang, pakai bikini atau sarungan saja.Kalau penerapan jam malam kan hanya perpanjangan dari Perda Pelacuran yang diciptakan lebih dulu, dimana tidak boleh keluyuran malam-malam nanti disangka pelacur.
Untuk adilnya ya sekalian saja saya buat aturan baik lelaki maupun perempuan ngga boleh kelayapan di atas jam 12 malam. Bukan cuma pelacuran dan perzinahan yang bisa dicegah, tapi juga perampokan, permalingan, perkosaan, pencurian dan banyak lagi. Efektif kan?
Bedanya, sekarang ada patroli polisi yang keliling kota. Kalau ketahuan ada yang kelayapan malam-malam akan diinterogasi dan jika terbukti bukan maling atau germo atau gigolo atau pelacur, akan diantar pulang ke rumah. Asik kan?
Oks deh kaka. Lalu apa jurus jitu anda untuk memerangi kemiskinan rakyat negeri ini?
Yang paling penting adalah penekanan populasi penduduk. Rakyat miskin kan diakibatkan jumlah makanan yang tersedia tidak imbang dengan jumlah mulut yang diberi makan. Jadi kita usahakan agar jumlah mulut itu berkurang.
Caranya? Ya dengan meminimalis kelahiran. Saya punya program KB massal, yaitu memaksa setiap orang untuk ber-KB. Semua air minum di RE akan diberi zat penghancur sperma. Lelaki yang meminumnya akan menjadi mandul. Ini akan dilakukan dalam periode tertentu. Ada badan pemantaunya. Kalau jumlah penduduk sudah imbang dengan lapangan kerja dan suplai makanan, baru KB Massal ini dihentikan.
Seorang staf ahli saya mengusulkan agar hanya sperma berkualitas saja yang boleh membuahi ovum. Tujuannya agar kelak kita melahirkan generasi bermutu, yang cerdas, jujur, bermoral dan kalau bisa ganteng dan cantik lah.
Bagaimana dengan gelandangan, rakyat miskin yang sudah berceceran dimana-mana? Mau diapakan mereka?
Ditangkap, ditampung di sebuah pulau untuk digembleng menjadi manusia berpendidikan. Kalau perlu dicuciotak, ditanamkan keyakinan bahwa miskin itu memalukan, ngemis itu menjijikan. Mereka harus jadi manusia mandiri. Maka kita beri skill yang kelak dapat dipakai untuk modal hidup. Ini juga berlaku pada para pelacur dan gigolo yang sudah terlanjur ada.
Anda sangat setuju Syariat Islam diterapkan di Repoblek Endonesah (RE), padahal anda bukan muslim. Aneh sekaleeeee geto lhoo. Apa penjelasannya?
Gimana ya, sebenarnya ini memancig pro dan kontra dalam kabinet saya.Tapi melihat kian banyak kasus perkosaan, pelacuran perempuan dan pergigoloan lelaki, pergermoan, perkawinsirian para artis dan pejabat di era lalu, maka sudah saatnya Syariat Islam ditegakkan. Saya mengganti namanya menjadi Syariat Nasional, sebab memang berlaku bagi semua umat beragama. Jadi landasannya bukan agama, melainkan nasionalis. Negara ini sudah terlalu hancur, jadi memerlukan tangan besi untuk memperbaikinya.
Ada satu lagi hukum model baru yang saya terapkan, yakni koruptor bersama dengan germo dan pemerkosa dikumpulkan di lapangan, dijermur selama mungkin sampai sekarat. Semua orang bebas menimpukinya dengan batu. Ini hukum rajam ya kalau di Islam? Setuju banget sama hukuman ini. Tapi ini tidak berlaku pada pelacur. No no no. Hanya pemakai jasa pelacur dan germonya saja lah yang harus dihukum.
Kok begitu?
Ya sebab pelacur itu tanpa dihukum sudah dapat hukuman sendiri, berupa aneka penyakit kelamin dan disisihkan oleh keluarga dan masyarakat. Mereka harus direhabilitasi, bukan dihukum. Justru pemakai jasa pelacur lah yang harus dihukum berat.
Berkaitan dengan UU Pornoasi dan Pornografi, apa anda tidak takut dituding melanggar HAM karena melarang kebebasan berpakaian induvidu? Bagaimana dengan penerapan jam malam?
Lho, saya tidak melarang kebebasan berpakaian. Mau bugil, silakan saja asal jangan di tempat umum. Ada kamar, toilet dan ruang tertutup lain dimana setiap orang bebas telanjang, pakai bikini atau sarungan saja.Kalau penerapan jam malam kan hanya perpanjangan dari Perda Pelacuran yang diciptakan lebih dulu, dimana tidak boleh keluyuran malam-malam nanti disangka pelacur.
Untuk adilnya ya sekalian saja saya buat aturan baik lelaki maupun perempuan ngga boleh kelayapan di atas jam 12 malam. Bukan cuma pelacuran dan perzinahan yang bisa dicegah, tapi juga perampokan, permalingan, perkosaan, pencurian dan banyak lagi. Efektif kan?
Bedanya, sekarang ada patroli polisi yang keliling kota. Kalau ketahuan ada yang kelayapan malam-malam akan diinterogasi dan jika terbukti bukan maling atau germo atau gigolo atau pelacur, akan diantar pulang ke rumah. Asik kan?
Oks deh kaka. Lalu apa jurus jitu anda untuk memerangi kemiskinan rakyat negeri ini?
Yang paling penting adalah penekanan populasi penduduk. Rakyat miskin kan diakibatkan jumlah makanan yang tersedia tidak imbang dengan jumlah mulut yang diberi makan. Jadi kita usahakan agar jumlah mulut itu berkurang.
Caranya? Ya dengan meminimalis kelahiran. Saya punya program KB massal, yaitu memaksa setiap orang untuk ber-KB. Semua air minum di RE akan diberi zat penghancur sperma. Lelaki yang meminumnya akan menjadi mandul. Ini akan dilakukan dalam periode tertentu. Ada badan pemantaunya. Kalau jumlah penduduk sudah imbang dengan lapangan kerja dan suplai makanan, baru KB Massal ini dihentikan.
Seorang staf ahli saya mengusulkan agar hanya sperma berkualitas saja yang boleh membuahi ovum. Tujuannya agar kelak kita melahirkan generasi bermutu, yang cerdas, jujur, bermoral dan kalau bisa ganteng dan cantik lah.
Bagaimana dengan gelandangan, rakyat miskin yang sudah berceceran dimana-mana? Mau diapakan mereka?
Ditangkap, ditampung di sebuah pulau untuk digembleng menjadi manusia berpendidikan. Kalau perlu dicuciotak, ditanamkan keyakinan bahwa miskin itu memalukan, ngemis itu menjijikan. Mereka harus jadi manusia mandiri. Maka kita beri skill yang kelak dapat dipakai untuk modal hidup. Ini juga berlaku pada para pelacur dan gigolo yang sudah terlanjur ada.
Friday, March 03, 2006
Mitos Soulmate: Buang ke Tempat Sampah!
Seorang teman perempuan, usianya sudah kepala 3. Jodoh tak kunjung datang. Sedikit frustasi, ia mencoba ajang chat di Yahoo Messenger agar dapat jodoh. Dua tahun lalu akhirnya dia berkenalan dengan lelaki India. Lebih muda usianya. Sejak itu mereka rajin online untuk bersua via webcam. Jalinan asmara dunia maya pun berlanjut ke arah serius.
"Dia janji mau ke Jakarta bawa ibunya, ngelamar gue." Si teman berkisah ceria. Saat itu sekitar November tahun lalu. Menjelang lebaran. Tapi yang ditunggu tak kunjung datang. Beragam alasan dipaparkan. Susah visa, susah cari kerja dan sebagainya.
Belakangan, si India kian jarang online. Alasannya uangnya habis buat naik haji bersama ibunya. Janji melamar pun kian tersamar. Jadi ingat lagu cengeng zaman doeloe.."janji-janji bulan madu tinggal cerita..." Hahaha!
Sang teman sangat kecewa. Kuhibur dia dengan kalimat panjang menyesakkan ini.
"Pikir dong, buat apa cowok India susah-susah cari jodoh cewek Indonesia? Bisa jadi di negaranya dia nggak laku. Apa dia pikir cewek Indonesia lebih enak dijadiin istri karena dari negara miskin? Lagian lu juga blom pernah ketemua dia. Di chat sih OK, kalo ketemu blom tentu asik. Siapa tau dia psikopat?"
Sang teman pun tersadar.
Temanku itu hanya satu dari ribuan bahkan lebih perempuan Indonesia yang berupaya mendapat pasangan melalui Internet. Ada yang bernasib baik, ada yang mengenaskan. Teman lain justru berkisah tentang kawannya (duh ribetnya istilah temannya kawan, kawannya teman ini, kayak lagu Iwan Fals) yang berkirim email menyedihkan dari Amerika. Sang kawan ini curhat soal betapa perihnya hidup sendiri di AS, dan nyaris mau bunuh diri. Awalnya ia tergoda mencari jodoh cowok bule dengan harapan bisa memperbaiki nasib. Hasilnya??? Mengecewakan!
Saya tidak habis pikir. Apa yang dicari para perempuan ini. Tidak salah mencari pasangan hidup. Itu hak setiap orang. Namun berkorban sedemikian rupa sampai mempertaruhkan nasib? Wah, thanks berat deh kalau saya harus begitu.
Satu hal yang harus dicamkan baik-baik bagi para kaumku tercinta: hidup sudah sangat indah dengan atau tanpa pasangan (baca: lelaki). Untuk apa merusak keindahan itu dengan menyiksa diri. Ingat, mitos tentang soulmate atau belahan jiwa hanya diciptakan para mak comblang dan biro jodoh agar mereka terus mendapat keuntungan dari usaha para jombloer untuk mendapat pasangan.
Jadi, buang saja mitos soal soulmate itu ke tempat sampah terdekat!
Nikmati hidupmu selagi bisa tanpa peduli apakah kau sudah punya soulmate atau belum.
"Dia janji mau ke Jakarta bawa ibunya, ngelamar gue." Si teman berkisah ceria. Saat itu sekitar November tahun lalu. Menjelang lebaran. Tapi yang ditunggu tak kunjung datang. Beragam alasan dipaparkan. Susah visa, susah cari kerja dan sebagainya.
Belakangan, si India kian jarang online. Alasannya uangnya habis buat naik haji bersama ibunya. Janji melamar pun kian tersamar. Jadi ingat lagu cengeng zaman doeloe.."janji-janji bulan madu tinggal cerita..." Hahaha!
Sang teman sangat kecewa. Kuhibur dia dengan kalimat panjang menyesakkan ini.
"Pikir dong, buat apa cowok India susah-susah cari jodoh cewek Indonesia? Bisa jadi di negaranya dia nggak laku. Apa dia pikir cewek Indonesia lebih enak dijadiin istri karena dari negara miskin? Lagian lu juga blom pernah ketemua dia. Di chat sih OK, kalo ketemu blom tentu asik. Siapa tau dia psikopat?"
Sang teman pun tersadar.
Temanku itu hanya satu dari ribuan bahkan lebih perempuan Indonesia yang berupaya mendapat pasangan melalui Internet. Ada yang bernasib baik, ada yang mengenaskan. Teman lain justru berkisah tentang kawannya (duh ribetnya istilah temannya kawan, kawannya teman ini, kayak lagu Iwan Fals) yang berkirim email menyedihkan dari Amerika. Sang kawan ini curhat soal betapa perihnya hidup sendiri di AS, dan nyaris mau bunuh diri. Awalnya ia tergoda mencari jodoh cowok bule dengan harapan bisa memperbaiki nasib. Hasilnya??? Mengecewakan!
Saya tidak habis pikir. Apa yang dicari para perempuan ini. Tidak salah mencari pasangan hidup. Itu hak setiap orang. Namun berkorban sedemikian rupa sampai mempertaruhkan nasib? Wah, thanks berat deh kalau saya harus begitu.
Satu hal yang harus dicamkan baik-baik bagi para kaumku tercinta: hidup sudah sangat indah dengan atau tanpa pasangan (baca: lelaki). Untuk apa merusak keindahan itu dengan menyiksa diri. Ingat, mitos tentang soulmate atau belahan jiwa hanya diciptakan para mak comblang dan biro jodoh agar mereka terus mendapat keuntungan dari usaha para jombloer untuk mendapat pasangan.
Jadi, buang saja mitos soal soulmate itu ke tempat sampah terdekat!
Nikmati hidupmu selagi bisa tanpa peduli apakah kau sudah punya soulmate atau belum.
Wednesday, March 01, 2006
In Memoriam....

