Friday, October 14, 2005

Dolores Minus Silikon


“Perempuan yang melakukan operasi silikon pembesaran payudara itu, apakah tidak berpikir tentang dampak buruknya?”
“Saya senang kami dikenal bukan karena perilaku kami, tapi karena musik kami.”
“Menjadi ibu adalah pengalaman paling berharga yang pernah saya alami.


Kalimat-kalimat itu bukan keluar dari mulut seorang aktivis perempuan. Tapi dari seorang Dolores Mary O’Riordan, vokalis The Cranberries yang lebih kita kenal dengan suara khas dan melengkingnya. Walau Dolores tidak seheboh Britney Spears, Gwen Stevani dari No Doubt atau Madonna, saya jauh lebih mengidolakan dia ketimbang nama-nama tadi. Why?
Pertama, Dolores yang satu-satunya perempuan dalam Cranberries adalah penulis sebagian besar lirik lagu mereka. Dua, ia punya kepedulian pada kemanusiaan yang sangat langka di masa kini. Sebut saja lagu Zombie, satu bestseller-nya di masa lalu. Lagu yang mengangkat group asal Irlandia tersebut berkisah ihwal seorang ibu yang melindungi anaknya dari lindungan bom sampai nyawanya melayang. Jauh dari lagu menyek-menyek tentang cinta yang dilantunkan Britney Spears.
Lalu, Dolores pribadi juga bukan personal yang suka aneh-aneh melakukan hal nyeleneh yang membuat dirinya lebih dikenal gosip tak sedap daripada kualitas vokalnya. Dia tak perlu suntik silikon memompa payudaranya. Tak ada berita selingkuh dengan sesama selebriti. Tak ada kecanduan narkoba, alkhol, sejenisnya.
Lebih dari itu, semua personil Cranberries tergolong group musik yang nyaris tak pernah membuat kehebohan atau gosip hot. Tak ada usaha menarik perhatian penggemar dengan aneka kontroversi seperti yang dilakukan kebanyakan musisi.
Bagi saya, mendengar vokal Dolores ditingkahi deru gitar listrik adalah pengalaman tersendiri. Kita seperti terbawa ke alam Irlandia yang penuh konflik politik. Mengapa musisi kita tak bisa melakukannya? Bukankah kondisi republik kita nyaris sama dengan negara asal U2 atau Sinead O’Connor tersebut? Sama-sama ricuh politik dan marak bom. Dol tak cuma memikirkan negaranya saja, namun juga dunia.
Simak saja betapa besar kepedulian Dol pada anak-anak Bosnia dalam lirik ini.

would like to state my vision, Life was so unfair
We live in our secure surroundings
And people die out there

Bosnia was so unkind, Sarajevo changed my mind
And we all call out in despair, all the love we need isn't there
And we all sing songs in our room, Sarajevo erects
another tomb

Sarajevo, Sarajevo, Sarajevo, Sarajevo
Bosnia was so unkind
Sarajevo, Sarajevo, Sarajevo, Sarajevo
Bosnia was so unkind

Sure things would change if we wanted them to
No fear for children anymore
There are babies in their beds, terror in their heads
Love for the love of life!
When do the saints go marching in?
(*Bosnia, WORDS BY D. O'RIORDAN. MUSIC BY D. O'RIORDAN *)

3 comments:

Anonymous said...

Mer, hampir semua link-nya sudah bener (meski pas situs yg di-link itu tampil, tapi jadinya nimpa situs revolusi hidup alias tidak tampil di jendela yang baru).

cuma, yg iwanica dan technomedia masih gak memunculkan situs yang dimaksud. kalau aku klik iwanica atau technomedia malah larinya ke www.microsoft.com :D

Anonymous said...

Mer, hampir semua link-nya sudah bener (meski pas situs yg di-link itu tampil, tapi jadinya nimpa situs revolusi hidup alias tidak tampil di jendela yang baru).

cuma, yg iwanica dan technomedia masih gak memunculkan situs yang dimaksud. kalau aku klik iwanica atau technomedia malah larinya ke www.microsoft.com :D

*sori yg td lupa pake nama :p

Sitta said...

Saya suka banget sama Dolores; cerdas, apa adanya dan begitu devoted sama keluarganya baik yg di Ireland maupun anak dan suaminya. Liriknya puitis banget; orisinil.
Dan saya ada alter ego yang saya kasih nama o'riordan kalo saya online di forum, dsb. saking saya suka sama beliau. Walau begitu saya ga mau potong rambut secepak dia n pake anting sebanyak dia :D

*kok jadi menanggapi doloresnya ya hehehe*