Thursday, December 22, 2005

Teori Emansisapi

Emansisapi (sengaja bukan emansipasi, sebab saya muak dengan satu kata itu) adalah persamaan hak lelaki dan perempuan yang dihembuskan oleh kaum lelaki ke telinga perempuan dengan janji muluk.

Jika ada ibu-ibu menggendong anak bayi dengan tas gembol berat di pundak,berdiri berdesakan di kereta atau bis, maka kaum lelaki bisa bebas terus tidur dengan nyaman di kursinya. Alasannya: "Kan emansipasi."

Kalau ada perempuan yang terjebak menikahi lelaki pengangguran, maka si perempuan banting tulang menafkahi keluarga sementara si lelaki makan tidur dan bikin anak melulu. Alasannya: "Kan emansipasi, udah zamannya perempuan cari duit."
Dan seterusnya..dan seterusnya...Emansisapi? Huek!

7 comments:

Vendy said...

bukankah itu sudah jadi format yang lazim diterima khalayak umum yang mengakui superioritas laki-laki di atas perempuan ?

adalah suatu kesalahan tunggal bagi insan-insan yang tetap hidup dalam pemikiran 1 tidak bisa jadi 0, dimana kesetaraan = mission impossible.

Hans said...

Emansisapi (sengaja bukan emansipasi, sebab saya muak dengan satu kata itu) adalah persamaan hak lelaki dan perempuan yang DIHEMBUSKAN oleh KAUM LELAKI ke telinga perempuan dengan janji muluk.....

ingat bu...yang menghembuskan emansipasi itu kaum hawa sendiri, R.A. Kartini bukan seorang laki2..

junawardi said...

emansipasi? aku sendiri gak terlalu jelas dg kata ini, namun bagaimanapun wanita dan pria masing2 ada tempatnya sendiri.
seperti dlam sebuah permainan bola, setiap pemain berhak memasukkan bola, tapi kalo semua pemain maju ke depan gawang lawan, siapa yg akan menjaga gawang sendiri?

everyone has their own mission

Soen said...

Yg saya tahu, ada 2 hal yg tidak bisa dilakukan oleh lelaki; yakni melahirkan dan menyusui. Gak tau apakah ada lelaki yang juga mau ngejar emansisapi tsb... kecuali yang ditulis di http://www.malepregnancy.com

Salam,
Soen

oesmanch said...

dari kodrat alam nya memang ada perbedaan...mau mengingkari?

masalahnya adalah bagimana meluruskan "emansisapi" yg salah kaprah ini

Anonymous said...

Lh emang emansipasi nggak disalahgunakan oleh kaum pere....
kalo udah yang enak2 maunya emansipasi, tapi kalo yang susah2 baru bilang eh... gua khan pere...ello khan cowo masa sih nggak mau ngalah ?
lha trus apa dong artinya emansipasi ? samain aja dong sama sapi2 yang bisanya juga ngeluarin susu doang ha..ha.h...

Kreshna Iceheart said...

Suspicion confirmed: feminazis do NOT want equality --they want to pussify and enslave men.

Feminazis are DISGUSTING BITCHES. They want equal payment, they want equal jobs, but they STILL want men to pay everything from them.

They still want men to give up their seat for them, and they still want men to marry them so they can suck their husband high and dry while spending their own salary on jewelries and shoes.


See, what we have here is yet another evidence that WOMEN DO NOT UNDERSTAND THE MEANING OF FAIRNESS. Women are spoiled creatures that want to have their cake and eat it too. Well, you can't. Choose.