Saying I love you
Is not the words I want to hear from you
It's not that I want you
Not to say, but if you only knew….
Kalau mendengar lagu More Than Words-nya Extreme itu, bukan cinta yang kupikirkan. Tapi seorang sahabat, tepatnya seorang almarhum sahabat. Entah kenapa, semalam aku bermimpi teman lama yang sudah meninggal lama sekali. Apa hubungannya dengan lirik lagu itu? Oh, almarhum ini mirip sekali dengan Nuno Bettencourt, gitaris Extreme yang duper duper ganteng dan gondrong itu.
Si gondrong nan ganteng ini menyeruak begitu saja dalam mimpi anehku semalam. Dalam mimpi itu rambutnya tidak gondrong lagi, tapi agak botak. Mungkin karena penyakitnya. Sahabat ini memang meninggal karena sakit paru-paru zaman kami masih duduk di bangku kuliah dulu.
Tahu Joey-nya serial komedi Friends di TV? Nah, seperti itulah kira-kira kelakuan almarhum sahabatku ini. Ganteng, lucu , rada-rada bloon. Dia sadar banget kalau dia ganteng dan digilai banyak cewek. Tapi dia kurang PD dengan kegantengannya itu. Malah rambutnya yang panjang sengaja digerai menutupi wajah kalau berpapasan dengan rombongan cewek. Cita-citanya hanya satu, jadi gitaris top kayak Nuno. Dan dia memang pandai memainkan cord-cord lagu metal. Termasuk More Than Words yang romantis itu.
Ada satu hal yang membuatnya tidak PD sama cewek. Hanya aku dan beberapa sahabat dekat saja yang tahu pasti alasannya. Tidak perlu kubeberkan di sini. Yang jelas aku sempat memaksanya ikut lomba Cover Boy di sebuah majalah remaja saat itu. Formulir sudah diisi. Tinggal difoto saja. “Ntar kalo lu menang, hadiahnya separo buat gue ya!” Begitu ancamku belum apa-apa. Sayang, sahabatku ini tak pernah mau difoto.
Bahkan sampai sekarang aku tidak punya fotonya!
Marcel, apa maksudnya kamu datang di mimpiku semalam dengan penampilan aneh begitu? Ingin aku menyambangi makammu? Dan meletakkan seikat bunga di atasnya?
Ya, Marcel adalah salah satu cowok ganteng dan baik hati yang pernah kukenal. Untung juga kami tidak pernah berpacaran. Jadi aku tak perlu patah hati saat ia berpulang…
Tuesday, February 28, 2006
Meneladani Mukhtar Mai

Siapa Mukhtar Mai? Tidak banyak yang tahu memang. Namun kalau mengetahui kisah hidupnya, siapapun pasti akan mengacungkan dua jempol buat perempuan Pakistan ini.
Mukhtar kelahiran 1972 adalah contoh perempuan luar biasa yang harus menjadi teladan sesama kaumnya.
Bayangkan kalau anda menjadi seorang Mukhtar. Didakwa harus menjalani hukuman atas kesalahan yang dilakukan adiknya. Tidak tanggung-tanggung, hukuman biadab itu berupa perkosaan yang dilakukan empat orang lelaki sekaligus sambil ditontoni lelaki lainnya.
Di desa Meerlawa daerah Punjab, Pakistan, satu-satunya solusi bagi perempuan korban perkosaan adalah bunuh diri. Jalan ini dianggap dapat menghapus malu diri sendiri dan aib keluarga. Maka tak banyak korban perkosaan yang berani melapor ke polisi. Selain akan mendapat malu, korban juga tidak mendapat dukungan apapun dari keluarga atau warga desa.
Tapi itu tak berlaku bagi Mukhtar Mai. Perkosaan yang terjadi pada tahun 2002 itu dilaporkan ke pihak berwajib. Sempat mendapat kecaman dari warga desa, namun ia tak gentar. Karena tak mendapat kepastian hukum, Mukhtar mengungkap kasusnya ke sejumlah aktivis perempuan sampai tingkat global. Mukhtar dimaki sebagai perempuan pembawa cemar nama bangsa.
Perjuangannya tak berhenti sampai di situ. Mukhtar terus maju sampai ke taraf internasional. Ia bersaksi semua pengalaman pahit yang dialaminya. Bukan dia seorang. Komisi Hak Azazi Manusia Pakistan mencatat setidaknya ada 151 perempuan Pakistan yang diperkosa beramai-ramai pada tahun 2004 saja. Sebanyak 176 orang bunuh diri karena menanggung malu. Tak satupun pelakuknya diadili. Terbayang betapa beraninya seorang Mukhtar Mai membeberkan semua perilaku biadab kaum lelaki di desanya.
Perjuangan Mukhtar tidak sia-sia. Para pemerkosanya dihukum penjara. Mukhtar sendiri terkenal sebagai pahlawan kaum perempuan Pakistan. Ia mendirikan sekolah khusus perempuan yang tak pernah ada di desanya.
Andai saja perempuan Indonesia seberani Muhktar Mai...
Saturday, February 25, 2006
Apa yang Dicari Perempuan dari Seorang Lelaki?

Suatu pagi di Bandung. Sarapan di sebuah hotel resort daerah Ciembeleuiut (semoga ngga salah nulisnya). Ada yang melontarkan pertanyaan. "Apa yang dicari perempuan dari seorang lelaki?"
Pertanyaan sambil lalu yang tak ditanggapi serius. Lalu saya iseng nyeletuk ke seorang karib. "Apa ya? Ganteng dan hartanya aja? Kayaknya iya deh. Ngga ada hal lain yang gue cari dari seorang lelaki kecuali dua hal itu."
Padahal faktanya jauh-jauh hari sebelum ini, dua hal itu (kegantengan dan kekayaan) tak pernah saya perhatikan. Entah dikutuk oleh setan apa, sejak SMP saya selalu jatuh cinta sama lelaki yang tidak ganteng dan tidak kaya. Suatu kebodohan tiada tara yang disumpahserapahi almarhum ibu saya tercinta. Dan sekarang saya baru sadar bahwa almarhum ibu saya itu betul 100% dan saya salah 100%.
Dulu, saat dunia masih begitu indah di mata saya, saat idealisme masih melekat kuat bagai tai sapi di atas aspal, saya pikir kegantengan dan kekayaan bukan hal penting. Banyak cowok ganteng lagi kaya berseliweran di hidup saya dan tak pernah sekalipun saya pedulikan. Saya justru terpaku pada cowok-cowok "jelek" dan miskin. Saya pikir, cinta sejati tidak memandang materi. Hasilnya, saya berkali-kali mencintai cowok jelek dan miskin. Ternyata itu kesalahan besar dalam hidup.
Kini, saya meratapi kebodohan di masa lalu. Cowok jelek dan miskin memang tidak layak dicintai. "You deserve to making the selection, Mer! You are cute and sweet, smart enought and have a brilliant life and cool perfomance. You deserve to have many handsome, rich and smart guys around you!" Itu kata beberapa karib tentang aku dan selera burukku soal cowok.
So, what we're looking from a man? Kegantengan, kekayaan dan kepintaran? Wah, rasanya saya tidak mencari apapun dari lawan jenis. Saya tidak butuh mereka lagi. Saya hanya butuh ketenangan, kenyamanan, keindahan, kehangatan. Dan itu semua sudah saya dapatkan tanpa kehadiran lawan jenis.
Maybe someday. When?? Nobody know. And I don't wanna know...
Friday, February 17, 2006
Layakkah Lelaki Disebut Manusia?
Peristiwa ini terjadi sudah lama sekali. Sebuah pengalaman yang menambah kuat memori di otak saya bahwa memang setiap lelaki harus diwaspadai.
Masih ingat betul, pagi itu saya naik mikrolet menuju sekolah. Saya masih kelas 2 SMP. Sekitar pukul 6.30, mikrolet dan jalanan lumayan sepi. Dalam mikrolet hanya ada saya, kondektur (zaman itu mikrolet masih pakai kondektur lho), dan seorang anak perempuan SD. Di sebelahnya seorang bapak yang mulai tua. Gemuk, jelek, ubanan.
Saya tidak memperhatiakan kedua penumpang tadi. Sampai akhirnya saya lihat si bapak tua jelek itu menempelkan tubuhnya ke anak perempuan SD yang saya duga masih usia 10 tahun. Tubuh mereka makin menempel. Si bapak tua teesenyum senang. Si anak SD wajahnya panik, merasa tak nyaman.
Awalnya saya kira mereka itu ayah dan anak atau kakek dan cucu. Tapi ketika si bapak tua jelek sialan itu turun, si anak tidak ikut turun. Dia menangis. Saya jadi bingung. Apa dia dicopet?
"Bapak tadi mencet-mencet anu saya mbak...huhuhuhuhuhuuuuuu..." Anak berwajah manis nan innocent itu mengangkat tas ransel yang menutupi pahanya. Ternyata waktu bapak bangsat tadi menempelkan tubuhnya ke anak manis ini, tangannya menyelinap ke balik tas si anak yang dipangku. Dan tangan itu mempermainkan kemaluan si anak!!!
Waktu itu saya masih SMP. Masih naif, bodoh dan polos. Saya hanya bingung saja. sang kondektur yang tahu kejadian itu hanya tertawa. Kondektur itu laki-laki.
Sekian tahun berlalu, saya akhirnya sadar. Alangkah biadabnya bapak tua sialan itu. Anak SD tadi bisa jadi bukan korban pertamanya. Si kondektur juga tidak punya otak. Sudah tahu ada anak kecil ketimpa musibah malah diketawai.
Wahai laki-laki, apakah kalian layak disebut manusia?
Masih ingat betul, pagi itu saya naik mikrolet menuju sekolah. Saya masih kelas 2 SMP. Sekitar pukul 6.30, mikrolet dan jalanan lumayan sepi. Dalam mikrolet hanya ada saya, kondektur (zaman itu mikrolet masih pakai kondektur lho), dan seorang anak perempuan SD. Di sebelahnya seorang bapak yang mulai tua. Gemuk, jelek, ubanan.
Saya tidak memperhatiakan kedua penumpang tadi. Sampai akhirnya saya lihat si bapak tua jelek itu menempelkan tubuhnya ke anak perempuan SD yang saya duga masih usia 10 tahun. Tubuh mereka makin menempel. Si bapak tua teesenyum senang. Si anak SD wajahnya panik, merasa tak nyaman.
Awalnya saya kira mereka itu ayah dan anak atau kakek dan cucu. Tapi ketika si bapak tua jelek sialan itu turun, si anak tidak ikut turun. Dia menangis. Saya jadi bingung. Apa dia dicopet?
"Bapak tadi mencet-mencet anu saya mbak...huhuhuhuhuhuuuuuu..." Anak berwajah manis nan innocent itu mengangkat tas ransel yang menutupi pahanya. Ternyata waktu bapak bangsat tadi menempelkan tubuhnya ke anak manis ini, tangannya menyelinap ke balik tas si anak yang dipangku. Dan tangan itu mempermainkan kemaluan si anak!!!
Waktu itu saya masih SMP. Masih naif, bodoh dan polos. Saya hanya bingung saja. sang kondektur yang tahu kejadian itu hanya tertawa. Kondektur itu laki-laki.
Sekian tahun berlalu, saya akhirnya sadar. Alangkah biadabnya bapak tua sialan itu. Anak SD tadi bisa jadi bukan korban pertamanya. Si kondektur juga tidak punya otak. Sudah tahu ada anak kecil ketimpa musibah malah diketawai.
Wahai laki-laki, apakah kalian layak disebut manusia?
Tuesday, February 14, 2006
The Other Side of Me

Hai para komentator semua...Thanks berat sudah mau capek-capek membaca dan mengomentari blog saya ini.
Sekedar mau membagi informasi bahwa saya juga punya blog yang memperlihatkan The Other Side of Me, yakni http://mermagdal-feature.blogspot.com ,sebuah kumpulan tulisan saya yang pernah dipublikasikan di media. Di link bisa diklik pada panel MyFeatures. Ini juga bekum semuanya. Hanya artikel yang saya suka saja yang saya koleksi di sini.
Dengan mebacanya maka kalian akan paham bahwa kesibukan saya bukan hanya mengumpati kelakuan menjijikan para lelaki tak tahu diri. Kesibukan saya sangat padat. Mulai dari serentetan acara jumpa pers, rapat redaksi, mengantar anak ke sekolah, membantu bikin PR, membaca, menulis, belanja ke pasar, memasak, juga merampungkan proyek lainnya. Ditambah saat ini saya punya kerja sampingan yang harus saya selesaikan di rumah.
Beruntung saya terlahir sebagai perempuan, kaum yang memiliki kemampuan multitasking, menjalankan berbagai aktivitas dalam satu waktu. Lelaki tidak punya kemampuan ini. Kalaupun ada sangat lemah. Kasihan!
Sekadar membuka mata kalian yang berpandangan picik bahwa saya "sakit jiwa" dan sejenisnya. Blog Revolusi Seksual ini hanya sedikiiiiiiiit sekali dari sisi hidup saya yang sangat berwarna. Kalau isinya penuh caci maki kepada lelaki, yah memang inilah fasilitas untuk itu. Sebab di dunia nyata saya tak bisa melakukannya. Bukankah dunia maya memang sebuah komunitas dimana kita dapat bebas berekspresi?
Saya tidak pernah menyesali hidup seperti yang dibilang seorang komentator bernama Surya. Masa lalu saya memang tak terlalu baik. Tapi saya sangat mensyukuri semua yang saya dapat saat ini. Kalau dulu tidak berpisah dengan lelaki bodoh yang sempat menjadi suami saya, mungkin saya hanya akan menjadi "babu kaum lelaki" yang notabene istri yang harus tunduk pada suami (huek).
Ada obsesi kecil di sudut benak saya, yakni saya ingin semua perempuan di muka bumi ini menjadi seperti saya. Mampu mandiri, independen di atas kaki sendiri, secara jasmani dan rohani. Tidak perlu menggantungkan hidup pada lelaki. Tidak cengeng. sebab saya kerap enemui banyak cewek yang langsung lemah tak berdaya begitu ditinggal pasangannya.
Solusi dari begitu banyaknya problem yang saya kemukakan di sini? Tidak ada. Solusinya terletak pada si asal muasal pembuat masalah itu, LELAKI. Ini sama rumitnya dengan mencari solusi bagaimana menangkal maling. Kalau malingnya sendiri tidak jera-jera dan tak pernah merasa bersalah, akan sulit dicari solusinya. Jadi ya sebaiknya kita paparkan saja terus semua keburukan tingkah polah kaum lelaki. Agar mereka sadar. Kalau ngga sadar-sadar ya ke laut aja.
Hahaha!
Keep on read, guys!
Like Mother Like Daughter

