Friday, June 02, 2006

Proficiat, Halimah!


Saya pernah mencintai atau jatuh cinta dengan suami orang, pacar orang, kekasih orang, tunangan orang. Teman saya juga. Beberapa kawan pun demikian. Bahkan saudara saya demikian halnya. Yakin sekali, nyaris semua perempuan pernah mencintai lelaki beristri atau bertunangan.

Apakah dilarang mencintai, jatuh cinta, mengagumi lelaki yang sudah menjadi suami, kekasih, pacar, tunangan perempuan lain? Tidak. Sebab perasaan tak mampu dibendung. Cinta itu sama dengan benci. Bisa muncul tanpa alasan logis. Menghilangkan rasa cinta sama susahnya dengan menghapus rasa benci. Tidak ada perasaan yang salah.

Yang menjadi pokok masalah adalah, apakah kita akan melanjutkan perasaan itu ke tahap selanjutnya: mewujudkanya. Pada kasus Mayang Sari, ia mencintai Bambang Tri yang jelas sudah berkeluarga. Itu tidak salah. Yang salah adalah ketika Mayang tidak berusaha "tahu diri" menahan diri, menahan perasaannya dan berusaha mewujudkan rasa cinta itu. Kelamaan rasa itu berkobar, menjelma jadi rasa ingin memiliki. Muncullah niat buruk itu : merebut si lelaki dari empunya yang syah.

Sekali lagi saya ulangi, saya pernah mencintai lelaki beristri. Lucky me, saya tidak kebablasan seperti Mayang Sari. Saya tahu diri, bisa mengendalikan rasa itu dengan logika. Bayangkan saja kalau saya ada di posisi Halimah.

Kini yang menjadi masalah adalah apakah si empunya lelaki yang syah akan mempertahankan si lelaki atau tidak. Bukan tentang cemburu, otoritas dan sejenisnya, namun lebih kepada mempertahankan apa yang sudah dimiliki.

Walau saya pernah mencintai lelaki beristri, saya tetap menyerukan : PROFICIAT, HALIMAH! Pertahankan apa yang sudah kau miliki!

46 comments:

uminaimura said...

Sebagi muslim saya setuju dengan poligami asal adil, dalam al-quran jg disebutkan "ambilah istrimu dua, tiga sampai empat asal adil kl tdk bisa cukup satu untuk dirimu. Buat istri yg dimadu baginya adalah surga asal ikhlas dan sabar.
Bagi para suami sebaiknya sblum mengambil kedua, ketiga dan seterusnya dipikirkanlah apa akibatnya apakah membawa manfaat atau malah semakin madarat ingatlah harus ADIL.
Bagi calon istri kedua dan selanjutnya sebaiknya dipikirkan dan sholat istikharohlah apa alasan dia mengambil istri lebih dari satu, kl sekedar nafsu alangkah hinanya dirimu, kecantikan akan pudar, ingatlah ada wanita lain yang merasa disakiti.
Bunda Siti Aisyah juga sedemikian marahnya/cemburu sampai telur ditangannya masak kepada Rosul ketika dia mendengar Rosul telah menikah.
Kesimpulannya Poligami itu boleh tapi harus ADIL

Carmelita B said...

Memang yang disayangkan dari Mayangsari kenapa harus ribut2nya itu lho...Dan seperti "memamerkan"/"berbahagia di atas kesedihan orang lain"-nya itu yang jelaslah membuat sang istri syah beserta keluarganya marah dan sedih.

Saya rasa banyak memang pejabat yang beristri lebih dari satu, tetapi semua "istri kedua" itu kan tutup mulut demi menjaga nama baik istri pertama. Silence is gold kan?

Tapi memang rasanya ada alasan lain bagi Mayangsari, mungkin selain harta dan cinta, juga ada faktor "kebutuhan pengakuan diri" yg jg jadi pemicu aksinya untuk "go public" sebagai istri kedua.

Tapi pada dasarnya saya setuju dengan Merry. Buat apa sih istri sampe lebih dari satu, satu aja ngga abis2.

Ngomong2 buat Uminaimura yang berkomentar sebelum ini, tahukah Anda? Saya juga muslim dan saya tahu pasti bahwa poligini yang diizinkan oleh Al-Qur'an itu adalah poligini yang ada alasan jelasnya.

