Sunday, June 04, 2006

Si Miskin Menyantuni Si Kaya?

“Saya adalah bandit. Saya hidup dari merampok orang kaya.”
“Saya seorang jentelmen, Saya hidup dari merampok orang miskin.”
(Man and Superman, A Comedy and Philosophy, Bernard Shaw)


Sadarkah anda bahwa orang kaya bisa hidup berkat orang miskin? Fakta menyakitkan itu saya alami baru-baru ini.

Akhir pekan kemarin saya mendapat SMS menyedihkan. Seorang bos side job saya menghentikan kontrak kerja. Alasannya tidak kuat lagi meng-hire saya. Telusur punya telusur, kebutuhannya membengkak karena seorang anaknya akan bersekolah di luar negeri. Hebat.

Di satu sisi saya bangga karena anak bos saya bisa sekolah di luar, sebuah kemampuan yang tak dapat dinikmati sembarang orang. Tapi di lain sisi, saya miris. Kenapa? Pendapatan yang saya dapat dari side job saya itu sangat membantu kepulan periuk nasi rumah saya. Berkat income tambahan tersebut, saya dapat sedikit menabung untuk kuliah anak saya kelak. Apa daya, income itu akan segera terputus.

Di obrolan dengan seorang teman saya mengeluh, “Demi anak bos sekolah di luar negeri, anak gue terancam ngga bisa kuliah..hiks!”
Si teman tertawa. Saya juga. Tawa sarkastis.

Orang miskin menyantuni orang kaya? Itulah yang terjadi di muka bumi ini. Rakyat kelaparan demi anak pejabat bisa belanja-belanji di Eropa. Pegawai kecil mengencangkan ikat pinggang agar istri bos besar dapat ke butik memborong gaun mahal dan emas berlian. Jadi ingat kasus Raja Louis ke berapa entah yang memaksa rakyatnya puasa agar ia selalu punya persediaan tepung buat dijadikan bedak.

Maaf, kali ini postingan saya bukan soal gender.

Friday, June 02, 2006

Proficiat, Halimah!


Saya pernah mencintai atau jatuh cinta dengan suami orang, pacar orang, kekasih orang, tunangan orang. Teman saya juga. Beberapa kawan pun demikian. Bahkan saudara saya demikian halnya. Yakin sekali, nyaris semua perempuan pernah mencintai lelaki beristri atau bertunangan.

Apakah dilarang mencintai, jatuh cinta, mengagumi lelaki yang sudah menjadi suami, kekasih, pacar, tunangan perempuan lain? Tidak. Sebab perasaan tak mampu dibendung. Cinta itu sama dengan benci. Bisa muncul tanpa alasan logis. Menghilangkan rasa cinta sama susahnya dengan menghapus rasa benci. Tidak ada perasaan yang salah.

Yang menjadi pokok masalah adalah, apakah kita akan melanjutkan perasaan itu ke tahap selanjutnya: mewujudkanya. Pada kasus Mayang Sari, ia mencintai Bambang Tri yang jelas sudah berkeluarga. Itu tidak salah. Yang salah adalah ketika Mayang tidak berusaha "tahu diri" menahan diri, menahan perasaannya dan berusaha mewujudkan rasa cinta itu. Kelamaan rasa itu berkobar, menjelma jadi rasa ingin memiliki. Muncullah niat buruk itu : merebut si lelaki dari empunya yang syah.

Sekali lagi saya ulangi, saya pernah mencintai lelaki beristri. Lucky me, saya tidak kebablasan seperti Mayang Sari. Saya tahu diri, bisa mengendalikan rasa itu dengan logika. Bayangkan saja kalau saya ada di posisi Halimah.

Kini yang menjadi masalah adalah apakah si empunya lelaki yang syah akan mempertahankan si lelaki atau tidak. Bukan tentang cemburu, otoritas dan sejenisnya, namun lebih kepada mempertahankan apa yang sudah dimiliki.

Walau saya pernah mencintai lelaki beristri, saya tetap menyerukan : PROFICIAT, HALIMAH! Pertahankan apa yang sudah kau miliki!

Thursday, May 25, 2006

Buku Bodoh dari Penulis Lelaki Bodoh



Belakangan ini saya sering menemukan buku aneh-aneh di toko buku. Saya lupa judul pastinya, yang jelas buku aneh itu misalnya berjudul "Kesalahan yang Banyak Dilakukan Perempuan dalam Berbisnis", atau "Bagaimana mengetahui Lelaki itu Tidak Benar-benar Mencintai".

Yang membuat saya geli adalah, judul-judul itu bodoh sekali. Mungkin yang bodoh memang penulisnya, atau penerbitnya, atau justru mereka sengaja ingin membuat perempuan terkesan sebagai mahluk bodoh. Sedemikian bodohnya sampai harus ada buku khusus tentang melakukan sesuatu atau menanggapi sesuatu.

Karena penasaran, saya membaca selintas salah satunya. Di satu buku dikatakan perempuan sering gagal dalam berbisnis karena jarang mengucapkan istilah-istilah ekonomi yang berkesan keren seperti "revenue", "BEP" dan sejenisnya. Dinasihatkan agar perempuan lebih banyak mempelajari istilah-istilah itu dan mengucapkannya pada even tertentu agar lawan bicara merasa terkesan.

Buku lain sangat remeh sekali isinya, yakni bagaimana perempuan mengetahui apakah seorang lelaki benar-benar mencintainya atau tidak. Hmm, kalau tak salah penulisnya adalah penulis Sex and The City. Di buku itu dibeberkan tanya jawab antara beberapa perempuan yang bingung mengartikan respon lawan jenis mengenai perasaan cintanya dengan sang penulis. Misalnya, "Mengapa dia tidak meneleponku?" atau "Mengapa dia tidak mengajakku menikah?". Yang menjengkelkan, penulis lelaki menjawab semua pertanyaan itu dengan nada yang merendahkan si penanya. Padahal jelas penanya adalah tokoh rekaan si penulis sendiri. Menggelikan!

Lalu kembali saya merenung. Kenapa para lelaki membuat buku-buku khusus untuk perempuan dan mengajari mereka bagaimana seharusnya berbuat atau bersikap. Apakah para lelaki itu sudah pernah menjadi perempuan? Atau justru mereka sesungguhnya perempuan?

Come on, tidak ada yang bisa memahami perempuan kecuali perempuan itu sendiri. Berhentilah menulis buku-buku bodoh dengan judul bodoh dan isi bodoh untuk perempuan. Kami sudah tahu apa yang harus kami perbuat tanpa harus membaca buku-buku bodoh yang dibuat oleh penulis lelaki bodoh.

Thursday, May 18, 2006

Tak Berjudul

..dan aku tak lagi mau berpuisi
tapi apa daya hidup begitu indah
sampai-sampai kunikmati debu jalanan menerpa wajah
dari jendela metro mini dan bajay
nyaris setiap hari

..dan aku pernah bersumpah, tak mau lagi bersastra
namun apa daya hari-hari teramat merdu
semerdu kaleng rombeng pengamen cilik yang dipukulkan ke tangannya yang kapalan
memekakan gendang telinga
sementara bau tengik bajunya merangsek ke lubang hidung

kurasa ini bukan puisi
sebab aku benci puisi
bukan pula sastra
sebab dunia sastra penuh pura-pura
jadi apa?
timbunan kata saja, barangkali

Thursday, May 11, 2006

The Strong Lady Behind A Man

Pagi tadi, pukul 6.15 pagi, aku melihat seorang ibu setengah baya sibuk mengangkati botol dan jirigen bensin. Banyak dan berat. Dari rumahnya menuju ke lapak penjualan bensin eceran di pinggir jalan. Itu bukan yang pertama kali, tapi setiap hari, setiap pagi.
Lapak bensin eceran itu milik suaminya. Pagi tadi aku iseng bertanya pada ibu kurus, agak tua tapi perkasa tersebut.