“Anakmu bukanlah anakmu. Mereka adalah puetra-puteri alam. Mereka seperti anak panah yang kaulepaskan dari busurnya.” –Kahlil Gibran--
Buku harian pertama saya ditulis pada saya duduk di kelas 5 SD, usia 11 tahun. Puteri manisku Libby, sudah punya diary sejak usia 8 tahun. Dalam tempo satu tahun, bukunya sudah berserakan tak keruan, penuh dengan tulisan tangan warna-warni curahan hati. Buku gambarnya nyaris 3 lusin, berisikan komik dan gambar yang berkisah tentang dirinya. Komputer kami di rumah sebagian besar justru didominasi oleh folder Libby. Semuanya adalah cerita karangannya sendiri. Juga opini mengenai acara televisi yang dia suka. Saya sudah harus punya komputer pribadi sendiri agaknya.
Tulisan pertama saya dipublikasikan di majalah Hai, waktu saya kelas 3 SMP, usia 15 tahun. Sebuah cerita bersambung. Libby, pada usianya yang ke-9 mau 10, sudah berkeras ingin mengirim tulisan ke Bobo. “Harus belajar menulis yang bagus dulu, sesuai aturan guru bahasa. Lalu bikin cerita yang menarik,” tegas saya kepada Libby setiap kali ia merengek minta karyanya dikirim ke Bobo.
Buku bacaan pertama saya waktu SD adalah Lima Sekawan-nya Enid Blyton. Libby kini sudah tergila-gila pada karya Morris Gleitzman, yang bahkan saya pun belum sempat tahu. Ia juga melahap majalah Rolling Stones, chiklit koleksi saya, menonton semua kartun Nickoledeon, hapal lagu Peter Pan, suka semua acara MTV kecuali MTV Dangdut. Libby tahu bahwa Green Day lagunya bagus dan berisi protes. Mengidolakan Black Eye Peas. Menurutnya mamanya secantik Madonna (ehem!). Ia sangat ingin seperti Alicia Keys yang cantik dan pandai main piano serta menulis lagu.
Di akhir pekan, tidak ada hiburan yang paling mengasyikan kecuali ke toko buku, cari makanan enak, sesekali nonton film bagus. Kalau sedang bokek kami cukup puas terpaku di depan TV untuk meraup semua video klip MTV atau O Channel. Bosan dengan itu semua, kami akan bergantian memakai komputer untuk mengetik. Tak tik tak tik. Mengetikkan apa saja yang ada di kepala kami. Saya melanjutkan proyek buku, Libby sendiri dengan obsesinya sendiri. Entah apa.
Saya tidak pernah mengajarkan Libby untuk menulis atau menggambar atau mendengar musik. Saya tak pernah mendiktenya bahwa membaca itu bagus, menonton film itu mengasyikan. Tidak pernah. Si Kecil Manisku itu mengalir begitu saja. Mungkin ia melihat selama ini mamanya sangat bahagia berkutat dengan komputer, buku, musik dan film. Maka jadilah ia ikut menekuni bidang-bidang itu.
“Libby mau jadi pelukis yang jago main basket dan nulis buku,” itu selalu jawabnya tiap kali kutanya apa cita-citanya. Sungguh jawaban berbeda dari kebanyakan anak-anak lain yang akan menjawab ingin jadi dokter, insinyur, guru, pengusaha atau presiden. Libby kecilku tidak ingin jadi presiden, dokter, insnyur dan semua jabatan mentereng itu. Cukup jadi pelukis yang hobi basket dan bisa menulis buku. Sebuah cita-cita mulia yang sulit, nak. Tapi mama yakin kau bisa mendapatkannya. Sama seperti mamamu dulu yang memang bercita-cita ingin jadi jurnalis. Sebuah cita-cita yang dilecehkan orangtua dan saudara-saudaraku.
Kini, jurnalis yang dilecehkan keluarganya itu, masih bangga dengan profesinya. Dan ia tidak akan pernah melecehkan apapun cita-cita puterinya.
Monday, February 13, 2006
Lelaki Sumber Penderitaan Bangsa...Tanya Kenapa!
Belasan anak balita di Tangerang, Jawa Barat menderita kurang gizi. Sebagian ada yang busung lapar. Satu balita berasal dari sebuah keluarga beranak empat yang ayahnya pengangguran.
Warga di sejumlah daerah mulai makan nasi aking (nasi bekas) karena tak mampu beli beras murah. Salah satunya adalah keluarga dengan seorang janda dengan enam orang anak.
Seorang perempuan terpaksa menarik becak demi menghidupi enam anak dan satu suaminya yang sakit tak berdaya.
Seorang bapak mengaku pernah menikah 13 kali. Anaknya ada sekitar 20-an, dia tidak ingat betul. Bahkan kalau bertemu anaknya di jalan, dia mengaku tidak mengenalnya.
Semua kisah tadi hanya sebagian kecil fakta yang membuktikan bahwa asal muasal penderitaan negeri ini adalah kaum lelaki. Tanya kenapa.
1. Sudah tahu pengangguran, ekonomi pas-pasan, eh si lelaki yang notabene kepala keluarga kok masih rajin mencetak anak. Semestinya sebagai kepala keluarga, lelaki punya otak logis untuk mempertimbangkan urusan selangkangan. Bagaimana caranya supaya anak tidak terus berlahiran dan hidup susah, akibatnya malah kurang gizi.
2. Ibu yang harus memberi makan anak-anaknya nasi aking adalah korban kebodohan lelaki. Kalau memang dari ekonomi pas-pasan sebaiknya berpikir untuk tidak terus bikin anak sampai enam orang. Giliran si suami mampus, si istri yang jadi korban harus kerja keras menghidupi anak-anaknya.
3. Kisah ibu penarik becak juga sama saja. Korban ketololan lelaki yang hanya memikirkan nafsu syahwat saja. Kalau tidak, kok anaknya bisa enam???
4. Kasus bapak ber-anak 20-an, sudah membuktikan bahwa lelaki memang hanya pandai mencetak anak tapi tak becus mengurus dan membiayai.
Jangan salahkan saya kalau mengatakan bahwa semua penderitaan bangsa kita berasal mula dari para kepala keluarga yang tak becus memanajemen keluarganya. Memang sudah saatnya lelaki menjadi penjaga dapur saja, melayani istri dan anak. Biarlah perempuan yang mencari nafkah, memanajemen keluarga.
Tanya kenapa.
Sebab perempuan tidak akan membiarkan anak-anaknya menderita hanya demi kepuasan syahwat. Ia akan membatasi jumlah anak, sebab tahu pasti sangat sulit mengurus apalagi membiayai anak.
Dengan jumlah anak lebih dari tiga, ekonomi pas-pasan, kurang gizi, tidak sekolah, bahkan makan nasi bekas, apakah bangsa kita bisa membaik? Dan yang berekonomi mampu, eh malah kawin 13 kali.
Duh lelaki ini memang sumber malapetaka negeri! Thanks God saya tidak dilahirkan sebagai lelaki!
Warga di sejumlah daerah mulai makan nasi aking (nasi bekas) karena tak mampu beli beras murah. Salah satunya adalah keluarga dengan seorang janda dengan enam orang anak.
Seorang perempuan terpaksa menarik becak demi menghidupi enam anak dan satu suaminya yang sakit tak berdaya.
Seorang bapak mengaku pernah menikah 13 kali. Anaknya ada sekitar 20-an, dia tidak ingat betul. Bahkan kalau bertemu anaknya di jalan, dia mengaku tidak mengenalnya.
Semua kisah tadi hanya sebagian kecil fakta yang membuktikan bahwa asal muasal penderitaan negeri ini adalah kaum lelaki. Tanya kenapa.
1. Sudah tahu pengangguran, ekonomi pas-pasan, eh si lelaki yang notabene kepala keluarga kok masih rajin mencetak anak. Semestinya sebagai kepala keluarga, lelaki punya otak logis untuk mempertimbangkan urusan selangkangan. Bagaimana caranya supaya anak tidak terus berlahiran dan hidup susah, akibatnya malah kurang gizi.
2. Ibu yang harus memberi makan anak-anaknya nasi aking adalah korban kebodohan lelaki. Kalau memang dari ekonomi pas-pasan sebaiknya berpikir untuk tidak terus bikin anak sampai enam orang. Giliran si suami mampus, si istri yang jadi korban harus kerja keras menghidupi anak-anaknya.
3. Kisah ibu penarik becak juga sama saja. Korban ketololan lelaki yang hanya memikirkan nafsu syahwat saja. Kalau tidak, kok anaknya bisa enam???
4. Kasus bapak ber-anak 20-an, sudah membuktikan bahwa lelaki memang hanya pandai mencetak anak tapi tak becus mengurus dan membiayai.
Jangan salahkan saya kalau mengatakan bahwa semua penderitaan bangsa kita berasal mula dari para kepala keluarga yang tak becus memanajemen keluarganya. Memang sudah saatnya lelaki menjadi penjaga dapur saja, melayani istri dan anak. Biarlah perempuan yang mencari nafkah, memanajemen keluarga.
Tanya kenapa.
Sebab perempuan tidak akan membiarkan anak-anaknya menderita hanya demi kepuasan syahwat. Ia akan membatasi jumlah anak, sebab tahu pasti sangat sulit mengurus apalagi membiayai anak.
Dengan jumlah anak lebih dari tiga, ekonomi pas-pasan, kurang gizi, tidak sekolah, bahkan makan nasi bekas, apakah bangsa kita bisa membaik? Dan yang berekonomi mampu, eh malah kawin 13 kali.
Duh lelaki ini memang sumber malapetaka negeri! Thanks God saya tidak dilahirkan sebagai lelaki!
Sunday, February 12, 2006
Release: The Other Blog of Mine

Woro-woro...
tidak mau kalah dengan Angelina Sondakh yang mengadakan acara launching blog, saya juga ah. Cuma launching blog-nya secara online saja di sini.
Blog saya yang baru ini, http://magnolia-novel.blogspot.com ,sebenarnya hanya dokumentasi novel saya yang belum selesai, Magnolia Mencari Tuhan.
Blog saya yang lain yang juga berisi novel lumayan juga yang terbengkalai. Maka untuk menghilangkan kesan terbengkalai itu, novel saya posting per sub bab.
Magnbolia Mencari Tuhan saya tulis sekitar tiga tahun lalu. Berkisah tentang Magnolia, perempuan yang berupaya mengubah takdir hidupnya. Ada kisah flashback ke era 1990-an dimana Magnolia masih siswi SMA. Judul sub bab-nya sengaja saya adopsi dari judul-judul lagu rock 90-an yang lumayan saya gilai.
Hati-hati, novel ini sangat musikal. Bagi yang hobi dengan musik rock era 90-an, akan sangat nyambung deh.
Friday, February 10, 2006
Lelaki, Berhentilah Berlaku Seperti Binatang!

Kalau bertemu Tuhan di jalan
tolong kau tanyakah
apakah Adam diciptakan
untuk memperkosa Hawa?
-Rieke Dyah Pitaloka-
Sungguh tidak habis pikir. Kenapa ya lelaki yang kerap mengklaim dirinya adalah manusia nomor satu justru berlaku “tidak punya otak”?
Ini adalah beberapa contoh ke-“tidakpunyaotak”-an mereka itu.
Walau jelek, tidak kaya, jauh dari keren, cowok punya percaya diri begitu tinggi untuk melecehkan perempuan. Setiap hari dalam perjalanan pulang saya terpaksa melewati proyek pembangunan sebuah mall dekat rumah. Kuli-kuli proyek di situ selalu saja menyempatkan diri untuk bersiul, melontarkan godaan nakal, bahkan kadang menyoraki setiap perempuan yang lewat. Alangkah besar rasa percaya diri mereka ini.
Sebaliknya, coba kalau perempuan, tentu akan berpikir jutaan kali untuk menggodai lelaki, kendati lelaki itu gantengnya setengah mampus. Kita balik saja kondisinya, ada ngga sih perempuan jelek, tidak keren yang bekerja sebagai pembantu yang berani menggodai lelaki keren? Tidak kan? Kenapa? Sebab kami kaum Hawa masih punya apa yang namanya harga diri. Bahkan saat perempuan dalam kondisi cantik, kaya dan pintar pun masih merasa gengsi untuk menggodai lelaki. Ini tidak berlaku bagi pekerja seksual tentunya.
Bukti lain bahwa para lelaki tidak punya otak adalah, mereka itu sudah tidak punya harga diri masih tidak punya malu. Mari kita bandingkan, apa sih beda lelaki dan binatang? Nyaris tidak ada. Begitu tergiur oleh sesuatu, maka mahluk ini akan langsung mengejarnya sampai dapat. Terbukti dengan para pelaku perkosaan di muka bumi ini mayoritas adalah lelaki. Begitu tergiru oleh sesuatu yang merangsang, langsung memperkosa. Itu kan ulah para kaum Adam.
Mana ada sih cewek memperkosa cowok? Kalaupun ada kasusnya kecil sekali. Dan yang jelas pasti cowoknya yang suka.
Ditambah lagi dengan aneka fakta, kasus pelecehan seksual dimana-mana selalu dilakukan oleh lelaki. Seorang teman perempuan saya pernah jadi korban lelaki gila yang menumpahkan spermanya di tubuhnya. Kejadiannya di kereta Depok-Kota. Suasana sangat sesak, sampai si teman itu tak sadar apa yang terjadi. Baru disadari ketika turun gerbong, ternyata di bajunya sudah basah bersimbah sperma menjijikan!
Teman lain, penumpang setia Kowanbisata Depok-Pulogadung juga pernah mengalami nasib sial, dipameri barang cowok di tengah kesesakkan penumpang! Oh God, apakah para lelaki memang diciptakan untuk jadi psikopat seks?
Dan satu bukti yang kasat mata adalah, bau pesing yang sangat memualkan di terminal bis. Siapa yang membuat terminal bis jadi bau pesing??? Lelaki yang buang air sembarangan tentunya. Mustahil kan ada perempuan pipis sembarangan di terminal???
Duh, jadi mau muntah saya menulis ini semua.
Wahai para lelaki, berhentilah berlaku seperti binatang!
Tuesday, February 07, 2006
Mengapa Bad Boys Begitu Disuka?