Misalnya sang istri pertama tidak dapat memberikan keturunan, cacat mental/gila, atau sakit parah, pokoknya harus ada alasan yang membuat dia "TIDAK SEMPURNA" lagi sebagai istri, tidak dapat lagi menjalankan kewajibannya sebagai pasangan hidup.

Dan saya rasa yang dapat berbuat adil itu hanyalah Tuhan semata (Tuhan yang universal, karena pada dasarnya semua agama itu memiliki ajaran yang benar). Tidak ada manusia yang dapat berbuat adil. Maka dari itulah dikatakan "boleh poligini asalkan adil", itu maksudnya, "laki-laki sebagai manusia itu tidak bisa bersikap adil, karena itu sebenarnya mereka tidak boleh berpoligini". Jadi kalau tidak ada alasan yang mengharuskan seperti di antaranya yang saya sebutkan di atas tadi, ya tidak bolehlah laki-laki punya istri lebih dari satu!

Kalau mengambil contoh dari kehidupan Nabi Muhammad, pada waktu itu memang sedang banyak perang dan membuat banyak perempuan jadi janda dan hidup miskin, jadi yang dilakukan Nabi itu adalah menolong perempuan-perempuan tersebut.

Sekarang ini kan sudah tahun 2006, alasan seperti itu sudah tidak bisa diterima lagi dong!

Jadi pada intinya, agama Islam yang selalu dikatakan mengizinkan poligini itu sebenarnya juga MELARANG poligini. Cuma sayangnya umatnya aja yang suka asal mengartikan, tdk pake dipikir lagi.

Go Merry! Ditunggu ya postingan berikutnya!

Carmelita B said...

Oh ya lupa satu lagi...

Sebagai cewek jangan mau dimadu deh.

Banyakan sakitnya daripada enaknya.

Kalo suami Anda mau kawin lagi, mendingan cerai aja, dan kuras hartanya di pengadilan! (Alasan yang dapat dipergunakan: Anak, Pengkhianatan, dllsb, minta tolong aja pada pengacara Anda)

Hahaha, paling nggak si bini muda ngga dapet harta sebanyak yang dia kira.

Carmelita B said...

Oh ya satu lagi...(Lupa lagi)

Poligini di dalam Islam itu, yang sangat jarang diketahui oleh masyarakat, apapun alasannya tetaplah harus seizin istri pertama.

Kalau istri pertama tidak memberikan izin maka si laki-laki pun tidak bisa kawin lagi.

Tapi tetep aja pada intinya...Gak usahlah poligini, wong ngurus satu aja ngga beres2...

cocky said...

:::Kalau mengambil contoh dari kehidupan Nabi Muhammad, pada waktu itu memang sedang banyak perang dan membuat banyak perempuan jadi janda dan hidup miskin, jadi yang dilakukan Nabi itu adalah menolong perempuan-perempuan tersebut.::::


carmelita... yes yes.. i've heard about that too! hahahhaah

:::Cuma sayangnya umatnya aja yang suka asal mengartikan, tdk pake dipikir lagi.:::

:::Poligini di dalam Islam itu, yang sangat jarang diketahui oleh masyarakat, apapun alasannya tetaplah harus seizin istri pertama.:::

itu kan memang ulah laki2 yg berniat menindas perempuan. GAK HERAN JAMAN DOELOE WANITA DILARANG SEKOLAH!!! ini dia alesannya. kebayang gak sih kalo dari dulu2nya smua perempuan udah bisa baca dan ngerti hukum dan seluk beluk hukum agama.

great post, carmelita!!!


my question now... kalo jaman skarang laki2 bisa poligamy, mustinya perempuan juga bisa poligamy.. punya suami sah lebih dari 1 laki2.

justice please

femaleonly said...

menurut gw, yang brengsek tetep si bambang!!

kalo gw pikir dalem2 n jauh2, gw bisa ngerti posisi mayang, lah.... even dia ga cinta bambang dia butuh duitnya bambang... selain duit nya.. yang enak dari laki laki apa lagi coba?! kalo yang penting dari laki laki mah cuma spermanya, nah yang enak adalah duitnya...! bravo mayang bisa dapet dua2 nya!

tapi gw juga simpati sedalem dalemnya sama Halimah.