“Kok ibu yang ngangkuti bensin-bensinnya? Suami ibu kemana?”
“Masih tidur, neng. Jadi saya yang ngisiin jirigen, sekalian ngangkatin kesini. Ntar agak siang dia baru yang jualan.”
“Ibu bangun jam brapa tadi?”
“Wah, jam 3 juga udah bangun, neng. Masak, ngisiin bensin, bebenah. Bentar lagi mau nyuci ama ke pasar,” ia menjawab dengan senyum sumringah.
“Suami ibu kerjanya hanya jualan bensin aja kan? Ngga ada kerjaan lain?”
“Ngga neng. Itu juga cuma sampe siang. Udahnya ngaso di rumah. Saya jadi tukang cuci di tempat kos mahasiswa.”


Perbincangan sederhana itu membuat saya berpikir rumit sekali. Kalau saya tidak salah, penjaga lapak bensin itu seorang lelaki bertubuh tinggi besar. Saya hapal karena tiap hari melalui jalan itu. Alangkah mirisnya, lelaki tinggi besar gagah kerjanya hanya jaga bensin eceran dan ngaso di rumah. Sementara istrinya yang kurus kering kerja keras mengurus rumah, mengangkuti jirigen berat, bangun jam 3 pagi. Belum urusan anak-anak.

Saya sangat salut pada ibu kurus itu. Betapa semangat dan tenaga luar biasa tersimpan di tubuhnya yang renta. Dan suaminya di mata saya tak lebih dari MONYET TOLOL PEMALAS TAK PUNYA OTAK DAN PERASAAN.

Jadi ingat kisah seorang teman lelaki yang berprestasi di kantornya. Dipuji atasan sebagai orang pintar membuat surat perjanjian dalam bahasa Inggris. Usut punya usut ternyata istrinya di rumah yang membuatkan surat itu. Istrinya waktu kuliah jurusan sastra Inggris dan langganan dapat IP 3,8. Si suami yang dulu hanya mahasiswa tolol jadi naik pangkat berkat jasa sang istri membantu pekerjaannya.

Hmmm mau tak mau ingat almarhumah Bu Tien, ex ibu negara kita. Setelah beliau wafat, karir politik suaminya, ex presiden Soeharto, terus merosot. Sudah banyak yang tahu bahwa di balik kejayaan Soeharto dulu, ada jasa Bu Tien yang sangat luar biasa membantu. Ibu manis berlesung pipit itulah yang sesungguhnya The Strong Lady Behind a Man. Tabik buat para perempuan luar biasa di seluruh dunia!

Thursday, May 04, 2006

Don't Hate Me Because I am Pretty!


Seorang teman menulis dalam blognya, “Apakah cantik itu menguntungkan?” Hmmm. Jadi ingat cerita nenek saya almarhum. Nenek yang saya panggil “mama” sejak kecil itu bertutur begini kira-kira: “Kalau ada dua gadis yang sama-sama pintar, satu cantik dan satu jelek maka yang akan sukses justru yang jelek.”

Saya yang waktu itu masih sangat belia nengerutkan kening karena heran. “Kenapa bisa begitu?”

Beliau menjawab, “Sebab yang cantik akan banyak mengalami godaan dari lelaki dan terganggu perjalanan karirnya. Sementara yang bermuka jelek tidak akan mengalami banyak godaan, sehingga pelajaran sekolah dan pekerjaannya akan berhasil.”

Saat itu saya mungkin masih berusia 10 atau 11 tahun. Tidak tahu apa yang dimaksud dengan “godaan lelaki”. Jadi saya hanya terdiam dalam kebodohan. Mengiyakan saja tanpa tahu pasti apa maknanya.

Selang beberapa tahun kemudian, ketika menginjak masa remaja, saya mengalami juga yang namanya “godaan lelaki”. Mulai banyak teman lelaki yang menawarkan jadi teman dekat. Melihat lelaki tampan pun saya terpesona. Konsentrasi ke pelajaran mulai terganggu. Itu terus berlangsung berulang-ulang sampai kuliah. Sebaliknya, teman perempuan saya yang tidak terlalu banyak “dilirik” lelaki tidak sebegitu terganggu seperti saya. Sekolah dan kuliahnya berjalan lancar tanpa banyak gangguan lawan jenis.

Bukan saya mengkategorikan bahwa saya cantik dan teman saya itu jelek. Sama sekali bukan. Mungkin saya beruntung mewarisi senyum manis mendiang nenek dan ibu saya. Mungkin itu yang membuat saya mengalami banyak “godaan lelaki” seperti yang dikatakan nenek saya tercinta dulu.

Hari ini, saya sudah berhasil melalui saat-saat sulit dimana “godaan lelaki” begitu berat rasanya. Sudah bisa bangkit dari keterpurukan akibat “godaan lelaki”. Thanks God!
Tapi kadang saya masih mengalaminya juga. Namun berkat kedewasaan dan kebijakan yang tumbuh seiring usia, godaan itu dapat saya netralisir sendiri.

So, apakah cantik itu menguntungkan? Kadang ya, kadang tidak. Tak heran kalau Eka Kurniawan menulis buku “Cantik Itu Luka”. Dan ada juga T-shirt bertulis, “Don’t hate me because I am Pretty!”.

Saya bilang cantik lho, bukan sexy. Hmm para penentang pornoaksi dan pornografi tidak membenci perempuan cantik kan? Hehehe.

Thursday, April 27, 2006

Pelecehan Seks Model Baru?

Kisah ini didapat dari seorang teman. Sebuah pengalaman memilukan . Kadang membuat saya menyesal dilahirkan sebagai perempuan.

Kemarin, 27 Maret 2006, seperti biasa saya pulang dari kerja di RSCM naik bus patas pulang ke kota. Kebetulan duduk agak depan kanan. Kira2 di dekat Kwitang, saya yang lagi ngantuk2 kaget mendengar kegaduhan di baris belakang. Semua penumpang
menengok ke belakang. Ternyata ada 2 orang bapak2 yang sedang
marah2 dan ngamuk terhadap 3 orang wanita yang duduk bersama di belakang.

Ketiga wanita ini masih muda, sekitar 25 tahun, duduk bertiga dengan dandanan mahasiswi, berkaus lengan pendek dengan celana jeans. Kedua orang yang ngamuk ini berusia sekitar 40 dan 50 tahun, berbaju jubah putih panjang bercelana kain longgar, berkumis dan berjenggot lebat dan menggunakan pici dan surban.

Mereka marah besar dan menuduh ketiga wanita yang duduk ini melakukan pornoaksi dan membuka aurat mereka, menyebabkan banyak pria melakukan dosa, dll. Sambil memarah mereka dengan campuran bahasa Indonesia, Arab dll dengan amat kasar
dan tak pantas. Terus menerus mengatakan murtad muted dan pujian pada Yang Di Atas.