Semalam saya menonton tayangan The Strory of Motley Crue di sebuah TV swasta. Tentu saja kelompok musik rock era 1990-an ini tak bisa lepas dari nama Tommy Lee, sang drummer. Memang sih ganteng, sexy dan terkenal. Tapi mantan suami Pamela Anderson dan Heather Locklear itu tak dapat dikatakan sebagai cowok baik-baik. Tomy yang sekarang berprofesi sebagai DJ sama saja dengan empat anggota band gila itu, liar, urakan, hobi mabuk dan merendahkan martabat perempuan. Bahkan Tommy sempat dibaptis sebagai Most Bad Boys dalam suatu program TV Kanada.
Anehnya, cowok model Tommy Lee ini banyak yang suka. Tidak sedikit teman perempuan saya yang mengatakan tanpa ragu bahwa cowok idolanya adalah yang gondrong, slengean, urakan dan nakal. Cowok tipe rapi, kantoran, alim dan sopan cenderung mendapat acungan jempol terbalik.
Memang ada sebagian cowok berpenampilan urakan yang ternyata berkelakukan manis. Tidak heran kalau yang tipe ini dijadikan idola. Tapi yang model Tommy Lee?? Wah, thanks berat deh. Selain urakan, gila, cowok model Tommy Lee juga berkelakuan minus. Ingat saja kasusnya dengan para mantan istri yang selalu meinginggalkan kenangan buruk. Belum lagi urusannya dengan pihak kepolisian.
Namun jangan salah, selalu ada saja perempuan yang suka dengan tipe ini. “Menantang, hidup jadi penuh warna berurusan sama cowokkayak gitu,” ungkap seorang teman.
Saya pribadi bukan pengagum cowok dari sisi penampilannya, melainkan dari perilaku dan sifatnya. Jadi cowok model Tommy Lee yang minus di penampilan dan kelakukan, sebaiknya stay away aja deh dari saya. Tapi yang bertato, gondrong asal berhati mulia, silakan saja mendekat. Hehehe.
By The Way, saya suka Motley Crue sebatas musiknya saja. Segala kegilaan mereka, indah juga buat dikenang sebagai hiburan.
Thursday, February 02, 2006
HOW TO STAY YOUNG
*Dari blog seorang karib. Sebab saya lagi males mikir dan nulis. Hehehe.*
1. Throw out nonessential numbers. This includes age, weight and height.
Let the doctors worry about them. That is why you pay them.
2. Keep only cheerful friends.
The grouches pull you down. Keep this in mind if you are one of those grouches.
3. Keep learning.
Learn more about the computer, crafts, gardening,
whatever. Never let the brain get idle.
"An idle mind is the devil's workshop."
And the devil's name is Alzheimer's!
4. Enjoy the simple things.
5. Laugh often, long and loud. Laugh until you gasp for breath.
And if you have a friend who makes you laugh, spend lots and lots of time with him/her.
6. The tears happen.
Endure, grieve, and move on. The only person who is with us our entire life, is ourself. LIVE while you are alive.
7. Surround yourself with what you love:
Whether it's family, pets, keepsakes, music, plants, hobbies, whatever.
Your home is your refuge.
8. Cherish your health.
If it is good, preserve it.
If it is unstable, improve it.
If it is beyond what you can improve, get help.
9. Don't take guilt trips.
Take a trip to the mall, even to the next county, to a foreign country, but NOT to where the guilt is.
10. Tell the people you love that you love them, at every opportunity.
1. Throw out nonessential numbers. This includes age, weight and height.
Let the doctors worry about them. That is why you pay them.
2. Keep only cheerful friends.
The grouches pull you down. Keep this in mind if you are one of those grouches.
3. Keep learning.
Learn more about the computer, crafts, gardening,
whatever. Never let the brain get idle.
"An idle mind is the devil's workshop."
And the devil's name is Alzheimer's!
4. Enjoy the simple things.
5. Laugh often, long and loud. Laugh until you gasp for breath.
And if you have a friend who makes you laugh, spend lots and lots of time with him/her.
6. The tears happen.
Endure, grieve, and move on. The only person who is with us our entire life, is ourself. LIVE while you are alive.
7. Surround yourself with what you love:
Whether it's family, pets, keepsakes, music, plants, hobbies, whatever.
Your home is your refuge.
8. Cherish your health.
If it is good, preserve it.
If it is unstable, improve it.
If it is beyond what you can improve, get help.
9. Don't take guilt trips.
Take a trip to the mall, even to the next county, to a foreign country, but NOT to where the guilt is.
10. Tell the people you love that you love them, at every opportunity.
Senggigi Biasa Saja

Senggigi itu indah, kata orang dan brosur pariwisata
bagiku kok biasa saja ya?
apa karena aku sudah pernah ke tempat yang jauh lebih indah?
dimana itu?
wah, lupa...ummm..Canes? Paris? Gede Pangrango? Kuta? Pantai Sedona? Apa malah Depok?
mungkin karena ke Senggigi-nya urusan dinas, jadi tempat ini berasa tak indah
mana sama rombongan menteri yang serba formal..hiks!
(padahal menterinya cengengesan mulu lho).
*lagi males serius*
Sunday, January 29, 2006
Jangan "Perek", Cukup "Pelacur" Saja

“Perek” adalah kata makian paling menjatuhkan dan menyakitkan bagi seorang perempuan . Saya (untungnya) belum pernah dimaki dengan kata itu. Justru pernah melakukan makian itu kepada seorang teman yang sudah kelewatan kelakuannya. Kalau dalam bahasa Inggris, mungkin padanan paling pas bagi “perek” adalah “bitch”. Kata teman, ini lebih rendah kelasnya dari pelacur. Kenapa?
“Perek atau bitch melakukan hubungan seks hanya demi kesenangan. Tapi pelacur demi mencari uang,” ungkap teman dari Yogyakarta tadi.
Apa benar making love (ML) demi uang lebih baik ketimbang demi kesenangan? Kata teman lain lagi,”Tidak lah. Kalau cewek ML demi kesenangan maka ia akan selektif. Tapi kalau demi uang, akan mau melakukannya dengan sembarang cowok asal dapat uang.”
Tapi teman lain berkomentar,” Tidak ada yang lebih baik. Namun kalau disuruh memilih, saya lebih respek sama pelacur daripada perek.” Ia berargumen, ML demi kesenangan adalah ciri orang yang rakus, amoral, mencari kesenangan duniawi. Kalau ML demi uang memang juga amoral, hanya motivasinya bisa jauh lebih luhur, yakni demi menghidupi anak, orang tua atau mencari penghidupan lebih layak.
Seorang pelacur bisa bertobat jika kelak ia sudah mendapat uang cukup atau pekerjaan layak sehingga tak perlu lagi jual diri. Banyak kisah dimana “ayam kampus” mencari biaya kuliah dengan jual diri. Setelah lulus dan dapat pekerjaan layak, bisnis jual dirinya stop 100 persen.
Tapi seorang bitch, yang ML demi kesenangan, bisa jadi tidak akan mengenal kata stop. Walau sudah bersuami sekalipun, pencarian “kesenangan” itu akan muncul tiap saat.
Kesimpulannya, kalau berhadapan dengan perempuan yang belum terlalu mengesalkan, jangan maki dia dengan kata “perek”, cukup “pelacur”saja. Sebab pelacur lebih baik sedikit ketimbang perek. Hahaha!
Thursday, January 26, 2006
Tipe yang Manakah Kamu?

Saya lupa dimana pernah membaca pengelompokan ini. Tentang kategori manusia yang berkaitan dengan waktu dan uang.
"Tingkat paling rendah, manusia yang bekerja keras sampai tak punya waktu luang, tapi uang yang dihasilkan juga menguap begitu saja.
Lalu ada tingkat dimana manusia punya banyak waktu luang, tapi juga tak punya uang untuk dinikmati.
Tingkat berikut, manusia yang menghasilkan uang banyak tapi tak punya waktu untuk bersantai menikmati uangnya.
Yang paling tinggi tingkatannya adalah manusia yang memiliki banyak uang, sekaligus waktu luang untuk dinikmati."
Yang manakah saya? Hmm agak sulit memutuskan. Saat ini penghasilan saya cukup saja. Tidak besar, berlebihan, tapi cukup lumayan dan ngepas. Hehehe.
Minimal masih bisa hang out sama Libby dan teman-teman. Masih bisa membayar kontrakan rumah dan menggaji asisten rumah tangga. Masih mampu membelikan buku cerita karangan Morris Gleitzman kesukaan Libby, nonton ke bioskop dekat rumah, atau sesekali makan makanan sampah di mall.
Tapi saya merasa sangat kurang kalau dikaitkan dengan kebutuhan akan membeli rumah, membiayai pendidikan setinggi mungkin buat Libby. Itu butuh manajemen khusus. Berarti juga menghilangkan beberapa "kesenangan" tadi. Atau mencari side job. Keduanya masih dalam upaya.
Yang jelas saya tidak mau jadi budak uang. Manusia di tingkatan menghasilkan uang banyak tapi tak punya waktu untuk bersantai menikmati uangnya. Saya butuh precious time bersama Libby dan teman-teman, juga diri sendiri.
Jadi, mari kita bersama-sama menjadi manusia di tingkat paling atas. Punya banyak uang dan waktu luang untuk menikmati hidup. Dan berbuat kebajikan tentunya.
Wah, sulit lho!
Wednesday, January 25, 2006
Mari Belajar dari Anak-anak

Kemarin sore, sepulang kerja
Manis kecilku, Libby, memamerkan bandul kalung salib
"Dari Riska, Ma, Libby dikasih."
"Lho, Riska kan Islam? Kok bisa kasih kamu salib?"
"Dia nemu, trus dikasih ke Libby."
Riska adalah anak perempuan tetangga kami. Sekolah di SD Muhammadiyah. Berkerudung kalau ke sekolah. Rumahnya dijadikan markas latihan marawis. Libby sering ikut main rebana.
Esoknya, Libby mau memakai kalung salib itu ke sekolah. Lumayan besar juga. Aku jadi agak was was sebab Libby memamerkannya.
"Kalo di jalan, kalungnya jangan dipamerin, Lib. Masukin ke balik baju aja."
"Kenapa, Ma?"
"Hmmm...nanti ada yang ngga suka. Ngga semua orang suka sama orang yang pakai salib."
Aku bingung bagaimana menjelaskannya. Salah-salah malah mengajarkan SARA.
"Lho, kenapa? Kan Libby dapetnya dari Riska yang bukan Kristen?"
"Nanti dijambret," begitu saja jawabanku yang sepertinya aman dan tak perlu mengajarkan SARA pada anak usia 9 tahun itu.
Dalam hati, aku berbisik, "Seandainya kamu tahu, di Poso ada siswi SMU yang lehernya digorok karena dia beragama Kristen. Seandainya kamu tahu, di Poso juga banyak gereja dibom, pasar dibom."
Itu yang bikin aku was was kalau puteriku seorang berjalan-jalan dengan kalung salib di leher. So far memang kami tidak pernah mengalami diskriminasi agama di lingkungan kediaman kami yang nyaman, mayoritas muslim itu. Tapi pakai kalung salib di jalan? Oh, nanti dulu. Aku masih belum mau ambil risiko.
Mengingat asal muasal kalung itu, aku jadi trenyuh. Benar, salib itu dari Riska yang muslim. Untuk sahabatnya yang beragama Kristen.
Aku juga ingat, dulu semasa SMP pernah mengajak sahabat muslimku ke gereja. Bukan untuk apa-apa tapi sekedar iseng. Dia cuma baca komik saja di sana, menemaniku. Sementara aku beribadah. Dia anak haji yang taat. Apa salahnya seorang muslim ke gereja? Toh dia tetap muslim, tetap rajin sholat bahkan ikut umroh beberapa tahun kemudian.
Alangkah indahnya toleransi beragama di kalangan anak-anak. Mengapa kita yang dewasa dan tua-tua ini tak bisa menghadirkan keindahan itu?
Tuesday, January 24, 2006
Tahukah Anda....

Tahukah anda…
Di negeri kita ini, praktek seks bebas diharamkan jika itu dilakukan di rumah, kos-kosan, motel murah, hotel melati, diskotik murahan, lokalisasi murahan. Mereka kalau ketahuan akan langsung digrebek, ditodong duit atau diarak bahkan disorot kamera TV.
Tapi kalau seks bebas itu berlangsung di hotel bintang lima, apartemen, kondominium atau rumah mewah kawasan real estate, maka HALAL-HALAL saja.
Mengapa?
Sebab pelaku seks bebas di kawasan elit itu sudah menyogok aparat dan oknum setempat. Jadi ya aman lah…
Kesimpulannya: kalau mau menganut seks bebas, kumpulin uang dulu yang banyak atau setidaknya jadi pejabat/anak pejabat/anak jendral/orang berpengaruh di negeri ini.
Tahukah anda…
Di Amerika Serikat, negara yang dituduh sebagai bangsa amoral, bejat, sumber kebrengsekan, presidennya sangat dikutuk rakyat kalau diketahui punya skandal seks. Bill Clinton misalnya, disumpahserapahi dan dianggap tak layak jadi presiden karena ada skandal dengan Minica Lewinsky.
Uniknya, di Indonesia, negeri yang konon katanya berbudipekerti luhur, alim, taat beribadah, memegang nilai-nilai moral dan Pancasila, presiden pertamanya justru seorang yang punya banyak istri. Itu belum termasuk istri ilegalnya. Tapi justru dianggap pahlawan, idola bangsa, tokoh kebanggaan tiada tara.
Mengapa?
Sebab memang negeri kita menganut azaz patriarki dimana masyarakatnya menganggap perempuan memang layak dijadikan objek seks semata. Skandal seks juga wajar selama itu melibatkan petinggi negara.
Kesimpulannya: Negeri yang luhur ini memang tak pernah menghargai perempuan.
Monday, January 23, 2006
Jangan Salahkan "Pengaruh Barat"!!!
Belakangan isu pornoaksi dan pornografi kembali marak. Berkaitan dengan RUU porno-pornoan yang sedang digodok di DPR. Ini juga membahas soal terbitnya majalah Playboy Indonesia yang kabarnya akan memajang pose bugil seperti Playboy luar sana. Ya jelas harus bugil, itu kan sudah trade merk majalah itu. Kalau pakai kebaya nanti disangka majalah sinden.
Yang lucu, isu pornografi selalu berujung pada masalah moral bangsa. Ikut kontes Miss World dianggap tidak mencerminkan moral bangsa karena ada adegan tampil dengan bikini. Memajang pose bugil adalah merusak moral bangsa. Ada lagi komentar tokoh sok alim, “Itu pengaruh budaya barat yang merusak nilai timur.”
Pengaruh barat?? Saya jadi bertanya. Tradisi tayuban dimana penari bisa pamer payudara setengah melalui kemben yang melorot dan bebas dicoleki lelaki itu pengaruh baratkah? Budaya selir, istri simpanan, piaraan, kawin kontrak di banyak daerah pelosok Indonesia yang sudah berusia ratusan tahun sejak jaman Gajah Mada, pengaruh baratkah?
Memakai kemben yang mempertontonkan setengah buah dada, tradisi mandi bareng cewek-cowok di pedalaman Bali, bahkan tradisi bugil saudara kita di Papua. Pengaruh baratkah?
Saya berpikir. Kalau mencermati budaya, maka budaya paling maju dan beradab justru budaya barat. Ingat, di era 1800-an, di saat bangsa kita masih bertelanjang dada dengan payudara kemana-mana, orang di benua Eropa para perempuannya sudah pakai gaun panjang ala Cinderella yang menyapu tanah. Bagian atasnya pun kerah rapat.
Lucu kalau menyalahkan pengaruh barat. Apa para pejabat, tokoh alim ulama dan kaum cerdik cendekia negeri ini tidak berkaca diri. Kawin mawin, peselingkuhan, pergumulan seks sok alim dengan dalih kawin siri, dianggap biasa. Eh giliran foto bugil malah dianggap merusak moral bangsa.
Kesimpulannya adalah: praktek seks munafik lebih dihalalkan di negeri ini ketimbang sekadar berfoto bugil. Luarrrrr biasssaaa!!!
Mestinya mereka para tokoh negeri ini memajang spanduk besar bertuliskan: "Ayo rame-rame menganut seks bebas dengan wajah sok alim!"
Yang lucu, isu pornografi selalu berujung pada masalah moral bangsa. Ikut kontes Miss World dianggap tidak mencerminkan moral bangsa karena ada adegan tampil dengan bikini. Memajang pose bugil adalah merusak moral bangsa. Ada lagi komentar tokoh sok alim, “Itu pengaruh budaya barat yang merusak nilai timur.”
Pengaruh barat?? Saya jadi bertanya. Tradisi tayuban dimana penari bisa pamer payudara setengah melalui kemben yang melorot dan bebas dicoleki lelaki itu pengaruh baratkah? Budaya selir, istri simpanan, piaraan, kawin kontrak di banyak daerah pelosok Indonesia yang sudah berusia ratusan tahun sejak jaman Gajah Mada, pengaruh baratkah?
Memakai kemben yang mempertontonkan setengah buah dada, tradisi mandi bareng cewek-cowok di pedalaman Bali, bahkan tradisi bugil saudara kita di Papua. Pengaruh baratkah?
Saya berpikir. Kalau mencermati budaya, maka budaya paling maju dan beradab justru budaya barat. Ingat, di era 1800-an, di saat bangsa kita masih bertelanjang dada dengan payudara kemana-mana, orang di benua Eropa para perempuannya sudah pakai gaun panjang ala Cinderella yang menyapu tanah. Bagian atasnya pun kerah rapat.
Lucu kalau menyalahkan pengaruh barat. Apa para pejabat, tokoh alim ulama dan kaum cerdik cendekia negeri ini tidak berkaca diri. Kawin mawin, peselingkuhan, pergumulan seks sok alim dengan dalih kawin siri, dianggap biasa. Eh giliran foto bugil malah dianggap merusak moral bangsa.
Kesimpulannya adalah: praktek seks munafik lebih dihalalkan di negeri ini ketimbang sekadar berfoto bugil. Luarrrrr biasssaaa!!!
Mestinya mereka para tokoh negeri ini memajang spanduk besar bertuliskan: "Ayo rame-rame menganut seks bebas dengan wajah sok alim!"
Friday, January 20, 2006
Confessions of A Bloody Playboy