Wanita emang harus punya sikap!

seharusnya bambang di tuntut dengan kasus perzinahan!
udah gitu ditinggalin dua duanya, setelah hartanya di abisin!

tingalin aja tuh bambang sendiri sampe kumisnya rontok!!!

dasar laki laki brengsek!!!
sumber utama, permasalahan di dunia ini!!!


buat cocky...
serius lo mau punya suami lebih dari 1? pikir lagi deh...
satu aja bisa bikin lo muak muak ampe muntah
muntah...!

kalo gw mah... satu suami aja berat apalagi mo 2... ih amit amit!!!

mending punya budak 2 atau lebih deh.. boleh lah kelaminnya laki.. buat nyopirin, ngurus halaman, ngebersihin saluran aer, ngebenerin genteng, nakut2in laki laen etc lah...!

laki itu bukan buat dikawinin! tapi di ternakin!


cheers,

lucee said...

note: femaleonly itu gw...

kesalahan teknis nih!

cheers,

cocky said...

lucee, ide elo bagus tuh punya laki2 banyak buat urusan dapur, halaman, dan rumah.. tapi kan lebih irit kalo mereka dikawinin smua biar gak usah digaji hahahhaha jadi memang kewajiban mereka utk kerja tanpa upah!

Anonymous said...

cinta???
...Apakah dilarang mencintai, jatuh cinta, bla bla bla...
Cinta itu sama dengan benci. bla bla bla
Pada kasus Mayang Sari, ia mencintai Bambang Tri yang jelas sudah berkeluarga. bla bla bla...

Cinta???
..tak ubahnya seperti seonggok kotoran manusia yang terinjak di persimpangan jalan...

BT telah berhasil mendapat keinginannya yaitu menelanjangi n meniduri MS...tapi dia telah "membayar" terlalu mahal (menurut gue) dengan mengorbankan hubungan dikeluarganya sendiri.

MS telah bersedia menampung hasrat seksual BT, dan dia menginginkan bayaran berupa pengakuan, perhatian, harta, dll.

itulah cinta...

Anonymous said...

cinta???
...Apakah dilarang mencintai, jatuh cinta, bla bla bla...
Cinta itu sama dengan benci. bla bla bla
Pada kasus Mayang Sari, ia mencintai Bambang Tri yang jelas sudah berkeluarga. bla bla bla...

Cinta???
..tak ubahnya seperti seonggok kotoran manusia yang terinjak di persimpangan jalan...

BT telah berhasil mendapat keinginannya yaitu menelanjangi n meniduri MS...tapi dia telah "membayar" terlalu mahal (menurut gue) dengan mengorbankan hubungan dikeluarganya sendiri.

MS telah bersedia menampung hasrat seksual BT, dan dia menginginkan bayaran berupa pengakuan, perhatian, harta, dll.

itulah cinta...

johnny goodbye said...

note: anonim diatas itu gw...

seonggok kotoran itu nyontek dr film ROB ROY tahun 95 (kevin costner, jessica lange)

bukan kesalahan teknis!

cheers,

Myr said...

it needs two to tango. gue cuma percaya satu hukum: Law of Love. cinta menurut gue adalah pembebasan diri dan unconditional. FREEDOM. silahkan interpretasikan menurut level kesadaran masing2.

bagi gue, pasangan bukan property. kita akan terus bersama tanpa perlu syarat apapun sepanjang masih menemukan keseimbangan hidup berdua. masing2 bebas utk menghentikan perkawinan setiap saat (tidak ada kontrak utk hidup selamanya dlm penjara, bukan?).

tidak ada yg perlu merasa kehilangan jk masing2 berkecukupan di dalam dirinya sendiri, lahir batin. even anak is not an issue. apalagi yg mau dituntut dari orang lain?

relation itu ngga perlu maksa dan dipaksakan. pendekatan hak dan kewajiban itu dimensi KUNO. hukum is outdated (seringkali malah jadi alat manipulasi, bukan?).

masyarakat masa depan ngga perlu terlalu banyak diatur dan mengatur orang lain, semoga. no need to push any other person's limit if we are all the way fulfilled by ourselves.

johnny goodbye said...

nah.. apa iya MS bisa jatuh cinta sama sopirnya yang ganteng, nganter kesana sini setiap hari, perhatian, bahkan jika si sopir juga ga perlu digaji, baik, sopan santun dan baik budi bahasanya...apa mungkin MS mau ditidurin dengan sukarela sama sopirnya? (apalagi kalo tuh sopir udah punya bini!) mungkin aja kalau si MS udah ga punya pilihan lain!

hmmm sebelum pembaca idiot protes kalu ini ga objektif, yah gue kasih tau kalau ini memang berdasar pengalaman dari cowok2 yang berhasil meniduri banyak cewek2 sexy dan cantik n pengalaman subyektif!...Percayalah bahwa cowok seperti BT, sesungguhnya sangat menarik di hadapan cewek...