Mereka akhirnya mengusir ketiga wanita ini di sekitar tugu tani ke luar bus. Sampai mereka turun di gang Petasan ke arah Mesjid Kebun Jeruk , mereka terus marah2 berdua, saling berdiskusi dengan suara garang dan keras sehingga terdengar ke seluruh bis, betapa sudah murtad dan tak bermoralnya Indonesia, betapa bangsa ini harus dicuci bersih, betapa semua orang sudah tak bermoral dan harus dikembalikan pada hakikatnya, dll.

Saya dan penumpang lain terus terang ketakutanjuga melihat kegarangan dua pendekar moral ini. Sesudah mereka turun, ramai kita bicara, rupanya kata penumpang ibu2 di
sekitarnya, 3 wanita tadi tak melakukan apa2, hanya masuk di Salemba dari
depan , melewati kedua bapak itu dan duduk ngobrol bersama, seperti biasa yang dilakukan orang2 di bus bersama rekan2nya. Tiba2 kedua bapak ini dari duduk di
depan bergegas ke belakang marah2.

Ibu2 di bis hampir semua merasa aneh, mereka semua rata2 berdandan sama, kaos lengan pendek, rok atau celana jeans namun mungkin karena sudah tua dan tak menggugah lagi, shingga dilepaskan oleh kedua bapak ini. Ini hanya kesaksian saya yang kebetulan
menyaksikan saja Bayangkan seperti biasa di Patas ke kota ini, yang naik bisa ber 5- 15 orang yang akan ke mesjid kebun jeruk itu, bagaimana bila mereka terus melakukan hal ini terhadap setiap perempuan yang menggugah mereka dan dianggap mereka membuka aurat dan tak bermoral. Tak lama pasti akan terjadi tindakan main hakim
sendiri
Kemarin itu ke3 wanita itu diusir dari bis, kalau para penegak moral itu, katakanlah ber 5-10, yang dimarahi itu sendiri atau berdua, dianggap sengaja merangsang siapa yang dapat menjamin tak terjadi tindakan kekerasan atau malah pelecehan seksual misalnya. Toh logika saya, para wanita itu sudah dipersepsikan sebagai perempuan bukan baik2, pasti tak ada salahnya dong di"apa apa kan"

Friday, April 21, 2006

Saya Perempuan dan Saya Bangga Karenanya!!!



A long long time a go, there's a girl who felt so shy to be a female. But nowadays, that girl became a lady who feel so proud for being a female.


Sore itu merambat malam. Baru aku melangkahkan kaki dari terminal Blok M yang semerawut, ke arah sebuah metro mini. Hari yang lelah setelah nonngkrong bareng teman-teman pengamen berambut gondrong. Aku bersepatu nike junggle, celana jeans ketat, kaos gombrong bergambar daun ganja dan tengkorak pemberian seorang teman. Rambut cepak dan gaya jalan sangat gagah.
Baru saja mendudukan pantat di bangku bis paling belakang, seorang cowok mencolek.
"Ada rokok?" Ia sok akrab.
Aku melengos ke arah jendela, berusaha tak peduli.
"Woi, ada rokok ngga?" Ia penasaran.
Aku masih cuek.
Kelamaan ia dongkol dan berujar, "Belagu amat, preman mana sih lu?"
Kehilangan kesabaran, aku berteriak dengan suara cempreng khas cewek, "Apa lu, beraninya lawan cewek?!"
Seisi bis menengok ke arah kami. Si cowok jelek tadi kaget karena tak menyangka aku perempuan. Dan ia langsung cabut menahan malu.

Itu kisahku beberapa tahun lampau, saat masih kuliah. Dan aku bangga kalau orang mengiraku sebagai cowok. Itu kurasakan sejak masa kecil dimana aku senang berdandan ala cowok. Orang kerap mengiraku Adi Bing Slamet kecil. Hihihi. Saya justru malu kalau terpaksa harus tampil dengan rok feminim pembelian ibu saya.

Hari ini, saya sudah lengkap sebagai seorang perempuan. Sudah pernah menikah dan melahirkan, dan kini membesarkan anak seorang diri. Apakah saya masih malu menjadi perempuan? Tidak sama sekali. Saya sangat bangga karenanya.

Mengapa? Hmmm, banyak sekali alasannya. Salah satunya adalah tingkah lelaki sebelah saya di bis yang memuakkan dalam perjalanan pulang kerja kemarin sore. Lelaki itu cukup parlente, rapi dan ganteng. Khas orang berpendidikan. Kesan pertama, saya lumayan tertarik. Tapi mendadak ia memasukan jari telunjuknya ke lubang hidungnya. Mengorek-orek upil. Dilakukan tanpa segan atau malu di hadapan saya. Ih, menjijikan.

Kalau saya lelaki, bisa jadi saya akan bertingkah menjijikan seperti itu. Untunglah saya perempuan!

Itu hanya segelintir sekali hal yang membuat saya bangga jadi perempuan. Masih ada miliaran alasan lainnya. Dan gadis yang dulu malu jadi perempuan itu kini sudah menjelma menjadi wanita yang sangat bangga dengan keperempuanannya!

Terimakasih, Kartini.

Sunday, April 16, 2006

Playboy...oh Playboy...



Di sela hujatan terhadap Playboy, ada satu Playboy yang saya suka. Justru saya berlangganan Playboy yang satu itu, yakni Playboy Kabel. Ini nama acara di SCTV yang tayang setiap sabtu sore. Kenapa saya suka dengan acara itu?

Playboy kabel adalah satu acara dimana pasangan kekasih diuji kesetiaannya. Misalnya Susi mengikuti acara itu untuk mengetes kesetiaan Tono pacarnya. Dirancanglah seorang cewek penggoda untuk menjebak Tono, katakan namanya Tini. Setelah tergoda, Tono diajak bertemu di suatu tempat dimana kamera tersembunyi mengintai. Apakah Tono setia pada Susi dan tidak akan terhanyut untuk selingkuh dengan Tini? Di sinilah letak serunya acara.

Dari sekian lama saya menonton Playboy Kabel, selalu saja pihak penguji adalah cewek. Korbannya selalu cowok. Dan 99 persen, cowok itu tergoda, berminat selingkuh, bahkan menjelek-jelekkan pasangannya di depan si cewek penggoda. Bisa ditebak, ending acara selalu berakhir "panas". Ada cewek yang menampar, meludahi cowoknya, menangis, menyiram minuman ke muka cowok, ketika mereka memergoki cowoknya selingkuh di depan pemirsa televisi. Ada juga cowok yang tidak terima sampai menampar balik ceweknya, memaki panitia acara dan banyak lagi.

Anehnya, kenapa tidak ada ya cowok yang berani menguji ceweknya dalam acara ini? Mungkin karena memang disesuaikan nama acaranya, Playboy Kabel. Kalau cowok mau menjebak cewek, berarti harus diganti jadi PLaygirl Kabel. Hihihi.

Tapi dari acara jahil ini terbukti sudah memang sebagian besar cowok mudah tergoda untuk selingkuh. Jauh lebih besar dari cewek.