Kenapa seseorang bisa dijuluki playboy atau playgirl? Karena mereka identik dengan perilaku gonta ganti pasangan. Lalu apa salahnya dengan gonta ganti pasangan? Bukankah hidup memang mencari yang terbaik?
Pagi ini secara tidak sengaja saya mendapatkan pengakuan dari seorang lelaki yang populer sebagai playboy. Dia bukan "playboy" pertama yang saya kenal. Sudah ke-10 atau entah ke-20, mengingat sejak sekolah teman saya mayoritas adalah cowok. Prestasinya pun masih biasa saja, sebab masih banyak playboy lain dengan jam terbang jauh lebih tinggi.
Ternyata nyaris sama dengan playboy lain, si teman ini menyimpan satu misteri. Kenapa ia jadi playboy? Sebab ia punya satu obsesi yang belum jua terwujudkan, yakni menggapai hati si perempuan pujaan. Jadi kisahnya, ada satu perempuan yang membuatnya luluh lantak berdarah-darah sampai hari ini sejak lebih dari 10 tahun lampau. Karena tak berhasil menggapai hatinya, maka ia pun mencetak aneka petualangan dengan banyak perempuan. Tujuannya? Berusaha melupakan si pujaan hati itu.
Tapi tak satupun perempuan yang digandengnya bisa membuat sang playboy bertekuk lutut. Dan cinta terpendam pada sang pujaan hati kian membara saja.
"Mungkin dia males liat kelakuan playboy elu," kataku.
"Iya, tapi kan dia semestinya melihat gue dari dua sisi berbeda," ujar si playboy.
Sisi berbeda? Apakah seorang perempuan untuk menilai lelaki harus menggunakan indera ke-6? Apakah ada sisi lain dari seorang lelaki playboy? Kegombalannya? Kenarsisannya?
Tapi asli, sebagai teman saya selalu bisa menilai lelaki dari banyak sisi. Beda dengan terhadap seseorang yang kita suka atau cintai. Hanya ada satu sisi dari dirinya, yaitu yang tampak dan yang ingin kita lihat darinya.
Kalau saya ada di posisi satu dari korban ke-playboy-an teman tadi, tentu saja akan membencinya. Menyumpahinya. Mengutuki setengah mati. Tapi untung tidak. Saya adalah temannya, maka saya bisa menilai secara arif.
Bagaimana kalau posisi saya ada pada si perempuan pujaan yang dicintainya selama 10 tahun lebih? Mungkin saya akan muak. Atau mungkin sebenarnya saya cinta juga sama playboy ini. Hanya terlalu gengsi atau jaga image untuk mengakuinya. Jadi lebih baik cari cowok lain saja dengan "curriculum vitae" yang lebih meyakinkan.
Mungkin...mungkin....
Thursday, January 19, 2006
Kenapa Lebih Banyak Politisi Cowok Daripada Cewek?
Ternyata bukan hanya saya. Tapi teman-teman, sahabat, saudara, kenalan, teman dari teman saya, saudaranya teman, temannya saudara, juga mengalami. Bahkan seorang teman chating yang baru kukenal juga mengalami. Kita semua para perempuan memang punya banyak kesamaan dalam hal satu ini.
Apakah itu???
Dikecewakan mahluk-mahluk lelaki kalau terlibat dalam suatu janji. Bukan janji sehidup semati atau apa. Hanya janji sepele untuk makan bareng, nonton bareng atau sekedar cari buku bareng. Mereka ini bukan saja pacar atau kekasih atau selingkuhan , tapi sekedar teman saja.
Pengalaman yang berulangkali terjadi ini sederhana memang. Jadi kita berjanji untuk makan siang bareng misalnya. Saya sudah stand by di tempat pertemuan. Menunggu dengan sabar. Satu menit, dua , tiga empat menit...setengah jam...si cowok tak kunjung muncul. Saya SMS, tak dibalas. Pas ditelepon, jawaban di sana "Hah??? Janjian sama elu??? Kok, gue lupa ya?? Hari ini ya?? Bukan besok???" Begitu suara cowok idiot di seberang sana.
Lalu satu jam kemudian dia pun muncul. Dan satu kata yang saya tunggu keluar dari mulutnya tak kunjung keluar. Apa itu??? Kata MAAF.
Para cowok ini walau salah, sangat gengsi untuk mengucap kata maaf.
Saya kira kejadian sial yang menimpa bertahun-tahun silam itu takkan terulang. Tapi tidak. Pada cowok yang berbeda, peristiwa itu berulang lagi dengan berbagai versi berbeda.
Saya kira hanya saya seorang yang mengalaminya. Oh, tidak. Hampir semua teman perempuan mengalaminya juga. Sepertinya semua kaum Hawa di muka bumi juga bernasib serupa. Tidak percaya? Tanya saja teman perempuan anda. Apa pernah kecewa karena janji gombal cowok?? Jawabnya pasti pernah. Apa pernah ada cowok yang super gengsi minta maaf walau sudah salah. Pasti jawabnya YA.
Ada apa ya dengan kaum Adam sedunia? Memori otak yang sangat terbatas? Tingkat intelejensia yang begitu rendah?? Atau moral dan etika yang sangat minim?? Please, tell me!!!
Sekarang saya tahu kenapa politisi cowok lebih banyak ketimbang cewek. Sebab cowok lebih pintar umbar janji lalu melupakannya.
Ini petikan chat saya dengan seorang teman. Tentang gombalnya cowok.
platypus_aora: soal kebiasaan cowok yg hobi lupa ama janji
platypus_aora: eh lu sering ngalamin ngga seh
platypus_aora: janjian ama temen cowok, eh dia lupa
just_lucee: ngalamin apa?
platypus_aora: pdhal kita udah stand by
platypus_aora: gw sering banget
platypus_aora: temen2 gw yg cewek juga
just_lucee: sering...
platypus_aora: kata mereka, cowok itu kayak menderita serangan lupa mendadak
platypus_aora: alias pikun alias bego
platypus_aora: jadi kalo janjian
platypus_aora: kita ngga ngingetin
platypus_aora: pasti mereka lupa
platypus_aora: jadi suka ngga nepatin ato telat parah abis2an
platypus_aora: n yg nyakitin, sukagengsi minta maaf
just_lucee: tapi sekarang kalo gw janjian ma cowo... ga akan gw peduliin kalo dia ga ngingetin... biarpun gw inget gw ga akan ngingetin mreka
just_lucee: makanya... sekarang kita balik aja
platypus_aora: ngga semua cowok seh
platypus_aora: ada juga beberapa yg on time
platypus_aora: banyak cowok yg gengsi minta maap ya
platypus_aora: gw paling seneng maksa mereka minta maap
platypus_aora: kalo akhirnya kluar kata maap, rasanya puasssss
platypus_aora: hehehe
just_lucee: sama!
platypus_aora:
just_lucee: tapi sekarang, kalo ke cowo gw seneng bersikap kaya mreka rata rata!
platypus_aora: emang kudu gitu
just_lucee: kalo janjian kudu mreka yang ngingetin...
platypus_aora: masalahnya mereka jangankan mau ngingetin, inget aja kagak
platypus_aora: memori otaknya minim banget
platypus_aora: kayak HP zaman doeloe
just_lucee: kalo janjian ma cowo.. kita kudu punya plan b, c, d, e etc
just_lucee: hehehe
platypus_aora: memorinya cuma bisa nyimpen 50 phone book
platypus_aora: ember
platypus_aora: jadi kalo janjian ama co, kudu bikin janji serep
platypus_aora: kalo perlu janjian ama 10 cowok sekaligus
platypus_aora: 5 idiot, masih ada 5 lainnya
Apakah itu???
Dikecewakan mahluk-mahluk lelaki kalau terlibat dalam suatu janji. Bukan janji sehidup semati atau apa. Hanya janji sepele untuk makan bareng, nonton bareng atau sekedar cari buku bareng. Mereka ini bukan saja pacar atau kekasih atau selingkuhan , tapi sekedar teman saja.
Pengalaman yang berulangkali terjadi ini sederhana memang. Jadi kita berjanji untuk makan siang bareng misalnya. Saya sudah stand by di tempat pertemuan. Menunggu dengan sabar. Satu menit, dua , tiga empat menit...setengah jam...si cowok tak kunjung muncul. Saya SMS, tak dibalas. Pas ditelepon, jawaban di sana "Hah??? Janjian sama elu??? Kok, gue lupa ya?? Hari ini ya?? Bukan besok???" Begitu suara cowok idiot di seberang sana.
Lalu satu jam kemudian dia pun muncul. Dan satu kata yang saya tunggu keluar dari mulutnya tak kunjung keluar. Apa itu??? Kata MAAF.
Para cowok ini walau salah, sangat gengsi untuk mengucap kata maaf.
Saya kira kejadian sial yang menimpa bertahun-tahun silam itu takkan terulang. Tapi tidak. Pada cowok yang berbeda, peristiwa itu berulang lagi dengan berbagai versi berbeda.
Saya kira hanya saya seorang yang mengalaminya. Oh, tidak. Hampir semua teman perempuan mengalaminya juga. Sepertinya semua kaum Hawa di muka bumi juga bernasib serupa. Tidak percaya? Tanya saja teman perempuan anda. Apa pernah kecewa karena janji gombal cowok?? Jawabnya pasti pernah. Apa pernah ada cowok yang super gengsi minta maaf walau sudah salah. Pasti jawabnya YA.
Ada apa ya dengan kaum Adam sedunia? Memori otak yang sangat terbatas? Tingkat intelejensia yang begitu rendah?? Atau moral dan etika yang sangat minim?? Please, tell me!!!
Sekarang saya tahu kenapa politisi cowok lebih banyak ketimbang cewek. Sebab cowok lebih pintar umbar janji lalu melupakannya.
Ini petikan chat saya dengan seorang teman. Tentang gombalnya cowok.
platypus_aora: soal kebiasaan cowok yg hobi lupa ama janji
platypus_aora: eh lu sering ngalamin ngga seh
platypus_aora: janjian ama temen cowok, eh dia lupa
just_lucee: ngalamin apa?
platypus_aora: pdhal kita udah stand by
platypus_aora: gw sering banget
platypus_aora: temen2 gw yg cewek juga
just_lucee: sering...
platypus_aora: kata mereka, cowok itu kayak menderita serangan lupa mendadak
platypus_aora: alias pikun alias bego
platypus_aora: jadi kalo janjian
platypus_aora: kita ngga ngingetin
platypus_aora: pasti mereka lupa
platypus_aora: jadi suka ngga nepatin ato telat parah abis2an
platypus_aora: n yg nyakitin, sukagengsi minta maaf
just_lucee: tapi sekarang kalo gw janjian ma cowo... ga akan gw peduliin kalo dia ga ngingetin... biarpun gw inget gw ga akan ngingetin mreka
just_lucee: makanya... sekarang kita balik aja
platypus_aora: ngga semua cowok seh
platypus_aora: ada juga beberapa yg on time
platypus_aora: banyak cowok yg gengsi minta maap ya
platypus_aora: gw paling seneng maksa mereka minta maap
platypus_aora: kalo akhirnya kluar kata maap, rasanya puasssss
platypus_aora: hehehe
just_lucee: sama!
platypus_aora:
just_lucee: tapi sekarang, kalo ke cowo gw seneng bersikap kaya mreka rata rata!
platypus_aora: emang kudu gitu
just_lucee: kalo janjian kudu mreka yang ngingetin...
platypus_aora: masalahnya mereka jangankan mau ngingetin, inget aja kagak
platypus_aora: memori otaknya minim banget
platypus_aora: kayak HP zaman doeloe
just_lucee: kalo janjian ma cowo.. kita kudu punya plan b, c, d, e etc
just_lucee: hehehe
platypus_aora: memorinya cuma bisa nyimpen 50 phone book
platypus_aora: ember
platypus_aora: jadi kalo janjian ama co, kudu bikin janji serep
platypus_aora: kalo perlu janjian ama 10 cowok sekaligus
platypus_aora: 5 idiot, masih ada 5 lainnya
Monday, January 16, 2006
Ya, Saya Sangat Bahagia