Kebodohan BT adalah membiarkan MS hamil dan melahirkan anaknya...coba dia rajin pake kondom atau bisa ngebujuk MS buat gugurin kandungan..."harga" yang akan dibayar ga akan terlalu "mahal"

Awalnya mungkin BT udah bener memperlakukan MS seperti sampah/pelacur/sebagai simpanan...tapi kemudian MS telah memainkan perannya lebih baik dibanding BT (sampai/untuk saat ini)

Myr said...

JG, elu tau apa ttg kehidupan mrk berdua (atau bertiga)? ngga ada kerjaan banget ngomentarin kehidupan org lain, judging pula. yg ada sbnrnya adl proyeksi diri elu sdr melalui cermin hidup mereka, bukan begitu bukan? :)

moralitas di sini konteksnya sgt personal.

Myr said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Myr said...

let me rephrase:

keseimbangan kan relatif di sini, mau antara sopir-ratu, profesor-artis, kolega, kl mmg saling jodoh bisa aja terjadi. it happened to princess stephanie of monaco dg mantan supir/ pengawalnya (meski kemudian mrk divorce).

btw sepanjang masing2 MASIH menemukan keseimbangan hidup berdua, it's ok to live in couple. otherwise, ngga usah jd possesive lah, just set each other free. org yg poorly irritated, possesive, aggresive, itu sbnrnya punya masalah dg dirinya sendiri (clear enough).

Myr said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Myr said...

contoh manipulasi (prihatin gue dg perempuan2, para istri sekalian, yg pny pandangan spt ini):

//Kalo suami Anda mau kawin lagi, mendingan cerai aja, dan kuras hartanya di pengadilan! (Alasan yang dapat dipergunakan: Anak, Pengkhianatan, dllsb, minta tolong aja pada pengacara Anda)//

andai suami gue mo kawin lg, gue malah akan mempermudah proses divorce nya antara kita! harta? who cares (makanya jd perempuan independen lahir-batin dong :)

sori merry 2 kali posting and removed, kesalahan teknis :)

johnny goodbye said...

saling pengertian, cinta, keseimbangan, dan sejenisnya itu memang abstrak, relatif, ga terukur, sulit dikuantifikasi, sehingga mudah buat dimanipulasi.

Itulah pointnya..cerminan hidup orang, realitanya emang begitu, cuma sering dibungkus dengan istilah cinta, pemanis, kotak berpita... suka atau tidak suka, bahwa semua orang punya masalah dengan dirinya sendiri...semua manusia punya kelemahan dalam dirinya adalah fakta! ada yang berani dan ada yang takut menghadapinya.

Hal-hal "relatif" semacam itu biasanya ditampilkan dengan pemanis yang biasanya membuat sesuatu kelihatan atau kedengaran lebih bagus daripada yang aslinya/kejadian sebenarnya. BT menginginkan sex dr MS, MS menginginkan sesuatu yang dia rasa sesuai dengan harga isi celana dalam dan bra-nya.

Jadi gesekan/benturan (bukan kerukunan) antara H, BT, MS, bukan lah hasil dari "kebaikan" manusia, sama halnya dengan "benturan" antara laki2 n perempuan...dengan pengungkapan fakta apa adanya dimungkinkanlah hasil yang lebih baik dari gesekan tadi untuk menghasilkan saling pengertian, kompromi, toleransi dll... pointnya lihat dulu faktanya!

marce said...

yah mbak Myr,kalau semua cewek independent ma pinter kaya mbak myr,lucee atau nad..ya ngag akan kejadian lah seperti ini...

johny got his own point kok...faktanya sih mang ujung2nya duit and ngerampas laki org...lah abis..kok dr th 97(gue ketemu mereka berdua di europe lagi asik mesra)..kok beranaknya baru th 2006?

kalau di telusurin...yah..cinta ma harta plus suami org....karmanya lumayan serem kan...(itu kalau yg punay malu ya)...yang bikin kaget,ibu halimah yang super sabar itu sampai meledak...yah kita jadi cewek sedablek2 nya ngerti lah..kenapa dia sampe emosi seperti itu,moga2 dengan kejadian seperti itu..ada hikmahnya deh...
soalnya kalau mo di bahas..ngag ada habisnya juga...

reynald said...

hidup bambang...
hidup halimah...
hidup mayangs...

hidup jd lebih bermakna,
ada sinetron dr real story,
asyik-kan :P

moga2 ada dramatic ending!