Jadi ingat sebuah log chat dengan teman perempuan:
A: Cowok cenderung jadi playboy ya Mer, ngga kayak cewek.
M: Mungkin sebenernya cewek juga pengen jadi playgirl, cuma mikir dulu sejuta kali. Kalaupun ada, hanya cewek bermental baja aja yang bisa jadi playgirl.
A: Iya, kalau cowok jadi playboy, orang nganggep itu wajar. Tapi kalo cewek jadi playgirl, dianggap murahan.

Monday, April 10, 2006

Mayang-Bambang dan Gusti-Nia

Bagi pehobi infotainmen Indonesia, tentu setuju kalau saya bilang ada dua hot gossip yang sedang merebak saat ini.
1. Kelahiran bayi Mayang Sari-Bambang Trihatmojo
2. Tuntutan cerai Gusti Randa kepada istrinya, Nia Paramita.

Tunggu dulu, jangan tuduh saya wartawan gosip. Saya pribadi bukan pehobi infotainmen. Kebetulan pembantu dan kakak perempuan saya yang orang rumahan adalah pecandu acara itu. Jadi mau tak mau saya sedikit terkontaminasi.

Hot gossip pertama adalah tentang hubungan gelap Mayang-Bambang yang tidak pernah ada woro-woro menikah, tahu-tahu sudah “brojol” bayi. Padahal Bambang yang anak mantan presiden Soeharto itu sudah punya istri resmi, Halimah.

Jelas bahwa pangkal masalahnya adalah: Bambang selingkuh dengan Mayang sampai Mayang hamil. Tapi sejauh ini belum terdengar berita Halimah menuntut cerai atau membeberkan kebusukan suaminya ke publik. Terkesan Halimah adalah istri yang penyabar, baik dan pasrah.

Hot gossip kedua adalah Gusti Randa yang menuntut cerai istrinya Nia Paramita karena Nia dituduh selingkuh sampai hamil dan aborsi. Semua tingkah polah Nia dibeberkan oleh Gusti ke publik. Masyarakat otomatis menuding Nia adalah istri tukang selingkuh yang tidak bermoral. Penghianat suami. Pelacur. Dan semua tudingan buruk lain.

Dalam hati saya bertanya, “Kenapa Bambang tidak dituding sebagai suami tukang selingkuh, pelacur lelaki yang tidak bermoral?”

Kalau ditilik, kedua kasus tadi punya persamaan: sama-sama tentang pasangan yang tidak setia terhadap pasangannya sampai berakibat kehamilan pada perselingkuhannya. Tapi jelas terlihat bahwa Nia lebih banyak memetik kepahitan ketimbang Bambang. Suaminya yang pengacara (agak) ganteng itu tanpa segan membuka aib rumah tangganya. Sangat kontras dengan Halimah yang diam seribu basa. Padahal keduanya sama-sama korban penghianatan pasangan.

Kembali saya bertanya-tanya. Alangkah kasihan jadi perempuan. Harus selalu tabah walau dikhianati. Giliran berkhianat, harus menanggung malu dicerca suami sendiri dan masyarakat. Sebaliknya, lelaki justru selalu dimaklumi kalau mencak-mencak mirip orang gila saat dikhianati pasangan. Tapi ketika mereka berselingkuh, tak seorang pun berani mencerca.

Betapa adilnya dunia!!!

Tuesday, April 04, 2006

Gender Thing in Gadget


Sejak pakai iPaq 6365, ada saja yang protes. Bukan karena apa, tapi karena saya perempuan. Aneh ya?

Ini sebagian perbincangan itu.

S: Belum ada cewek pake iPaq
M: Lha gue bukan cewek?
S: Bukan...hihihi

E: Baru kali ini gue liat cewek pake iPaq
M: Emang dilarang?
E: Ya ngga sih, cuma aneh aja ada cewek pake gadget segede bagong
M: Lha, Nokia 9500 lebih gede dari iPaq. Banyak cewek yang make tuh..
E: Nokia emang desain buat cewek. Tapi iPaq...hmmmm mending pake XDA Mini deh lu


Ya ampuuun...gini hari masih berpikiran sexist! Masalah gadget pula! Kalau yang dimasalahkan adalah kodrati cewek-cowok yang tak bisa diubah, mungkin masih nyambung ya. Tapi ini hanya masalah gadget. Apakah ada aturan tertulis yang menyatakan gadget tertentu diperuntukan khusus buat cowok atau cewek? Hihihi saya jadi geli sendiri.

Pengalaman serupa pernah terjadi zaman kuliah doeloe. Waktu itu tren sepatu boot Caterpillar yang lebih top dengan simbol CAT warna hitam dan kuning. Karena suka, saya memakainya. Dan saya memanen kritikan dari teman.
"Ngga pantes cewek pake CAT, jadi terlalu gagah."

Bukan saya saja yang mengalami. Seorang teman perempuan yang memakai Nokia N-Gage ikut dikiritik. Kata teman cowok, "Ngga asik aja ngeliat cewek pake N-Gage."

Saya jadi berpikir, apa iya memang barang-barang tertentu sengaja dirancang buat jenis kelamin tertentu? Kalau produk perawatan muka atau badan, mungkin masih masuk akal harus dibedakan mana buat cewek dan cowok. Hmm...rok, lipstik, mascara..memang pasnya buat cewek. Tapi kok ada ya yang mengidentifikasikan gadget dengan gender. Lucu syekaleeee...

Ohya, ada lagi soal dompet. Saya tahu kalau dompet itu dibedakan antara dompet cewek dan cowok. Dompet cewek biasanya lebih panjang dan ramping, warnanya lebih bervariasi. Kalau dompet cowok cenderung warna hitam atau coklat saja dan lebih simple bentuknya. Kebetulan saya lebih suka yang terakhir ini. Kembali model dompet kerap jadi masalah tersendiri. Zaman sekolah dan kuliah, kalau belanja dengan teman-teman cewek, mereka protes, “Dompet bokap lu ya ,Mer?”

Weks, dilarang ya saya pakai dompet cowok?

Asal tahu saja, salah satu tokoh idola saya di masa lalu adalah Tank Girl. Tokoh kartun rekaan Jaime Hewlett dan Alan Martin yang gila, nge-punk abis, dan akrab dengan gadget-gadget maskulin. Kendaraannya saja tank. Jadi jangan heran kalau saya sedikit tergila-gila dengan benda-benda yang (kata orang) diperuntukan buat cowok.

Monday, April 03, 2006

Disney's Desperate Housewives



Lucunya..Hihihi..dari blog temen...BTW, saya ngga pernah lho nonton Desperate Housewives. Abis bukan housewife dan ngga desperate juga sih. Lagian Indosiar suka bluwek gambarnya..hihih.

Wednesday, March 29, 2006

Love is a Weird Thing


"Kadang-kadang kado valentine terindah tidak datang dengan bungkusan yang indah juga."

Ini memang bukan momen valentine. Jauh bahkan. Hanya mendadak saja teringat pada satu episode film serial televisi.
Dikisahkan Helga yang mencintai Arnold mati-matian ingin mengungkapkan cintanya yang lama terpendam. Pada hari valentine, ia menyamar sebagai sahabat pena Arnold dari Perancis. Tapi pada hari yang sama Arnold punya janji kencan dengan Ruth, cewek yang ditaksirnya.
Akhirnya Arnold menyusun rencana mengencani keduanya sekaligus di cafe yang berseberangan. Arnold harus mondar-mandir untuk menemani keduanya. Yang lucu, ternyata Helga yang di keseharian bersikap cuek jadi lebih berani terhadap Arnold karena ia menyamar sebagai orang lain. Pembicaraan mereka juga sangat nyambung. Kebalikan dari Ruth yang ternyata sama sekali tidak menarik untuk diajak ngobrol.