Am I happy???
Seorang teman dalam blognya mengatakan, "Life is too short to be sad."
Seorang teman lain mengatakan padaku, "Kebahagiaan itu tidak tergantung orang lain."
Ia bahkan menolak alasan bahwa aku bahagia karena Libby-ku.
Dan kutemukan di sebuah majalah bahwa, "Bahagia adalah ingin berada dimana kini kita berada."
For all that reason, I decide: "Yes I am trully happy."
I love my life just the way it is...with or without couple
Saya masih punya begitu banyak sahabat baik
Minimal ketika dalam kesulitan, cukup kirim SMS dan mereka siap membantu
Jam 12 malam saat Libby demam, saya meng-SMS teman dan minta support
"Kompres pakai air dingin, Mer. Pagi-pagi langsung ke dokter."
"Jangan lupa periksa darah, musim DBD lho.."
dan aneka pesan baik lainnya.
Saat PC ngadat karena petir, belasan SMS pun masuk memberi petunjuk.
Tidak sedikit yang menawarkan bantuan servis gratis.
Ada yang siap datang ke rumah kapan saja dibutuhkan...
Saat Libby harus operasi usus buntu, bahkan teman di Jerman nun jauh di sana menyempatkan menelepon, menanyakan kabar Libby.
Teman lain di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, tak kalah sibuk menelepon dan SMS
Semua mendoakan malaikat kecilku...
Tentu saja yang menemani proses operasi pun bahkan sahabat dan ibunya yang jauh-jauh datang dari Bogor.
Ketika BT karena kerja menumpuk dan aneka masalah ada, selalu ada teman yang berkirim SMS lucu. Sangat menghibur. Kita bisa curhat 24 jam penuh walau hanya via telpon.
Untuk bersua pun bisa kita atur janji lalu curhat sepuasnya sampai muntah...
Dan jangan lupa pesona Libby Si Tomat Kacil Manisku. Dengan gaya celotehnya, sungguh menghibur tiap detik hidupku.
Dengan begitu banyak teman baik
Tomat kecil manisku
Anugerah hidup sehat
Rahmat atas kemampuan hidup mandiri
Juga rejeki yang tiada habisnya dari MY GOD
Alangkah berdosanya jika aku mengaku tidak bahagia
Alangkah tidak tahu dirinya aku
Dan apakah atas semua kebahagiaan itu, aku masih butuh pasangan hidup lelaki???
Thanks berat deh, itu nomor ke sejuta sekian saja.
Sorry ya para lelaki, untuk saat ini saya hanya butuh kalian sebagai teman dan sahabat. Tidak lebih.
Sunday, January 15, 2006
Jangan Merendahkan Kekuatan Cewek
I Will Survive!!!
Whoa...seminggu ini Asisten Rumah Tangga (ART) mudik. Jatah cuti saya baru aja diambil dua minggu lalu. Karena tidak enak hati, tentu saja ngga ambil cuti lagi. Terbayang kan betapa ribetnya bekerja sambil tetap antar jemput anak sekolah. Nulis artikel, nulis buku, cari data, riset, sambil tetap mencuci, memasak, cuci piring, menyapu, mengepel, bersih-bersih.
Itu secara fisik saja. Dari sisi psikis harus survive dengan ide-ide tulisan yang tidak boleh habis stok, menghadapi anak yang rewel minta Barbie, komik baru atau minta jajan junk food alias makanan sampah. Atau keluhan anak yang habis berantem dengan teman sekelas, nilai ulangan pas-pasan, semangat belajar nol, et cetera et cetera. Belum lagi masalah kerjaan dan personal.
Dan penderitaan pun lengkap sudah dengan PC rumah yang ngadat ngga mau nyala. Prediksi terkuat adalah disebabkan amukan petir yang luar biasa dua hari lalu. Apa semua data akan lost? Harus beli HDD dan motherboard baru????
God, please makes me strong to survive with all these chalenges..
I will survive
As long as I know how to love I know I'll be alive
I've got all my life to live
I've got all my love to give
I will survive
I will survive
Yeah, yeah
(I will Survive, Gloria Gaynor)
Saya pun menyapu sembari menunggu air mendidih sambil menyeandungkan lagu di atas...
Itu secara fisik saja. Dari sisi psikis harus survive dengan ide-ide tulisan yang tidak boleh habis stok, menghadapi anak yang rewel minta Barbie, komik baru atau minta jajan junk food alias makanan sampah. Atau keluhan anak yang habis berantem dengan teman sekelas, nilai ulangan pas-pasan, semangat belajar nol, et cetera et cetera. Belum lagi masalah kerjaan dan personal.
Dan penderitaan pun lengkap sudah dengan PC rumah yang ngadat ngga mau nyala. Prediksi terkuat adalah disebabkan amukan petir yang luar biasa dua hari lalu. Apa semua data akan lost? Harus beli HDD dan motherboard baru????
God, please makes me strong to survive with all these chalenges..
I will survive
As long as I know how to love I know I'll be alive
I've got all my life to live
I've got all my love to give
I will survive
I will survive
Yeah, yeah
(I will Survive, Gloria Gaynor)
Saya pun menyapu sembari menunggu air mendidih sambil menyeandungkan lagu di atas...
Thursday, January 12, 2006
Dearset Libby My Sweety Angel...
Malaikat kacilku
Tomat manisku
Maafkan mama harus sering meninggalkan kamu pergi demi cari uang
Sebab "papa"-mu bukan lelaki, tapi cuma banci kaleng yang habis ngecret bikin kamu terus enak-enakan cari perempuan lagi...
Malaikat kecilku,
maaf kalau mama males cari "papa" baru
sebab takut kamu diperkosa oleh ayah tiri
bukankah lelaki cuma mikirin selangkangan??

Denger berita 2 anak dibakar ortunya, satu sampe mati...
Baca berita ada anak perempuan disodomi pamannya dan dibunuh ibu tirinya...
Nonton di tivi, anak perempuan diperkosa ayah kandungnya sampai hamil...
Ada lagi anak perempuan kakinya disetrika bapaknya...
Anak perempuan dibunuh di hotel...
Anak perempuan diperkosa ayah tiri berkali-kali..
Go To HELL manusia macam itu semua!!! Bahkan neraka pun masih terlalu indah bagi kalian!!!
Tomat manisku
Maafkan mama harus sering meninggalkan kamu pergi demi cari uang
Sebab "papa"-mu bukan lelaki, tapi cuma banci kaleng yang habis ngecret bikin kamu terus enak-enakan cari perempuan lagi...
Malaikat kecilku,
maaf kalau mama males cari "papa" baru
sebab takut kamu diperkosa oleh ayah tiri
bukankah lelaki cuma mikirin selangkangan??

Denger berita 2 anak dibakar ortunya, satu sampe mati...
Baca berita ada anak perempuan disodomi pamannya dan dibunuh ibu tirinya...
Nonton di tivi, anak perempuan diperkosa ayah kandungnya sampai hamil...
Ada lagi anak perempuan kakinya disetrika bapaknya...
Anak perempuan dibunuh di hotel...
Anak perempuan diperkosa ayah tiri berkali-kali..
Go To HELL manusia macam itu semua!!! Bahkan neraka pun masih terlalu indah bagi kalian!!!
Are U The Lucky One?

*Perempuan super duper beruntung di dunia ini adalah yang mampu berbahagia tanpa harus punya pasangan.*
*Yang beruntung adalah yang punya pasangan cowok ganteng, pinter dan kaya.*
*Yang sedikit beruntung adalah yang dapat pasangan cowok ganteng dan kaya tapi bego.*
*Yang agak beruntung adalah yang cowoknya ganteng, pinter tapi miskin.*
*Yang biasa aja adalah yang cowoknya jelek,bego tapi kaya.*
*Yang rada sial adalah yang cowoknya jelek, miskin tapi pinter*
*Yang sial, apes, mendingan mampus aja, adalah yang cowoknya udah jelek, miskin bego lagi.* (Tenggelemin aja di kali penuh limbah beracun dah cowok kayak gitu atau jejelin borax dan formalin campur bakso tikus!)
Tergolong yang manakah anda? Saya jelas yang nomor 1! Super duper beruntung!
Tuesday, January 10, 2006
Stop Jadi Manusia Pengeroyok

Ini sudah terjadi berkali-kali. Hanya baru sekarang saja saya punya kepedulian untuk menulis. Tiap jam makan siang, saya ditanya teman, “Sudah makan?” Kebetulan saya setelah liputan sempat mampir di sebuah gerai restoran waralaba. Jadi saya jawab sudah. “Dimana? Sama siapa?” Saya sebutkan nama restoran itu sambil menjawab bahwa saya makan sendiri.
“Ih, apa enaknya sih makan sendirian? Ngga iseng? Ngga takut digodain cowok?” Teman tadi gusar. Komentar serupa sudah sering saya dapat kalau memang kebetulan saya habis makan sendirian. Dan selalu saja pemberi komentar itu teman perempuan, entah itu teman sekerja, teman (dulu) kost, teman (dulu) kuliah atau teman gaul.
Atau misalnya jam makan tiba, para teman ini sibuk mencari “teman” untuk makan. Bukan hanya makan, aktivitas lain pun seolah diwajibkan untuk dilakukan bersama-sama. “Temenin gue beli buku yuk, temenin gue ke salon yuk, temenin gue nonton,” dan sejenisnya. Kalau saya jawab, “Sana aja sendiri, emang kenapa sih?” Maka jawabannya hamper seragam,” Nggak enak sendirian. Iseng.”
Bahkan ketika saya melakukan beragam aktivitas seorang diri, maka saya akan dikritik. “Seneng amat sih jalan-jalan sendirian. Nggak punya temen?” Atau dikomentari cowok usil, “Sendirian aja Neng? Mau abang temenin?”
Semua sikap untuk selalu melakukan kegiatan bersama-sama itu justru tidak masuk logika saya. Aneh. Gila. Di zaman serba sibuk, di masa dimana setiap manusia punya tuntutan untuk mencari pendapatan ekstra, pencarian arti diri dan kerja lebih keras, serta lalu lintas sedemikian macet hingga menyulitkan kita untuk bertemu dengan sahabat karib, sudah selayaknya kita menjadi manusia mandiri. Bukan indvidual, tapi mandiri.
Anehnya, sikap mandiri ini diidentikan dengan tidak mau bergaul.
Come on guys, bergaul itu ada masanya. Saya sudah puas bergaul di masa sekolah dan kuliah dulu. Sampai studi berantakan akibat begadang melulu tiap malam demi bergaul. Saya juga punya jadwal khusus untuk bergaul, hang out dengan teman-teman gila-gilaan. Tapi apakah itu berarti setiap aktivitas harus dilakukan bersama-sama? Apa salahnya duduk di kafe sendirian menikmati secangkir kopi nikmat? Takut diganggung cowok? Ganggu aja lagi. Apa salahnya jalan-jalan ke mall sendirian? Bahkan dulu selagi kuliah saya sering hiking sendirian dan justru mendapat kenalan baru.
Ayolah cewek-cewek sekalian, jangan puas diri menjadi manusia keroyokan. Nengok teman sakit rame-rame. Nonton harus rame-rame. Ada saatnya kita melakukan aktivitas bersama-sama, tapi itu sangat in case. Banggalah menjadi manusia mandiri. Nikmati kesendirianmu. Ada kalanya kesendirian itu sangat berharga.
Sunday, January 08, 2006
Green Day, Makes My Day So Green

Sudah dua week end ini MTV Indonesia menayangkan konser Green Day. Yang sialnya, saya selalu telat nonton. Jadi tidak sempat menyimak itu konser dimana dan kapan. Jelasnya sih, promo album American Idiot.
Pertama kenal Green Day adalah 1994 dari video klip "When I am Come Around". Billie Joe Armstrong di situ masih imut sekali. Belum pakai eyeliner. Lalu tambah kesengsem setelah melihat klip "Basket Case" yang setingnya rumah sakit jiwa. Billie memang gila kalau nyanyi,pakai ekspresi psikopat nggak keruan.
Saya sempat memprediksikan group ini tak beda dengan kebanyakan kelompok musik alternatif lain pada masanya. Sekedar bikin kehebohan, musik sok nge-punk, takkan bertahan lama. Ternyata tidak. 2005 kemarin ketiga lelaki asal Oakland ini sukses menyabet Grammy Award dan MTV Music Award.
Billi, Mike dan Tre, tiga personil Green Day memang tak lagi tergolong musisi ABG. Usia mereka yang sudah di atas 30 tahun membuat mereka masuk kategori musisi dewasa. Seiring dengan kedewasaan usia, lirik musik mereka pun ikut terbawa. Album "American Idiot" sendiri menegaskan sikap politik mereka atas kebenciannya pada pemerintahan George W. Bush terhadap invasi ke Irak.
Simak saja betapa beraninya Billie bernyanyi:
Don't wanna be an American idiot.
Don't want a nation under the new mania.
And can you hear the sound of hysteria?
The subliminal mind fuck America.
Welcome to a new kind of tension.
All across the alienation.
Everything isn't meant to be okay.
Television dreams of tomorrow.
We're not the ones who're meant to follow.
For that's enough to argue.
Well maybe I'm the faggot America.
I'm not a part of a redneck agenda.
Now everybody do the propaganda.
And sing along in the age of paranoia.
Welcome to a new kind of tension.
All across the alienation.
Everything isn't meant to be okay.
Television dreams of tomorrow.
We're not the ones who're meant to follow.
For that's enough to argue.
Don't wanna be an American idiot.
One nation controlled by the media.
Information age of hysteria.
It's calling out to idiot America.
Welcome to a new kind of tension.
All across the alienation.
Everything isn't meant to be okay.
Television dreams of tomorrow.
We're not the ones who're meant to follow.
For that's enough to argue.
Kalau di Indonesia ada yang bikin lirik sejenis itu dengan judul Indonesian Idiot,dicekal nggak ya? Keberanian macam inilah yang tak dimiliki musisi kita.
Simak juga lirik sedih mereka dalam "Wake Me Up When September Ends" yang bikin saya mau nangis kalau melihat video klipnya.
Oh Green Day, walau kalian dan saya tak lagi hijau, kalian sungguh selalu membuat saya merasa hijau alias muda. Yeah, Green Day Always Makes Me Green!
Friday, January 06, 2006
I-N-T-E-R-M-E-Z-Z-O P-E-N-U-L-I-S
Waduh, ngga disangka ya entry-entry blog saya mendapat komentar rame. Herannya, entry yang disambut dengan komentar seru adalah yang memojokan lelaki. Sedangkan entry yang "bersahabat" dengan lelaki malah cenderung sepi komentar.Ini mengingatkan saya pada mitos jurnalistik yang berbunyi: "bad news is a good news". Jadi apa saya harus menulis hal-hal negatif terus supaya dapat komentar rame? Hihihi. Kata temen sih, "Iya Mer, lu kudu nulis yang ancur-ancuran biar yang baca rame. Sebab kalo nulis yang datar aja, kagak seru."
Pantes ya koran Lampu Merah dan Pos Kota yang kata Ruri "Kalo diperes itu koran yang tersisa cuma darah dan sperma." laku bak kacang goreng. Juga buku esek-esek model Jakarta Undercover-nya Moamar Emka selalu jadi besteller.
Saya jadi bertanya-tanya, apa iya pembaca kita sudah sedemikian parahnya? Hanya mencari kehebohan dan kontroversial belaka? Okay deh, ngga mau pusing soal itu. Saya cuma mau mengklarifikasi berbagai komentar yang masuk di entry-entry blog ini. Thanks berat sudah mau capek-capek berkomentar dan membaca blog saya.
Pertama, blog ini saya buat sekadar mengisi waktu luang di tengah kesibukan saya sebagai jurnalis. Awalnya bukan blog, melainkan kumpulan tulisan di PC rumah. Saya memperlihatkannya pada teman. Katanya bagus dan kenapa ngga dipublikasikan. Jadi ya saya iseng aja bikin blog ini. Eh, keterusan di-update terus.
Kedua, kenapa isinya melulu soal cewek-cowok? Sebab tulisan ini saya buat untuk kompensasi aja. Curhat, curahan kejahatan. Jadi pikiran jahat yang nggak mungkin terealisasi di dunia nyata, saya curahkan ke sini semua. Hehehe.
Ketiga, apa saya benci lelaki? Buat yang kenal saya tentu akan heran. Sebab mayoritas teman saya sejak zaman sekolah dulu adalah lelaki. Saya baru punya teman baik perempuan sejak bekerja saja. Yang saya kritik bukan semua lelaki, melainkan sebagian lelaki yang masuk kategori tidak menyenangkan. Jadi kalau ada lelaki baik yang membaca blog ini ya nggak perlu tersinggung lah. Ibaratnya saya bilang : monyet itu jelek. Kalau anda bukan monyet ya jangan marah. Biar monyetnya yang baca aja yang merasa tersindir. Dan semoga memperbaiki wajahnya dengan operasi plastik. Wakakakak!
Keempat, tidak semua entry saya diangkat dari kisah nyata walau sebagian memang ada. Banyak juga yang cuma fantasi. Yang terakhir, Sexyna Comedia malah cuma olok-olok iseng. Jadi ya nggak usah diambil hati. Anggap saja sebagai hiburan.
Kelima, apa benar tulisan saya mencerminkan siapa saya? Ah belum tentu. Apakah Nawal el Saadawi yang buku-bukunya begitu "kejam" terhadap lelaki adalah pembenci lelaki? Tidak. Dia punya suami yang sangat mencintainya. Apa iya Agatha Christie adalah detektif karena semua bukunya adalah buku detektif? Tidak juga kan?
Keenam, apakah saya menyiksa diri? Kan sudah dibilang, blog ini hanya pengisi waktu senggang. Masak mengisi waktu sengang dengan menyiksa diri? Duh, saya bukan penganut sado masokis deh. Menulis adalah salah satu hobi saya selain membaca, makan, nonton, denger musik, dan jalan-jalan. Yang saya masukan kategori menyiksa diri adalah bengong tanpa berbuat apapun. Hehehe. Sebab saya memang orangnya ngga bisa diam.
Ketujuh, tulisan ini semuanya subyektif? Ya namanya juga blog. Apa bedanya dengan buku harian? Masak harus wawancara sama para pakar untuk nulis blog? Saya jurnalis, jadi sudah bosan wawancara melulu sama menteri, pakar IT, pakar sains, orang LSM, pakar politik dan banyak lagi. Biarlah di blog ini saya bebas mencurahkan semua unek-unek baik yang positif maupun negatif. Kalau mau baca tulisan saya yang obyektif, beli saja harian Sinar Harapan. Di halaman Iptek, Lingkungan dan IT ada tulisan saya yang sangat jauh dari subyektif. Atau klik saja panel "My Features" di bagian "link" blog ini. Itu ada kumpulan tulisan saya di media massa.
Nah, temans semua, sudah jelas kan? Silakan lanjut membaca dan berkomentar. Tanpa perlu menuduh saya penyiksa diri, pembenci lelaki, dan macem-macem yang aneh. Saya masih normal. Mana mungkin saya membenci lelaki kalau faktanya saya masih nge-fans sama Eminem dan Bono U2???
Ciao!
Thursday, January 05, 2006
Sexyna Comedia*