Anonymous said...

>it needs two to tango. gue cuma percaya satu hukum: Law of Love. cinta menurut gue adalah pembebasan diri dan unconditional. FREEDOM. silahkan interpretasikan menurut level kesadaran masing2.

Weleh2, salute! Dalem buanged!

>bagi gue, pasangan bukan property. kita akan terus bersama tanpa perlu syarat apapun sepanjang masih menemukan keseimbangan hidup berdua. masing2 bebas utk menghentikan perkawinan setiap saat (tidak ada kontrak utk hidup selamanya dlm penjara, bukan?).

Justru itulah pandangan ngawur yg bahkan di-encouraged oleh agama, negara, “moralitas”, society : dari 1000 pasangan mungkin 1000-1000 nya saling menganggap pasangan nya sebagai hak milik. Sampai bisa mengatakan bahwa pasangan nya adalah “milik nya yg sah”. manusia bisa “memiliki” manusia lain nya? Itu mah perbudakan & penjajahan, setau saya anti-slavery act sudah lumayan prevalent di negara2 beradab di bumi ini. Dan kalo kita setuju dengan “penjajahan di muka bumi hrs dihapuskan karena kemerdekaan ialah hak segala bangsa(t)” marilah kita membulatkan tekad dan menyatakan kedaulatan sikap menolak untuk berpartisipasi dalam kekangan institusi usang yg bernama perkawinan.

>tidak ada yg perlu merasa kehilangan jk masing2 berkecukupan di dalam dirinya sendiri, lahir batin. even anak is not an issue. apalagi yg mau dituntut dari orang lain? relation itu ngga perlu maksa dan dipaksakan. pendekatan hak dan kewajiban itu dimensi KUNO. hukum is outdated (seringkali malah jadi alat manipulasi, bukan?).

4 thumbs up buat mbak Myr mengenai mutlak harus absent nya coercion factor dalam suatu relation. Marriage is the grave of romance and the genesis of each pair vying each other for the domination over the other pair.

>masyarakat masa depan ngga perlu terlalu banyak diatur dan mengatur orang lain, semoga. no need to push any other person's limit if we are all the way fulfilled by ourselves.

Mademoiselle Myr! the odds against us are tremendous! Traditions, religions, warped thoughts, the ignorant hypocrites, the fanaticus lunaticus and even the state which is supposed to sustain the freedom of its citizens; the freedom from fear and from discrimination, freedom of expression and of movement...... but don’t despair milady.......

Remember remember the 5th of November.....the gun powder incidence........
Remember Guy Fawkes.....they can kill him and kill him they did......but they can’t kill his legacies, his ideas.....ideas don’t bleed.......they don’t feel pain..... ( tears of righteous wrath rolling down )

( look up to the clear night sky, clears throat ).........The only verdict is vengeance; a vendetta (silence sets in)....and now....for all the world to hear....... Down with slavery!!!! Durch Eisen Und Blut!!!! With steel and blood! (Okay, perhaps with lots of explosives too). come now my fair lady, let us commence our rightful and righteous struggles for the deliverance of these shackles that bound us like cattles, Vive La Liberte!!!! Vive La Revolution!!!!! Say yes to romance!!!! Say never to marriage!!!!! Say die to marriage and its proponents!!!! Say rot in hell to marriage and its proponents!!!! Deus Volt!!! God Wills It!!!!

Huff....hufff....(panting)...so relieved to get those out my chest....huff...hufff...
......lho koq?....walah....diliatin orang....jadi malu nih, he he he.... (ngeloyor pergi sambil nyengir kuda)......

Carmelita B said...

Myr said...

contoh manipulasi (prihatin gue dg perempuan2, para istri sekalian, yg pny pandangan spt ini):

//Kalo suami Anda mau kawin lagi, mendingan cerai aja, dan kuras hartanya di pengadilan! (Alasan yang dapat dipergunakan: Anak, Pengkhianatan, dllsb, minta tolong aja pada pengacara Anda)//

andai suami gue mo kawin lg, gue malah akan mempermudah proses divorce nya antara kita! harta? who cares (makanya jd perempuan independen lahir-batin dong :)


---Hey Ma'am, what's WRONG with you??

Prihatin sama gw?

Gw malah prihatin sama elo!