Helga adalah salah satu karakter dalam film kartun Arnold di Nickolodeon. Dia anak perempuan yang tomboy, selalu ingin jadi jagoan. Tidak cantik, karena memang ia tidak berusaha menjadi cantik. Arnold bahkan tidak memandangnya sebelah mata. Karena di keseharian Helga menutupi feelingnya terhadap Arnold dengan cara bersikap memusuhinya.

Faktanya, saat Helga menyamar jadi orang lain, keduanya saling cocok. Hmmm..another fact that LOVE is asomething really WEIRD!!! jadi, jangan salahkan saya kalau belum bisa mengerti apa itu LOVE sesungguhnya.

Wednesday, March 22, 2006

Banyak Anak Banyak Bencana

Pernahkah anda bertemu dengan keluarga pengemis? Pasti pernah, walau tidak mengenal. Sesekali mereka menyapa anda dengan tangan t6eracung meminta uang. Yang mengesalkan kalau kita sedang asik belanja di pasar atau menunggu bus, ada yang menoel-noel, lalu menyodorkan tangan dekil lagi bau ke muka kita. Dia memamerkan bayinya di gendongan.
Kalau diberi uang, tak lama anak-anak dekil menyusul meminta juga. Bergantian. Bersusulan. Mirip antrean beras murah.

Keluarga pengemis memang belum tentu keluarga kandung. Kadang tidak semuanya mengemis. Ada yang bapaknya preman, ibunya jualan di pasar, lantas anaknya disuruh mengemis. Tapi pernah suatu kali di emperan Sarinah saya tidak sengaja menguping pembicaraan sesama pengemis. Ternyata keduanya suami istri. Si istri sedang menanyakan dimana empat anak mereka. Sang suami menjawab, "Lagi ngemis di sebrang, yang dua lagi ngamen." Pasangan ini lalu berpisah, bagi lahan mengemis. Luar biasa.

Saya jadi ingat pepatah “banyak anak banyak rejeki”. Apa yang dimaksud adalah sepak terjang keluarga pengemis tadi? Jadi ingat juga dengan eks tetangga saya yang anaknya 12. Yang terbesar sudah menikah tanpa lulus SMA. Yang usia tanggung hobi tawuran dan jadi preman. Yang kecil-kecil jadi tukang ojek payung dan hobi nyuri jemuran. Saya pernah tanya ke sang ibu, “Ngelahirin mulu ngga capek?” Jawabnya: “Cape sih mbak, cuma ngga boleh KB sama suami saya.”

Semua kisah tadi saya bawa ke perdebatan dengan seorang teman. Menurut saya, orang yang banyak anak itu sangat sangat egois.
“Kalo kaya sih ngga apa-apa,” kata teman.
“Ngga, walau kaya raya, tetep aja egois kalo mereka punya banyak anak. Namanya maruk, serakah. Ngerebut jatah hidup orang. Ngerebut lapangan kerja dan rejeki orang,” debatku.


Saya jadi ingat lagi dengan kisah bapak yang pernah menikah 13 kali, anaknya 20 sekian. Sampai dia tak kenal kalau berpapasan dengan anaknya sendiri di jalan. Banyak anak banyak rejeki? Itu mitos yang bikin Indonesia tak kunjung sejahtera. Bikin manusia berebutan lapangan kerja. Bikin ekonomi kacau.

Fakta paling jelas adalah keluarga Cendana. Menumpouk harta bagi anak cucu sampai rakyat sengsara. Dan ini diikuti oleh konglomerat, pejabat, mulai dari yang kelas kakap sampai kelas teri. Aneh ya Indonesia ini. Tidak presiden, konglomerat sampai pengemis dan gelandangan, hobinya menumpuk harta bagi keluarga. Mencetak anak sebanyaknya. Persetan sekitar mau mati kelaparan.

Banyak anak banyak bencana.

Monday, March 20, 2006

Kebiadaban Itu Sungguh Terjadi

Kasus perkosaan massal di Indonesia hanya isu??? Berikut saya copy paste, dokumentasi Harian Bernas. Masih banyak bukti lain yang membantah bahwa tragedi kebiadaban lelaki ini hanya isu belaka.
Kenapa saya mengangkat kembali kasus ini? Sekadar mengingatkan bahwa menjadi perempuan itu sangat riskan. Di Pakistan, Bosnia, Kroasia, Irak, India, dan manapun, bahkan juga di negeri kita sendiri, perempuan selalu jadi tumbal.
Wahai para lelaki, bayangkan saja kalau ibu atau anak atau kakak perempuan anda yang menjadi korban perkosaan dan penyiksaan massal seperti ini. Apakah kalian masih bisa tersenyum sambil berkomentar, "Ah, hanya isu."


Perkosaan Masih Terjadi
* Di Jakarta, Terakhir 20 Juni dan 2 Juli 1998
Bernas - Kamis, 09 Juli 1998

Yogya, Bernas Pemerkosaan terhadap perempuan keturunan Cina tidak hanya terjadi bersamaan dengan kerusuhan 13-14 Mei di Jakarta, melainkan terus berlanjut pada masa-masa berikutnya. Kasus terakhir dengan pola sama, tercatat terjadi pada 20 Juni dan 2 Juli 1998.

Selain itu, tampak pula upaya-upaya untuk membungkam, meneror, bahkan menghilangkan korban-korban perkosaan itu, agar tidak memberi kesaksian kepada publik. Salah satu korban, bahkan sempat dicatat identitasnya dan diintimidasi agar tidak buka mulut.

Fakta ini dikemukakan Koordinator Tim Relawan untuk Kemanusiaan, Romo Sandyawan Sumardi SJ, yang lebih dikenal dengan panggilan Romo Sandy, dalam perbincangan terbatas di Universitas Sanata Dharma, Rabu (8/7). Kepadanya pula, para korban meminta pendam pingan, untuk meringankan beban jiwanya atas musibah itu.

"Tanggal 2 Juli lalu sekitar pukul 13.00 siang, di Sunter Hijau, ada seorang gadis mahasiswa Untar, dari suku Tionghoa diperkosa di tempat kosnya oleh serombongan lelaki berbadan tegap. Waktu itu ia sedang istirahat siang sendirian. Tapi ia berusaha berontak, dan bisa melepaskan diri," kata Romo Sandy.

Karena melawan, kawanan lelaki itu menganiayanya. Ia jatuh dari ranjang, dan perutnya disodok dengan linggis. Akhirnya linggis disodokkan kembali, sehingga rahimnya cedera. "Kabar terakhir yang kami dapat, ia mengalami operasi kedua untuk mengangkat rahimnya," papar Romo Sandy.

"Kita tak tahu siapa dan bagaimana pelakunya, tetapi cara perkosaan itu dilakukan mirip sekali dengan kesaksian korban perkosaan tanggal 13-14 Mei di Jakarta. Begitu brutal," ujarnya.

"Yang saudara baca banyak yang keluar dari internet duluan. Sebab banyak korban yang sudah dievakuasi ke luar negeri. Ada di Hongkong, Singapura, Eropa, Australia, Amerika. Mereka tersebar di mana-mana," tambah Romo Sandy.