*Plesetan dari Divina Comedia-nya Dante Aligieri, penulis Italia.
POLIGAMI
*Saya sangat setuju dengan poligami, selama poliandri juga disyahkan oleh agama dan negara. So...kapan nih poligami dan poliandri bisa sama-sama ngetrend???*
PERNIKAHAN
*Desakan untuk cepat menikah oleh mereka yang sudah menikah dilakukan dengan motivasi utama: mencari teman sependeritaan.*
*Jika desakan itu dilakukan oleh mereka yang belum menikah, maka modus operandinya adalah untuk mengurangi saingan mencari TTM.*
GAY dan LESBI
*Mari kita hargai para gay dan lesbi, sebab mereka sangat bermanfaat dalam pengurangan kepadatan populasi dunia. Bisa dibayangkan kalau sedunia ini isinya kaum heteroseksual semua, maka jumlah penduduk bisa dua kali lipat dari sekarang!!!*
LELAKI
*Benar kata Lucee, bahwa bagian tubuh lelaki yang penting itu hanya spermanya saja. Mari kita suruh mereka ke bank sperma, lalu hidangkan makanan lezat mengandung racun pada mereka. Setelah kaum lelaki tiada, maka bumi damai sentosa. Bebas dari kasus perkosaan.*
LABA-LABA
*Alangkah indahnya jika perempuan sedunia punya kemampuan seperti laba-laba jenis black widdow. Mereka langsung membunuh suaminya setelah berhubungan intim. Lalu cari suami lain. Ini untuk mengimbangi begitu banyak kasus dimana para lelaki kerap tega menghabisi istrinya setelah making love.*
Sunday, January 01, 2006
Revolusi Seksual 2006
Berikut pemikiran-pemikiran yang harus direvolusi pada setiap kepala perempuan pada 2006 ini. Didasari atas refleksi 2005.
1.Belahan jiwa alias soulmate tidak perlu dicari. Jiwa kita adalah milik kita seutuhnya. Jadi hentikan buang waktu menunggu prince charming yang diyakini sebagai belahan jiwamu. Our state of mind and soul is absolutely OURS!!!
2.Hapus pemikiran bahwa lelaki buruk rupa, miskin atau bodoh bisa menjadi lelaki setia, jujur dan sehidup semati. Ingat teori “Membeli Anjing”. Maka jangan percayai pasanganmu yang buruk rupa, miskin dan bodoh. Mereka tetap berpotensi selingkuh atau meninggalkan dirimu.
3.Setiap perempuan adalah Superwoman. Jangan mengandalkan lelaki untuk mengambil keputusan apapun dalam hidup. Kita mampu memilih yang terbaik bagi diri kita. Hentikan ketergantungan terhadap lawan jenis.
4.Kebahagiaan itu diciptakan, bukan dicari. Stop melalangbuana tak tentu arah mencari kebahagiaan. Kebahagiaan juga tidak tergantung oleh siapapun, tapi diri sendiri.
5.Jika tak ingin mengalami pelecehan seksual, jangan sesekali membuat dirimu terkesan gampangan. Bahkan demi kebaikan kaummu, jangan bersikap demikian. Perempuan centil, genit dan berbaju sexy cenderung membuat perempuan lain menjadi sasaran pelampiasan pelecehan seksual oleh lelaki. Jadi imbasnya meluas.
6.Stop berharap berkomitmen dengan lelaki. Mereka mahluk yang paling takut dengan komitmen walau bersikap seolah berani. Komitmen juga berpotensi menyakitkan bagi siapaun yang terlibat di dalamnya. Mulai dari yang kelas teri sampai kakap,pernikahan yang dikuatkan oleh hukum, agama, bahkan perjanjian pra nikah sekalipun.
7.Jangan menikah karena desakan orang lain, demi status sosial, gengsi takut dibilang ngga laku, takut kesepian, atau demi harta. Fatal akibatnya.
8.Penganiayaan fisik dan mental tidak bisa dianulir. Istri atau pacar dari lelaki yang suka menyiksa harus tegas, memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Jangan termakan perasaan sentimentil “demi cinta”, “demi anak” dan sejenisnya. Ingat, tiap perempuan adalah Superwoman. Kita mampu berdiri sendiri tanpa kehadiran lelaki. Lebih baik sendiri ketimbang hidup dengan lelaki psikopat!
9.Tanggalkan segala jenis perasaan cengeng, rendah diri, lemah, hanya karena kita perempuan.
10.Selalu memperkirakan hal terburuk akan terjadi dalam segala hal. Dengan demikian mental kita akan selalu siap atas apapun.
1.Belahan jiwa alias soulmate tidak perlu dicari. Jiwa kita adalah milik kita seutuhnya. Jadi hentikan buang waktu menunggu prince charming yang diyakini sebagai belahan jiwamu. Our state of mind and soul is absolutely OURS!!!
2.Hapus pemikiran bahwa lelaki buruk rupa, miskin atau bodoh bisa menjadi lelaki setia, jujur dan sehidup semati. Ingat teori “Membeli Anjing”. Maka jangan percayai pasanganmu yang buruk rupa, miskin dan bodoh. Mereka tetap berpotensi selingkuh atau meninggalkan dirimu.
3.Setiap perempuan adalah Superwoman. Jangan mengandalkan lelaki untuk mengambil keputusan apapun dalam hidup. Kita mampu memilih yang terbaik bagi diri kita. Hentikan ketergantungan terhadap lawan jenis.
4.Kebahagiaan itu diciptakan, bukan dicari. Stop melalangbuana tak tentu arah mencari kebahagiaan. Kebahagiaan juga tidak tergantung oleh siapapun, tapi diri sendiri.
5.Jika tak ingin mengalami pelecehan seksual, jangan sesekali membuat dirimu terkesan gampangan. Bahkan demi kebaikan kaummu, jangan bersikap demikian. Perempuan centil, genit dan berbaju sexy cenderung membuat perempuan lain menjadi sasaran pelampiasan pelecehan seksual oleh lelaki. Jadi imbasnya meluas.
6.Stop berharap berkomitmen dengan lelaki. Mereka mahluk yang paling takut dengan komitmen walau bersikap seolah berani. Komitmen juga berpotensi menyakitkan bagi siapaun yang terlibat di dalamnya. Mulai dari yang kelas teri sampai kakap,pernikahan yang dikuatkan oleh hukum, agama, bahkan perjanjian pra nikah sekalipun.
7.Jangan menikah karena desakan orang lain, demi status sosial, gengsi takut dibilang ngga laku, takut kesepian, atau demi harta. Fatal akibatnya.
8.Penganiayaan fisik dan mental tidak bisa dianulir. Istri atau pacar dari lelaki yang suka menyiksa harus tegas, memikirkan keselamatan dirinya sendiri. Jangan termakan perasaan sentimentil “demi cinta”, “demi anak” dan sejenisnya. Ingat, tiap perempuan adalah Superwoman. Kita mampu berdiri sendiri tanpa kehadiran lelaki. Lebih baik sendiri ketimbang hidup dengan lelaki psikopat!
9.Tanggalkan segala jenis perasaan cengeng, rendah diri, lemah, hanya karena kita perempuan.
10.Selalu memperkirakan hal terburuk akan terjadi dalam segala hal. Dengan demikian mental kita akan selalu siap atas apapun.
Thursday, December 29, 2005
Bridget Jones Syndrome (BJS)

Masih seputar SMS. Hanya kali ini khusus SMS antar teman perempuan. Apa yang dilakukan para perempuan lajang di kala senggang? SMS! Dengan dua syarat tentu: pulsa masih banyak dan full baterry. Apa yang diketikkan di SMS-SMS tak berguna itu? Semua kegiatan sedetail-detailnya. Sampai ke urusan makanan yang merangsek ke dalam perut.
“Gue selama cuti makan mulu. Ini baru aja nambah piring kedua. Abis sambel terasinya enak banget.”
“Gue tadi bikin makaroni schotel, setengah loyang dimakan sendiri. Barusan makan nuget sama kentang goreng. Ngga sehat banget ya?”
“Wah, rasanya badan gue ndut banget. Kulit gue sampe putih gara2 melar.”
Begitu kira-kira SMS gila tak keruan. Wahai para provider selular, berterimakasihlah pada kami para perempuan lajang, sebab SMS sampah kami membuat income kalian meningkat! Hahaha!
Bukan SMS yang saya fokuskan di sini. Tapi masalah makanan. Sejak menjomblo, saya beserta dua sobat perempuan merasakan makanan adalah surga dunia. Kami punya jadwal kusus sejak dua bulan lalu untuk melakukan rendezvous di arena makanan lezat. Alasannya, “Otak kita jenuh sama kerjaan, butuh refreshing, makanan enak dan saling curhat. Girltalk!”
Memang, kumpul bersama teman karib saat ini adalah kebutuhan yang mahal. Selain sama-sama sibuk, kita juga kerap terjebak dalam aneka jadwal skedul, rutinitas yang membuat waktu luang nyaris tak ada. Ditambah macet Jakarta yang memakan waktu.
Maka makanan lezat dan kehadiran sahabat adalah dua hal berharga yang tak bisa dinilai dengan uang. Lebih manjur ketimbang harus membayar psikiater.
“Ayo kita berburu makanan enak. Asiiiik...gue jadi semangat!” Itu SMS seorang karib semalam.
Kalau yang dipikir hanya makanan enak, jangan heran kalau sekarang ada jerawat mirip anak Krakatau yang siap meletus di pipi kanan saya. Sepertinya harus mengumumkan kondisi SIAGA I, sebab gunung ini siap meletus kapan saja.
Dengan tak semangat saya pun mengetik SMS ini untuk membalasnya, “Apa karena kita jomblo, makanya ngga peduli penampilan lagi? Ndut dan jerawatan, cuek aja. Kita terkena Bridget Jones Syndrome (BJS)?”
Siapa sih tak kenal Brigdet Jones? Tokoh yang diangkat dari novel karya Hellen Fielding itu dengan sukses diangkat ke film. Diperankan oleh Renne Zellweger, Jones adalah perempuan lajang usia 30-an. Tubuhnya agak gemuk walau sesungguhnya masih ideal. Tapi ia merasa gemuk (tentu saja jika dibandingkan dengan Barbie).
Sekelilingnya juga menganggapnya gemuk. Makanan menjadi pelampiasan karena tak ada lelaki yang mencintainya. Saat hendak berkencan , ia setengah mati memakai korset agar terlihat langsing. Tapi ketergantungannya pada makanan susah dilepas.
Hmm... apakah BJS mulai menyerang aku dan sobat-sobat perempuanku? Memang masih banyak perempuan bertubuh lebih gemuk dan jerawat lebih parah dari kami. Jujur saja, di mata umum, tubuh dan penampilan kami masih sangat ideal. Maka...persetan dengan BJS. Kalau memang terserang BJS, kami asik-asik saja. Dan bahagia tentunya! Toh kami tak bernafsu menjadi perempuan kerempeng ala Barbie!
Sunday, December 25, 2005
SMS dan…ehm.. Lelaki