Bukannya soal hartanya, tapi soal membuat your gonna-be-ex-soon husband membayar untuk kesalahan yang dia lakukan. Lagipula harta itu, meskipun sepertinya Anda tidak perduli, memang akan menjadi hak anak2 Anda kok. Bukan untuk Anda, tapi supaya anak2 Anda tidak mengalami kekurangan hanya karena bapaknya meninggalkan keluarganya.

Kasus2 kebanyakan sekarang kan "laki2 meninggalkan si perempuan dengan anak2nya tanpa tanggungjawab sedikitpun" bukan???

NOT EVERYONE IS YOU!!!

Independen lahir batin sih independen lahir batin...

Hari gini gitu loh...

Lagian ini kan sebenernya ngomongin MS dan BT, kok loe jd menyerang dan menganggap gw "memanipulir" sih...Atas dasar apa??

Get a life girl!!!

Carmelita B said...

PS : Sorry ya Mbak Merry, jadi esmosi :P

cocky said...

carmelita... some women dont wanna be bother for too long with their stupid future ex.

bless are those who have the energy to teach those future ex a lesson or two.

bless are those who really know their own battle.

Myr said...

tau maksudnya "get a life" itu, carmelita? asal ngomong. better get a mirror to see yours first, then I'll show u mine.

unless we're handicaped or mentally disturbed, MAX 50:50 shared responsiblitity with our future-ex for the children is still ok. btw in case all goes to our side/ women for whatever the reason, hei why not? it shouldn't be a big deal, too. that's my point. only winners (not poor women/ loosers/ manipulators) can understand this state of liberation. tergantung level anda di mana, sodara2.

// Kasus2 kebanyakan sekarang kan "laki2 meninggalkan si perempuan dengan anak2nya tanpa tanggungjawab sedikitpun" bukan???//

salah siapa haree geeneee banyak perempuan yg masih bodoh -terbelakang-tdk independen, dr awal asal kawin dan punya anak, kalau bukan salahnya sendiri juga? resikonya udah pasti ada harga/ utang hidup yg menagih/ hrs dibayar di depan. kl sp di titik ini pun masih minta pertanggungan penuh ama ex, even buat anak, lantas kapan mau berdayanya? perempuan2 maju tdk lg dipusingkan dg hal ini, u know, krn mrk udh antisipasi dan membebaskan diri dr awal.

gue ngga tertarik utk komentar, analisa, dll ttg BT, MS, H, etc..soriii I know nothing about them, point.

soal menguras harta laki2 utk anak2/ membayar kesalahan laki2/ u name it itu manipulatif. why? perpisahan dlm couple life itu tdk terhindarkan, apapun sebabnya. skrg tinggal penyelesaiannya. keadilan ngga selalu hitam putih. kl gue (dan perempuan2 di level ini) pasti pilih handle sendiri drpd nguras harta ex. et basta!

m @france

Anonymous said...

ADA YG TAU KENAPA WEBSITE INI LOADINGNYA JADI LAMA SETIAP KALI SETELAH ADA POSTING TTG MAYANGSARI-BAMBANG?

Anonymous said...

>soal menguras harta laki2 utk anak2/ membayar kesalahan laki2/ u name it itu manipulatif. why? perpisahan dlm couple life itu tdk terhindarkan, apapun sebabnya. skrg tinggal penyelesaiannya. keadilan ngga selalu hitam putih. kl gue (dan perempuan2 di level ini) pasti pilih handle sendiri drpd nguras harta ex. et basta!

Milady, maaf saya harus katakan bahwa saya lebih setuju kalo para laki2 yg pengin kawin lagi agar dikuras hartanya di pengadilan, kenapa saya setuju :

1) Biar jadi contoh buat laki2 yg sudah kawin supaya JANGAN pada NYEROBOT “JATAH” PARA LAKI2 BUJANG.
2) Biar jadi contoh buat laki2 yg masih pada bujang supaya pada pikir2 pake otak 1000 kali untung-rugi nya sebelum memutuskan untuk "committed" (baca: masuk jebakan Batman). Kalo masih tersirat setitik saja keraguan, you’d be well-advised to call it off, dudes!