Selasa lalu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegas- kan, pihaknya yakin telah terjadi perkosaan secara masal, sistematis, biadab dan keji terhadap para wanita keturunan Cina di tengah kerusuhan 13-15 Mei di Jakarta. Karena itu Komnas HAM mendesak aparat keamanan mengusut tuntas dan menindak tegas para pelaku dan dalang peristiwa itu, (Bernas, 8/7).

Romo Sandy pun menyerukan, pemerintah dan pihak keamanan untuk tidak menganggap sepi kasus perkosaan masal, kebanyakan menimpa perempuan Cina itu.

Romo Sandy juga mengutarakan, pihaknya melihat ada upaya-upaya paksa dari pihak tertentu untuk menghentikan publikasi menyangkut persoalan ini. Ia mensinyalir upaya paksa dilakukan sebuah kelompok yang bekerja secara sistematis persis seperti yang terjadi dalam tragedi 13-14 Mei lalu.

"Selain ada usaha nyata untuk menghentikan munculnya berita-berita ini, ada juga usaha nyata untuk melanjutkan tindakan teror yang amat mengerikan dengan perkosaan ini. Maunya apa!" tegas Romo Sandy.

Maka, lanjut Romo Sandy, sangat bisa dipahami kalau para korban kerusuhan dan perkosaan itu membungkam mulut nya meski sudah banyak orang berseru, bahkan pemerintah pun secara resmi meminta agar pelaku kerusuhan itu diusut. Karena, seruan itu ternyata tak diikuti tindakan apa-apa.

"Tentu para korban ini belajar dari situ, untuk apa mereka bersaksi kalau tak ada tindakan apa pun. Bukan hanya malu secara publik, tapi mereka pun terancam," tutur Romo Sandyawan.

Bahkan, kata dia, tampak seperti ada usaha untuk menghilangkan secara paksa para korban itu. "Terbukti korban yang dilinggis (kasus Sunter Hijau) didatangi orang tertentu berkali-kali di rumah sakit," tandas Romo Sandyawan.

Ia juga menceritakan korban lain yang sempat didampinginya. Gadis keturunan Cina itu, kata Romo Sandy, digagahi tanggal 20 Juni lalu setelah 'diculik' dengan menggunakan taksi sebagai kendaraan.

Gadis yang baru lulus dari London Economic of School ini akan berangkat ke luar negeri untuk bekerja. Tiga hari sebelum pergi, ia sedang ada keperluan di Jalan Sudirman Jakarta. Sekitar pukul 16.00, ia naik taksi Royal City untuk pulang.

"Taksi itu seharusnya langsung masuk tol, tapi ternyata tidak. Ketika ia mencoba protes, mobil dihentikan, lalu dibuka paksa dua orang berbadan tegap yang kemudian turut masuk ke dalam taksi itu dan menyekap korban," ujar Romo Sandy menuturkan kembali kisah korban.

Masih mengutip penuturan korban, Romo Sandy menceritakan, ketiga lelaki -- termasuk sopir taksi -- itu saling bercerita mengenai pengalaman mereka di tengah kerusuhan 13-14 Mei dengan membakar dan memperkosa cewek- cewek amoy.

Malah, kata Romo Sandy mengutip pengakuan korban, satu di antara lelaki itu menceritakan pernah mengiris alat vital seorang korbannya.

"Ini adalah teror yang mendalam. Karena sesudah ia dalam taksi selama dua jam putar-putar, dan selama itu ia disuruh menunduk dengan kedua tangan di belakang. Kalau lelah dan mendongakkan kepala, ia dipukul, sampai sebelas kali pukulan," ujarnya mengutip pengakuan korban.

Wanita itu diturunkan di sebuah kawasan agak di luar pusat keramaian. Di atas rerumputan, ia digagahi secara bergiliran. "Pukul 02.00 dini hari, ia dinaikkan taksi lalu dibawa melaju, dan di suatu tempat diturunkan begitu saja," katanya.

Sebelumnya, kata Romo Sandy, ketika di bawah penguasaan para lelaki itu, seluruh dokumen korban sempat diminta dan dicatat. Bahkan ia diinterogasi dan diancam. "Kalau melapor, maka ia akan dibunuh dan keluarganya dibakar," tutur Sandyawan lagi.

"Menurut korban ini, masih ada dua temannya lagi yang kena musibah dengan modus yang sama, pakai taksi. Bahkan lebih parah, temannya ini mengalami perdarahan. Ketika ia pergi ke ginekolog, dokter itu juga sedang menangani pasien yang mengalami kasus sama," ujar Romo Sandy lagi.

Karena itu, kata Romo Sandy, kalau pemerintah tetap tak responsif atas penanganan persoalan ini, maka pihaknya akan membawanya ke tingkat internasional. Ia menilai kasus kekerasan ini sudah begitu serius, dan ini sangat menghancurkan kredibilitas bangsa Indonesia di mata internasional.

Dari Jakarta dilaporkan, pemerintah membentuk Tim Perlindungan Wanita Terhadap Kekerasan. Untuk saat ini tim tersebut memprioritaskan untuk menanggulangi wanita keturunan Cina yang mengalami kekerasan dan perkosaan pada 13 dan 14 Mei lalu. Tim ini diketuai Menteri Negara Peranan Wanita Tuty Alawiyah. (csm/ff)

Masih kurang? Silakan cari di Google Search. Apa itu hanya isu????

Friday, March 17, 2006

Satu Lagi, Bukti Kebiadaban Lelaki


Satu lagi bukti kebiadaban lelaki. Agaknya semua kaum perempuan memang harus mempersenjatai diri kemanapun mereka pergi. Ini saya dapat dari sebuah milis.

Beberapa hari lalu ketika sedang berbelanja di Tanah Abang saya didekati oleh seseorang yang berbisik-bisik menawarkan "barang istimewa." Ingin tahu, saya mengikutinya ke sebuah kios yang agak jauh dari keramaian.
Di situ ia mengaku mempunyai 3 macam VCD yang katanya laris manis, banyak dicari orang. Saya kemudian diperlihatkannya preview ketiga video itu, sangat singkat, mungkin total hanya sekitar 2-3 menit. Saya menyesal telah tergoda melihat preview itu.

Pada video pertama, terlihat seorang gadis WNI keturunan, berumur sekitar 20 tahun, sedang diperkosa bergantian oleh 5-6 orang pria yang semuanya mengenakan tutup kpala. Lokasi kejadian tampaknya di dalam sebuah gudang penyimpanan barang yang telah porak-poranda.

Ia ditelentangkan di atas meja, pakaiannya tercabik-cabik. Lokasi kedua adalah di ruang keluarga sebuah rumah yang agak mewah. Korbannya adalah seorang wanita berumur 30-an dan seorang gadis yang umurnya sekitar 17 tahun, keduanya keturunan
Cina. Mereka berdua dipegangi dan digagahi bergantian oleh 5-6 orang yang bertutup kepala. Bersandar di dinding, terikat dengan mulut tersumpal adalah seorang pria berumur 40-an dan seorang anak laki sekitar 11-12 tahun.