SMS itu lumayan mengejutkan. “GUE NGGA TAU. GUE BENCI SAMA MAHLUK YANG NAMANYA CEWEK. Kecuali nyokab sama nenek gue dink. Eh, tante sama sepupu gue pengecualian juga.” Kaget dan geli. Kaget karena teman saya yang lelaki juga bisa emosionil menghadapi masalah percintrongan. Geli sebab SMS yang emosionil itu masih ditambah embel-embel pengecualian.
Saya pun mem-forward SMS itu ke teman perempuan. Disertai keterangan, “Lucu ya dia, cowok tapi kayak kita kalo lagi stress. Marah-marah di SMS sama YM”.
Memang tidak semua kaum Adam bisa menumpahkan perasaan melalui SMS. Teknologi murah lagi simple itu tak selalu bisa diterima sebagai media komunikasi oleh tiap orang. Lelaki terkenal sebagai mahluk verbal yang lebih suka mengungkap pikiran dan perasaan secara lisan, bukan tulisan. Maka jangan heran kalau SMS dari teman lelaki cenderung pendek-pendek, hanya seperlunya saja. Sedangkan SMS yang ditulis kaum Hawa lebih padat, panjang dan mengungkap curahan hati.
Tapi teman lelaki satu ini memang beda. Ia tergolong “banci SMS”, begitu aku menjulukinya di testimony Friendster. Sebab ia memang doyan sekali berkirim SMS, entah hal penting atau tidak. Seru juga punya teman seperti ini. Di kala stress tiba-tiba saja datang SMS lucu darinya seperti, “Tadi pagi gue ngaca, kok uban nambah banyak ya?Ngga papa, jadi mirip Iwan Fals gue.”
Dan kemarin, SMS marah-marah mengutuki perempuan itu datang darinya. Padahal beberapa hari lalu ia masih berkirim SMS manis, “Gue mau kencan nih. Duh pake baju apa ya..”
Ada lagi teman lelaki lain yang tak kalah rajin ber-SMS. Bukan sekadar SMS biasa, lebih condong ke curahan hati. Para pehobi SMS ini biasanya akan berupaya membalas SMS kita juga dimanapun dan kapanpun. Pernah saya iseng meng-SMS teman pada pukul 12 malam. Ia membalasnya! Bahkan jam 2 dini hari pun kadang ada saja yang rajin ber-SMS-ria. Luar biasa.
Cowok-cowok sejenis ini memang bisa dihitung dengan jari. Tak semua lelaki senang memencet keypad ponsel untuk mengekspresikan dirinya. “Ribet, Mer. Mending kalo ketemu aja diomongin langsung. Atau nelpon sekalian,” begitu alasan seorang teman saat ditanya kenapa tidak suka ber-SMS.
Maka, pada teman-teman lelaki yang suka ber-SMS, kuucapkan thanks from the deepest of my heart. Kalian sungguh memahami jiwa kami. Dan SMS-SMS lucu serta kocak kalian akan selalu menghiasi Inbox ponsel kami. Maaf, ini bukan pesan sponsor salah satu provider ponsel lho.
Thursday, December 22, 2005
Ibu, Sini Kutonjok Wajahmu, Kata Anak Lelaki Itu

Di Hari Ibu, saya hanya bisa membeberkan fakta ini.
Sebuah kisah yang saya petik dari blog seorang teman. Teman ini adalah lelaki yang sadar bahwa tidak semua kaumnya bisa menjadi pelindung kaum perempuan. Justru sebaliknya, lelaki yang “gagah perkasa” bisa jadi boomerang bagi pasangan hidupnya. Bahkan menular ke anak lelaki yang berisiko bisa tumbuh jadi lelaki yang mencintai kekerasan terhadap lawan jenis.
Salut buat Iwan, si penulis . Sengaja saya copy paste di sini agar lelaki lain sudi membuka matanya.
(Sori Wan, gue edit ya tulisannya, abis puanjang buanget).
Jelang tengah hari itu (23/10/2005) di seputaran jalan gatsu bandung, saya, my queen, dan temennya my queen Intan baru mau masuk ke sebuah toko busana.
begitu pintu toko dibuka, keluar seorang bapak menggendong anak laki2nya yang nangis. tangisan anak itu kenceng sekali.
oleh sebab apa anak itu menangis? bila mengingat pengalaman sendiri, kemungkinan karena permintaan yang tidak dikabulkan, atau paling tidak kesel ama orang tuanya.
karena yang menggendong keluar toko si Bapak, kemungkinan anak itu lagi kesel sama ibunya. Anak laki2 itu berusia sekitar empat tahun. kakak laki2nya sekitar 7-8 tahun. Saat menghambur ke ibunya, Bapaknya bilang anak itu pengen digendong. Ibunya pun menggendong anak itu sambil berujar,"tapi jangan nonjok ya A?"
Anak kecil itu malah memekik, tangan kirinya yang kecil dan ringkih tapi sudah siap terkepal itu ia ayunkan ke belakang tubuh, dan berusaha menonjok ibunya di wajah.
Ibunya beberapa kali berusaha menangkis tonjokkan tangan terkepal yang kecil dan ringkih itu. berkali pula sia anak semakin memekik. karena upayanya terhalangi.
Kakak perempuannya yang menyaksikan terpana dan pilu hanya bisa meratap,"Udah atuh A, jangan..."
Si Ibu kemudian dengan setengah paksa menurunkan anak itu. dan menolak menggendongnya lagi. dan si Bapak yang sama sekali tak berusaha melerai upaya penonjokkan itu, membawa kembali anak itu ke luar toko.
Ada satu lagi saudara dari keluarga itu. Perempuan dewasa. Dia juga terlihat tidak ikut campur dengan keadaan tersebut. Sepertinya dia tidak tinggal serumah dengan keluarga itu
Saya yang hanya beberapa sentimeter ikut terpana. dan sempat mau ikut campur untuk menahan tangan yang kecil dan ringkih dari anak itu untuk menonjok ibunya. sedikit geram melihat si Bapak yang tak berusaha menahan anak laki2nya itu. malah jadi terkesan membiarkan. atau apakah karena adegan itu sudah biasa terjadi, di rumah mereka? Atau di mana saja ada pemantiknya hingga adegan seperti itu harus berulang?
Masih jadi misteri sebenarnya, apa yang menyebabkan anak itu menangis keras. dan tumpahan kekesalannya adalah harus menonjok ibunya, di wajah.
Belum berapa lama, masih dalam keadaan menangis anak laki2 itu kembali masuk toko. Rupanya si Bapak tak mampu menenangkan anak itu di luar. Si Ibu dan kakak perempuannya tengah berada di kamar pas. Si Bapak mengetuk pintu kamar pas, dan anak kecil itu pun ikut masuk ke kamar pas. Si Bapak kemudian kembali ke luar toko. Saat membuka pintu, ntah kenapa matanya sempat beradu pandang dengan saya.
Sorot matanya ke saya susah saya jelaskan. Yang jelas sosoknya tinggi besar. Biasa saja. Saya hanya bisa berujar dalam hati Bapak itu termasuk beruntung bisa mendapatkan istri yang cantik. Anak perempuannya juga cantik, mirip ibunya. Sedang anak laki2 itu mirip bapaknya. Biasa. Jadi terlihat menyebalkan meski masih anak-anak, karena menyaksikan gesturnya saat hendak menonjok ibunya.
Sambil jongkok Ibu itu bilang dengan pasrah, dengan wajah setengah disodorkan ke anak laki2nya yang berdiri di hadapannya,”Ya sok atuh A, tonjok.”
Dan Bukk!! Ternyata tangan yang kecil dan ringkih itu sangat cukup membuat si Ibu kesakitan. Sambil mengaduh serta merta si Ibu kedua tangan si ibu menutup wajahnya. Kakak perempuan anak laki2 itu kembali bilang,”Sudah atuh A, jangan.”
Si anak laki2, dia terdiam dan tangisnya terhenti karena objek tonjokannya tertutup. Tapi gesturnya tetap siap untuk menonjok. Sesaat kemudian si Ibu itu menghambur keluar kamar pas dengan wajah menahan nyeri dan tangis. “Sudah ah, moal bener.”
Dan saat itu juga si anak laki2 itu kembali memekik keras-keras. Saya yang terpana hanya bisa menduga-duga. Si anak laki2 itu kembali menangis karena dia belum puas menonjok ibunya. Si anak laki2 itu kembali menangis karena ibunya pergi dari hadapannya.
Dugaan saya, terdiamnya si anak laki2 itu tapi dengan gestur masih siap menonjok, hanya karena Ibunya langsung menutup wajah dengan kedua tangannya. Andai si Ibu tidak kesakitan seperti itu, apa yang akan saya saksikan sepertinya si anak laki2 itu akan menonjoki ibunya. Tidak hanya menonjok.
Di mobil, setelah saya, my queen, dan Intan juga selesai berbelanja di toko itu dan menuju ke tempat lain, saya ceritakan apa yang saya saksikan tadi. Terutama kejadian di kamar pas itu ke my queen. My queen percaya, anak sekecil itu tidak mungkin bisa berbuat demikian tanpa ada yang mengajari. Atau paling tidak mendapat contoh yang ia saksikan sendiri.
Kalau pun ada yang mengajari, siapa? Kakak perempuannya seperti tidak mungkin. Karena dia dengan semampunya berusaha menghindarkan aksi penonjokkan itu. Dengan usaha hanya melalui ucapan, itu pun dengan nada yang terdengar meratap, selama ini pun (andai memang aksi itu kerap atau cukup sering terjadi), kakak perempaun itu memang juga tersiksa secara batin sebagai penyaksi aksi tersebut.
Kalau pun anak laki2 itu mendapat contoh (untuk menonjok dan menonjokki ibunya) dari contoh buruk teramat kejam yang ia saksikan sendiri, lalu siapa yang suka ia saksikan menonjok atau menonjokki ibunya itu?
Ingatan saya kembali ke detik2 ketika dua sorot mata itu beradu pandang dengan saya. saat sosok badan tinggi besarnya membuka pintu hendak keluar toko.
Wallahualam bisshawab. Ya Allah, tolong Ibu itu. selamatkan dirinya dari kehinaan manusia. Semoga keselamatan selalu menyertai Ibu itu. Semoga tidak lagi tonjokkan2 yang menerpa wajahnya. Semoga kekerasan (dan sudah mengakar itu) enyah dari raga dan batinnya. Amien.
Teori Emansisapi
Emansisapi (sengaja bukan emansipasi, sebab saya muak dengan satu kata itu) adalah persamaan hak lelaki dan perempuan yang dihembuskan oleh kaum lelaki ke telinga perempuan dengan janji muluk.
Jika ada ibu-ibu menggendong anak bayi dengan tas gembol berat di pundak,berdiri berdesakan di kereta atau bis, maka kaum lelaki bisa bebas terus tidur dengan nyaman di kursinya. Alasannya: "Kan emansipasi."
Kalau ada perempuan yang terjebak menikahi lelaki pengangguran, maka si perempuan banting tulang menafkahi keluarga sementara si lelaki makan tidur dan bikin anak melulu. Alasannya: "Kan emansipasi, udah zamannya perempuan cari duit."
Dan seterusnya..dan seterusnya...Emansisapi? Huek!
Jika ada ibu-ibu menggendong anak bayi dengan tas gembol berat di pundak,berdiri berdesakan di kereta atau bis, maka kaum lelaki bisa bebas terus tidur dengan nyaman di kursinya. Alasannya: "Kan emansipasi."
Kalau ada perempuan yang terjebak menikahi lelaki pengangguran, maka si perempuan banting tulang menafkahi keluarga sementara si lelaki makan tidur dan bikin anak melulu. Alasannya: "Kan emansipasi, udah zamannya perempuan cari duit."
Dan seterusnya..dan seterusnya...Emansisapi? Huek!
Monday, December 19, 2005
Are You an Undomestic Goddes?

Hari minggu kemarin seharian menghabiskan waktu di rumah. Jadi orang rumahan. Melalap habis satu buku, Undomestic Goddes karangan Sophie Kinsella. Kisahnya simpel tapi menohok. Samantha, seorang lawyer hebat dengan kesibukan luar biasa. Tak pernah sempat bersantai karena selalu memikirkan karir. Sejak kecil ditempa oleh ibunya untuk jadi wanita karir sukses. Tak bisa masak, mencuci, menyetrika apalagi menisik.
Mendadak saja karirnya hancur dan ia terperangkap menjadi pelayan sebuah keluarga kaya. Ternyata...abrakadabra, dengan kemauan keras, ia bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sama cemerlangnya dengan karirnya sebagai lawyer!
Selesai membaca buku itu, saya bertanya: apakah saya undomestic goddes? Bukan orang rumahan? Tak berbakat mengerjakan tuga-tugas rumah? Jawabannya adalah: tidak. Walau sejak kecil tak pernah diajari memasak, menjahit, mencuci piring, menyapu, menyetrika, faktanya saya tetap bisa melakukan semuanya dengan mulus. Minimal masakan itu dibilang lezat oleh anak saya seorang.
Saya yakin, hampir setiap orang punya kemampuan untuk melakukan tugas domestik. Sehebat apapun karirnya, sejarang apapun mereka menginjakkan kaki ke dapur. Lelaki atau perempuan. Sebab tugas domestik adalah pekerjaan alami setiap manusia. Apa yang dilakukan manusia saat lapar dan tidak ada makanan di rumah atau rumah makan yang buka? Membuat makanan sendiri.
Sayangnya, kaum lelaki banyak yang merasa gengsi atau harga dirinya terinjak jika harus melakukan tugas domestik. Jadi begitu sampai di rumah, mereka mengandalkan anggota keluarga lain yang berjenis kelamin perempuan untuk melakukannya. Memang tidak semua. Namun mayoritas. Apalagi lelaki Indonesia yang biasa menganut azaz patriarki. Merasa dirinya hebat karena bergender lelaki. Merasa sudah melindungi keluarga, mencari nafkah, jadi beranggapan dirinya bisa terhina oleh tugas domestik.
Kalau sudah begini, saya merasa amat sangat bangga menjadi perempuan. Bisa mencari nafkah sendiri, melindungi keluarga sendiri, tapi juga mampu melakukan semua tugas domestik dengan baik. Apalagi seorang single parent, menjadi ayah sekaligus ibu bagi anaknya. Menjadi bos sekaligus babu di rumahnya sendiri. Alangkah hebatnya perempuan!!!Go to hell laki-laki sok gangsi!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)