“If there’s a doubt, then there is no doubt.” ( No doubt that you are having a doubt ).

jedig jedig said...

bravo buat mba myr,wanita2 super mandiri..european style,,ini dia..

oes to our side/ women for whatever the reason, hei why not? it shouldn't be a big deal, too. that's my point. only winners (not poor women/ loosers/ manipulators) can understand this state of liberation. tergantung level anda di mana, sodara2.(setuju banget....apalagi buat cewek2 indonesia yg menikahi bule2 eropa karena urusan passport...buanyak nihh....ujung2nya ngaco pasti deh....


salah siapa haree geeneee banyak perempuan yg masih bodoh -terbelakang-tdk independen, dr awal asal kawin dan punya anak, kalau bukan salahnya sendiri juga? resikonya udah pasti ada harga/ utang hidup yg menagih/ hrs dibayar di depan. kl sp di titik ini pun masih minta pertanggungan penuh ama ex, even buat anak, lantas kapan mau berdayanya? perempuan2 maju tdk lg dipusingkan dg hal ini, u know, krn mrk udh antisipasi dan membebaskan diri dr awal.

mbak myr....
jangankan yang bodoh...yang pinter aja banyak hidden agenda..yang paling konyol tuh kalau culture schok...(dah banyak ngeliat korban deh...)

cheers..
keep shouting your mind....
free ourself from greed..cos when love and greed mixing around...jadinya ya..whueeeeee...

Myr said...

aha! cewek indo menikahi bule krn urusan paspor itu yg jelas bukan gue :)

gue dtg ke sini, murni usaha sendiri (studi, dpt beasiswa dong sayang).

kenal+dpt jodoh bule mah baru2 aja, ketemu di zona udara international :))

berdasarkan imigration policy, status/ kategori gue di sini ngga tergantung siapa2, apply WN pun memungkinkan krn bisa berguna buat nusa dan bangsa prancis (amiiinn ;) <-- refer to kebijakan imigrasi terbaru sarkozy ttg selective immigration :))

siapa yg tggl di Lyon boleh mampir ke tempat gue, I kept my own apartemen di sini sjk gue single (asyik bukan?).

bayar sendiri dong ah (kecuali pas gue abis dr himalaya tahun lalu, terus sakit/ masuk RS 2 bln dan periode penyembuhannya. cuma itu aja yg dibayarin laki, normal kan). oya, RS pun gratis (1200 euros/ day) krn status gue sbg scholarship student, bukan krn siapa2.

bref, gue dtg ke sini, tinggal di sini, dan akan terus tinggal di sini jk studi lanjutan dan kerjaan gue lancar. no need to rely on my dearest to stay in his country, VIVE LA LIBERTE!

God Bless me.

Myr said...

perkawinan/ kebersamaan tdk hrs mjadikan kita mentally spt kembar dempet, ke mana2 yg satu kudu geret2 yg lain. laki gue kerja di Paris/ abroad, gue di sini dg urusan dan agenda gue sdr.

if it's written in the sky that we would be together ever after, then it will, bgmnpun jalannya. fundamental of our relation adl true love = freedom.

ngga perlu insists, semua malah dtg sendiri w/ less effort if we can let the things go. ini kunci/ paradoksnya.

out of all, only true love can conquer everything ;)

Myr said...

now it's time to reform and stop the game.

the biggest illusion along our history of humanity adl perkawinan/ relationship dg konsep "memiliki" satu sama lain.

relationship should be based on HUMAN FREEDOM & CONSCIOUSNESS, not dictated by society norms nor their manipulated moralities. everybody is free to decide and just listen to his/ her voice within.

yg udah terlanjur terikat/ mengikatkan diri pada seseorang, pikir2 lg. ask to your deepest heart, is it him/ her your true equilibrium life partner?

if you don't know, what a pity :p kl bukan, then what the hell are you doing there??? just move on !!!

kemanusiaan itu adalah, setiap org harus mengasihani dirinya sendiri dulu. zaman mother theresa udh lewat, we're just about to start another new dimesion now.

only poor people aren't able to share life in total freedom. instead, they just ask and rule others upon the name of religion, morality, etc.

