Monday, October 03, 2005

Superwoman Memerangi Badai Krisis

Memang dasarnya Superwoman, maka perempuan tidak boleh cengeng menghadapi krisis seperti saat ini. Ongkos silakan naik, BBM silakan melambung tinggi, tapi Superwoman harus tegar dan penuh kiat menghadapinya.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan Superwoman dalam memerangi badai krisis:

1. Beri senyum pada kondektur saat membayar, agar diberi keringanan. Kurang 500-1000 bisa dimaklumi.
2. Senyum tak mempan, ajak ngobrol saja dia, kasih alasan “Turunnya hanya di situ kok bang,” (tunjuk jarak terdekat).
3. Ganti kopi instan ala Nescafe yang mahal dengan kopi tubruk ala Kapal Api.
4. Kurangi kebiasaan kopi dengan teh.
5. Yang hobi teh, ganti teh celup dengan teh godok biasa. Hitung-hitung bernostalgia tempo doeloe zaman belum ditemukannya teh celup.
6. Yang sudah puas dengan teh godok ya ganti dengan air putih. Ingat, dokter menyarankan kita minum air putih minimal dua liter sehari! Jadi buat apa minum air “butek” sejenis teh dan kopi?
7. Ganti bedak compact dengan bedak tabur.
8. Kurangi kebiasaan curhat by SMS. Sebagai gantinya, curhat saja di buku harian, kembali ke masa silam. Jauhkan ponsel dari pandangan mata agar tidak tergoda.
9. Jarak terdekat angkot kabarnya Rp.1500. Kalau jaraknya tak lebih dari 300 meter ya alangkah baiknya jalan kaki saja. Olah raga. Sehat dan ramping, daripada harus fitnes?
10. Bagi yang bekerja, bawa bekal dari rumah. Ini bisa menekan biaya Rp. 5000-10.000. Lumayan kan?
11. Kurangi hobi nonton di Cineplex, ganti dengan sewa DVD atau VCD. Kalau tidak puas ya silakan ikuti program NOMAT.
12. Kurangi nongrong di kafe, restoran fast food dan sejenisnya. Untuk memuaskan selera makan, silakan belajar bikin french fries, garlic bread, burger dan sejenisnya sendiri di rumah. Sekalian mengisi waktu senggang week end.
13. Bongkar persediaan baju-baju lama. Yang masih layak bisa dipakai kembali. Atau bawa ke penjahit dalam porsi besar, dipermak disesuaikan gaya sekarang Bisa dapat diskon lho kalau sekaligus buanyak. Dengan begini tidak perlu beli baju baru.
14. Kurangi kebiasaan ke salon. Belajar potong rambut sendiri, krimbat sendiri, lulur sendiri. Bayangkan kita hidup di abad lampau dimana salon belum ditemukan.
15. Bawalah air putih kemanapun kita pergi. Mengurangi jajan soft drink dan air mineral.
16. Belajarlah menjadi vegetarian. Tidak perlu langsung ekstim, tapi perlahan saja. Telur dan susu tidak perlu dihilangkan dari daftar menu. Cukup menghilangkan daging dan ayam yang memang mahal dan rentan penyakit.
16. Silakan tambah sendiri dengan kreativitas anda.

5 comments:

Ameliana said...

Memang dibutuhkan sense seorang ibu untuk urusan yang beginian. bapak2 mah kaga nyambung ama urusan ngirit2.

Restituta said...

hahaha... toss merce...

gue dah ganti kopi ma teh celup nih...
bentar lagi ganti teh tubruk... :))
urusan makan, itung2 toleran ma yg puasa, gue juga ikutan puasa... selain ngeringanin pikiran, juga ngeringanin bodi... =p

eric said...

Kalo Bapak Bapaknya kenapa ngak boros... habis pada selingkuh ..dugem sana sini.

IMW said...

Mer.. itu mah udah saya dan istri terapkan di sini. Kalau pergi di tas penuh dengan bekal. Makan di luar relatif tidak pernah. Bisa-bisa jalan seharian keluar nol EU. Karena makan bawa sendiri, minum bawa sendiri. Di tas ada air biasa, ada air panas, dan ada kopi dan teh. Kalau dingin mau minum kopi/teh tinggal nyeduh. Hitung hitung sudah menghemat sekali minum 1 EU. Kalau kopi mah dari dulu udah kopi tubruk. Kopi Indonesia is the best.

Baju/sepatu second hand itu hal yang biasa. Pasar loak adalah sahabat sejati. Banyak trick lainnya Mer , tanya aja istri saya, gimana cara bersirkus ria di negeri orang dengan duit super pas-pasan.

iwanica said...

saya tidak setuju sama nomor satu dan dua , Mer. tapi sepakat banget sama nomor sembilan.

kalau emang jarak dekat tapi enggan bayar ongkos jauh dekat: then Get Down and Walk!!

ya, kita bisa mati kapan saja, di mana saja, dalam keadaan apa saja. tp, walking doesnt kill you.