Rekaman terakhir adalah yang paling buas, mengambil tempat di halaman belakang sebuah rumah. Dua gadis kecil keturunan Cina, masing-masing berseragam SMP dan SD sedang dipermainkan oleh massa yang saya perkirakan berjumlah belasan orang. Gadis yang terkecil malah payudaranya belumtumbuh. Mereka dioper ke sana ke mari sambil disetubuhi bergantian oleh massa yang bersorak sorai dan tertawa riuh rendah. Para pemerkosa tidak mengenakan tutup kepala, hanya mukanya dicorat-coret dengan arang.

Dalam ketiga video, para pelaku dan korban terdengar berbahasa Indonesia. Cameraman juga terdengar memberi aba-aba dan instruksi dalam bahasa Indonesia. Selain memperkosa, para pelaku juga melakukan tindakan-tindakan biadab lain yang sangat merendahkan korban, yang rasanya tidak perlu saya paparkan di sini.

Setelah menyaksikan preview itu, saya menjadi takut dan buru-buru pergi tanpa menanyakan harga lagi. Saya memang bukan malaikat, saya punya beberapa VCD porno. Tapi yang biadab seperti ini, terus terang saya tidak tertarik. Lagipula aksi pemerkosaan massal di Jakarta melibatkan politik tingkat tinggi, saya tidak mau terseret-seret di dalamnya. Punya VCD rekamannya bisa-bisa kita dituduh sebagai salah satu pelaku pemerkosaan.


BE Carefull if u r a woman or a girl!!!

Tuesday, March 14, 2006

RUU APP + Kebiri = Yes!!!

Tetap, soal gonjang-ganjing RUU Pornoaksi & Pornografi (RUU APP). Beberapa teman protes, kenapa saya tergolong yang pro dengan RUU sialan itu. Awalnya saya memang kontra, tapi capek juga jadi kaum kontra revolusioner. Jadi saya berbalik arah, pro! eh, pro ini ada syaratnya juga lho.
Syarat itu adalah:

1. Bukan cewek aja yang dilarang aneh-aneh dalam RUU itu, namun juga cowok. Cowok dilarang bertindak asusila seperti yang selama ini mereka lakukan terhadap cewek. Dalam hal ini saya setuju banget kalau hukum Islam diberlakukan. Yang mencoleki cewek, jarinya dipotong. Yang ngintip cewek mandi atau berusaha menelaah detail body cewek, matanya dicolok pakai besi panas. Nah, kalau pemerkosa? Jelas kan apanya yang dipotong??? Pikir aja sendiri. Ya, jawabannya adalah penisnya. Kata lainnya adalah dikebiri.
Bicara soal kebiri, saya jadi ingat masalah utama penyebab kemiskinan bangsa ini: kelebihan penduduk. Nah, dengan kebiri maka angka populasi bisa ditekan serendahnya. Para pemerkosa akan jadi pejantan loyo yang difungsikan sebagai kuli saja. Great idea!

2. Orang di balik peneribitan media porno jelas adalah kaum LELAKI sialan. Mereka ini harus dijatuhi hukuman 100 kali lipat lebih berat ketimbang model pornonya. Kan mereka yang membayar, lho. Mustahil ada orang mau bugil tanpa dibayar kecuali orang gila. Hukuman apa ya yang pas buat para bos media porno ini? Kebiri pelan-pelan? Bagus juga kayaknya. Kebiri dengan perlahan, disilet-silet sama persis kayak aksi (kabarnya) Gerwani PKI dulu.

3. Definisi pornoaksi diperluas ke pelaku perzinahan yang berkedok kawin siri atau yang langsung ngaku kumpul kebo. Ini banyak dilakukan selebriti, pejabat, orang kaya, dan semua yang mampu menyogok aparat keamanan sehingga tidak digrebek. Pelaku pornoaksi ini wajib menyantuni fakir miskin seumur hidup dengan kalkulasi biaya yang transparan ke publik. Misalnya: penyanyi dangdut anu yang punya istri tidak syah telah dijatuhi hukuman pembiayaan fakir miskin Rp.20 juta per bulan bagi 20 keluarga di alamat anu anu, untuk kebutuhan anu-anu dan seterusnya. Jika mangkir dari kewajiban ini maka.....KEBIRI bagi lelakinya dan kerja tanpa digaji bagi perempuannya.

Nah, kayaknya itu aja dulu soal syarat pemberlakuan RUU.

Wednesday, March 08, 2006

Wawancara Imajiner dengan Presiden Repoblek Endonesah alias Saya Sendiri

Setelah melalui perjalanan panjang dan berliku lagi berbatu dan berlubang, akhirnya Merry Magdalena menjadi presiden Repoblek Endonesah. Berikut hasil wawancara Newswek-weks Magazine dengan presiden gila tersebut.

Anda sangat setuju Syariat Islam diterapkan di Repoblek Endonesah (RE), padahal anda bukan muslim. Aneh sekaleeeee geto lhoo. Apa penjelasannya?

Gimana ya, sebenarnya ini memancig pro dan kontra dalam kabinet saya.Tapi melihat kian banyak kasus perkosaan, pelacuran perempuan dan pergigoloan lelaki, pergermoan, perkawinsirian para artis dan pejabat di era lalu, maka sudah saatnya Syariat Islam ditegakkan. Saya mengganti namanya menjadi Syariat Nasional, sebab memang berlaku bagi semua umat beragama. Jadi landasannya bukan agama, melainkan nasionalis. Negara ini sudah terlalu hancur, jadi memerlukan tangan besi untuk memperbaikinya.

Ada satu lagi hukum model baru yang saya terapkan, yakni koruptor bersama dengan germo dan pemerkosa dikumpulkan di lapangan, dijermur selama mungkin sampai sekarat. Semua orang bebas menimpukinya dengan batu. Ini hukum rajam ya kalau di Islam? Setuju banget sama hukuman ini. Tapi ini tidak berlaku pada pelacur. No no no. Hanya pemakai jasa pelacur dan germonya saja lah yang harus dihukum.

Kok begitu?

Ya sebab pelacur itu tanpa dihukum sudah dapat hukuman sendiri, berupa aneka penyakit kelamin dan disisihkan oleh keluarga dan masyarakat. Mereka harus direhabilitasi, bukan dihukum. Justru pemakai jasa pelacur lah yang harus dihukum berat.

Berkaitan dengan UU Pornoasi dan Pornografi, apa anda tidak takut dituding melanggar HAM karena melarang kebebasan berpakaian induvidu? Bagaimana dengan penerapan jam malam?

Lho, saya tidak melarang kebebasan berpakaian. Mau bugil, silakan saja asal jangan di tempat umum. Ada kamar, toilet dan ruang tertutup lain dimana setiap orang bebas telanjang, pakai bikini atau sarungan saja.Kalau penerapan jam malam kan hanya perpanjangan dari Perda Pelacuran yang diciptakan lebih dulu, dimana tidak boleh keluyuran malam-malam nanti disangka pelacur.
Untuk adilnya ya sekalian saja saya buat aturan baik lelaki maupun perempuan ngga boleh kelayapan di atas jam 12 malam. Bukan cuma pelacuran dan perzinahan yang bisa dicegah, tapi juga perampokan, permalingan, perkosaan, pencurian dan banyak lagi. Efektif kan?
Bedanya, sekarang ada patroli polisi yang keliling kota. Kalau ketahuan ada yang kelayapan malam-malam akan diinterogasi dan jika terbukti bukan maling atau germo atau gigolo atau pelacur, akan diantar pulang ke rumah. Asik kan?

Oks deh kaka. Lalu apa jurus jitu anda untuk memerangi kemiskinan rakyat negeri ini?

Yang paling penting adalah penekanan populasi penduduk. Rakyat miskin kan diakibatkan jumlah makanan yang tersedia tidak imbang dengan jumlah mulut yang diberi makan. Jadi kita usahakan agar jumlah mulut itu berkurang.
Caranya? Ya dengan meminimalis kelahiran. Saya punya program KB massal, yaitu memaksa setiap orang untuk ber-KB. Semua air minum di RE akan diberi zat penghancur sperma. Lelaki yang meminumnya akan menjadi mandul. Ini akan dilakukan dalam periode tertentu. Ada badan pemantaunya. Kalau jumlah penduduk sudah imbang dengan lapangan kerja dan suplai makanan, baru KB Massal ini dihentikan.
Seorang staf ahli saya mengusulkan agar hanya sperma berkualitas saja yang boleh membuahi ovum. Tujuannya agar kelak kita melahirkan generasi bermutu, yang cerdas, jujur, bermoral dan kalau bisa ganteng dan cantik lah.


Bagaimana dengan gelandangan, rakyat miskin yang sudah berceceran dimana-mana? Mau diapakan mereka?


Ditangkap, ditampung di sebuah pulau untuk digembleng menjadi manusia berpendidikan. Kalau perlu dicuciotak, ditanamkan keyakinan bahwa miskin itu memalukan, ngemis itu menjijikan. Mereka harus jadi manusia mandiri. Maka kita beri skill yang kelak dapat dipakai untuk modal hidup. Ini juga berlaku pada para pelacur dan gigolo yang sudah terlanjur ada.

Friday, March 03, 2006

Mitos Soulmate: Buang ke Tempat Sampah!

Seorang teman perempuan, usianya sudah kepala 3. Jodoh tak kunjung datang. Sedikit frustasi, ia mencoba ajang chat di Yahoo Messenger agar dapat jodoh. Dua tahun lalu akhirnya dia berkenalan dengan lelaki India. Lebih muda usianya. Sejak itu mereka rajin online untuk bersua via webcam. Jalinan asmara dunia maya pun berlanjut ke arah serius.

"Dia janji mau ke Jakarta bawa ibunya, ngelamar gue." Si teman berkisah ceria. Saat itu sekitar November tahun lalu. Menjelang lebaran. Tapi yang ditunggu tak kunjung datang. Beragam alasan dipaparkan. Susah visa, susah cari kerja dan sebagainya.

Belakangan, si India kian jarang online. Alasannya uangnya habis buat naik haji bersama ibunya. Janji melamar pun kian tersamar. Jadi ingat lagu cengeng zaman doeloe.."janji-janji bulan madu tinggal cerita..." Hahaha!

Sang teman sangat kecewa. Kuhibur dia dengan kalimat panjang menyesakkan ini.
"Pikir dong, buat apa cowok India susah-susah cari jodoh cewek Indonesia? Bisa jadi di negaranya dia nggak laku. Apa dia pikir cewek Indonesia lebih enak dijadiin istri karena dari negara miskin? Lagian lu juga blom pernah ketemua dia. Di chat sih OK, kalo ketemu blom tentu asik. Siapa tau dia psikopat?"
Sang teman pun tersadar.

Temanku itu hanya satu dari ribuan bahkan lebih perempuan Indonesia yang berupaya mendapat pasangan melalui Internet. Ada yang bernasib baik, ada yang mengenaskan. Teman lain justru berkisah tentang kawannya (duh ribetnya istilah temannya kawan, kawannya teman ini, kayak lagu Iwan Fals) yang berkirim email menyedihkan dari Amerika. Sang kawan ini curhat soal betapa perihnya hidup sendiri di AS, dan nyaris mau bunuh diri. Awalnya ia tergoda mencari jodoh cowok bule dengan harapan bisa memperbaiki nasib. Hasilnya??? Mengecewakan!


Saya tidak habis pikir. Apa yang dicari para perempuan ini. Tidak salah mencari pasangan hidup. Itu hak setiap orang. Namun berkorban sedemikian rupa sampai mempertaruhkan nasib? Wah, thanks berat deh kalau saya harus begitu.

Satu hal yang harus dicamkan baik-baik bagi para kaumku tercinta: hidup sudah sangat indah dengan atau tanpa pasangan (baca: lelaki). Untuk apa merusak keindahan itu dengan menyiksa diri. Ingat, mitos tentang soulmate atau belahan jiwa hanya diciptakan para mak comblang dan biro jodoh agar mereka terus mendapat keuntungan dari usaha para jombloer untuk mendapat pasangan.

Jadi, buang saja mitos soal soulmate itu ke tempat sampah terdekat!
Nikmati hidupmu selagi bisa tanpa peduli apakah kau sudah punya soulmate atau belum.

Wednesday, March 01, 2006

In Memoriam....


Saying I love you
Is not the words I want to hear from you
It's not that I want you
Not to say, but if you only knew….


Kalau mendengar lagu More Than Words-nya Extreme itu, bukan cinta yang kupikirkan. Tapi seorang sahabat, tepatnya seorang almarhum sahabat. Entah kenapa, semalam aku bermimpi teman lama yang sudah meninggal lama sekali. Apa hubungannya dengan lirik lagu itu? Oh, almarhum ini mirip sekali dengan Nuno Bettencourt, gitaris Extreme yang duper duper ganteng dan gondrong itu.

Si gondrong nan ganteng ini menyeruak begitu saja dalam mimpi anehku semalam. Dalam mimpi itu rambutnya tidak gondrong lagi, tapi agak botak. Mungkin karena penyakitnya. Sahabat ini memang meninggal karena sakit paru-paru zaman kami masih duduk di bangku kuliah dulu.

Tahu Joey-nya serial komedi Friends di TV? Nah, seperti itulah kira-kira kelakuan almarhum sahabatku ini. Ganteng, lucu , rada-rada bloon. Dia sadar banget kalau dia ganteng dan digilai banyak cewek. Tapi dia kurang PD dengan kegantengannya itu. Malah rambutnya yang panjang sengaja digerai menutupi wajah kalau berpapasan dengan rombongan cewek. Cita-citanya hanya satu, jadi gitaris top kayak Nuno. Dan dia memang pandai memainkan cord-cord lagu metal. Termasuk More Than Words yang romantis itu.

Ada satu hal yang membuatnya tidak PD sama cewek. Hanya aku dan beberapa sahabat dekat saja yang tahu pasti alasannya. Tidak perlu kubeberkan di sini. Yang jelas aku sempat memaksanya ikut lomba Cover Boy di sebuah majalah remaja saat itu. Formulir sudah diisi. Tinggal difoto saja. “Ntar kalo lu menang, hadiahnya separo buat gue ya!” Begitu ancamku belum apa-apa. Sayang, sahabatku ini tak pernah mau difoto.

Bahkan sampai sekarang aku tidak punya fotonya!

Marcel, apa maksudnya kamu datang di mimpiku semalam dengan penampilan aneh begitu? Ingin aku menyambangi makammu? Dan meletakkan seikat bunga di atasnya?

Ya, Marcel adalah salah satu cowok ganteng dan baik hati yang pernah kukenal. Untung juga kami tidak pernah berpacaran. Jadi aku tak perlu patah hati saat ia berpulang…