I'm so yakin keseimbangan universal itu seperti teori atom, setiap partikel memiliki degree of freedom dan equilibrium (tergantung level energi msg2 <-- read: kesadaran/ consciouss).

kita semua mengacu pd hukum universal, that is human freedom. bukan hukum buatan manusia yang...u know what.

marco said...

yep..gue setuju abis ma statement mba myr...
that a woman supposed to be NOWADAY !!!
THAT S HOW I GET ON WITH MY LIFE EVERYDAY.....

cinta tinggal cinta,,,tapi kalau hidup terbellengu cinta.-terus ujungnya jadi budak cinta???..wheeee...sorry aja deh..NAJIZ BUAT GUE!!
salam kenal mba myr...

marco said...

oh ya..kelupaan...

berdasarkan imigration policy, status/ kategori gue di sini ngga tergantung siapa2, apply WN pun memungkinkan krn bisa berguna buat nusa dan bangsa prancis (amiiinn ;) <-- refer to kebijakan imigrasi terbaru sarkozy ttg selective immigration :))


...andaikata NKRI immigrasi bisa menerapkan refer kebijakan ttg selective immigration buat bule2 tai yang ngag mutu dan ngag qualified..yang bisanya cuman ngeruk KEUNTUNGAN di INDONESIA,,,(biasanya yang kaya gini nih kebanyakan bule2 sampah yang ngga QUALIFIED di negara mereka....

pasti cepet maju deh R.I

Myr said...

salam kenal lg marco, nice to see that we're in the same circle ;)

Myr said...

oya marco, if you are ready our parlement (RI) need a person like u. they just don't know how to make regulation :))

even aktifis perempuan pun pd umumna trll emosional dan basisnya cuma ego perempuan, bukan kesadaran.

gue ada PR di sini/ luar indo, my task is to accomplish my karma here. but believe that we're all one ;)

Anonymous said...

>>oh ya..kelupaan...
berdasarkan imigration policy, status/ kategori gue di sini ngga tergantung siapa2, apply WN pun memungkinkan krn bisa berguna buat nusa dan bangsa prancis (amiiinn ;) <-- refer to kebijakan imigrasi terbaru sarkozy ttg selective immigration :))

>...andaikata NKRI immigrasi bisa menerapkan refer kebijakan ttg selective immigration buat bule2 tai yang ngag mutu dan ngag qualified..yang bisanya cuman ngeruk KEUNTUNGAN di INDONESIA,,,(biasanya yang kaya gini nih kebanyakan bule2 sampah yang ngga QUALIFIED di negara mereka....
pasti cepet maju deh R.I

saya koq ragu ya bung Marco, orang kita juga banyak yg g punya integritas. si preman bule terusir berkuasa lah si preman melayu yg sedikit pun g kalah kadar supreman nya.

dari tata tertib berlalu-lintas, prilaku kebersihan, moralitas aparatur negara seperti para anggota DPR yg hobi studi banding ke luar negri, penggelapan bantuan kemanusiaan, dll --> saya tidak mengatakah kalo di luar negri (Papua Nugini ato Timor Leste juga luar negri, tapi mari kita bandingkan dengan US, Japan, Western Europe) hal2 seperti itu tidak exist, tapi di kita lebih merupakan "the norm rather than the exception" kalo di US, Japan ato Western Europe, begal juga masih ada tapi kalo kita kena dibegal, kita bisa dengan hati tenang ngadu ke pak pulisi, kalo di sini? bung Marco belum pernah dengar jeritan hati rakyat kecil : "kalo sampeyan kehilangan kambing lantas lapor pulisi tar jadi nya sampeyan kehilangan sapi."

citizen of the world said...

I believe in marriage, and I'm NOT a poor/uneducated/unliberated/unemancipated/etc...woman. I have the degree, the accounts, & the stamps in my passport to prove it. I love my husband immensely, & I will fight at all cost to save our marriage should it comes under threat.

The thing is, while it is true that love should be free from coercion, it is also something that one should work on everyday. The real threat for love in marriage is everyday life itself. Banality, monotony, fatigue...All too common for old-married-couples, yet, that's life!!! Especially when there are children involved.
The point is, one can't expect to be always at the height of passion. It's simply too exhausting & time consuming. Passion will subdued, but in marriage one gaines much more than just passion. One receives understanding, friendship, companionship, and a deep satisfaction in knowing that one's life will not pass un-witnessed. If all these are not the definition of love,then what is?
Real love will not discard the person that has been on the journey with you for a flash of madness. Being attracted to a novelty is an infatuation. Making a concious decision not to act on it is love. Trusting ,understanding, conversing, & not taking one's partner for granted is love.
Afterall, falling in love is the easy part. Making that love lasts,that's heroic and that's the real romance.

Nacho Libre said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Nacho Libre said...

>I believe in marriage, and I'm NOT a poor/uneducated/unliberated/unemancipated/etc...woman. I have the degree, the accounts, & the stamps in my passport to prove it. I love my husband immensely, & I will fight at all cost to save our marriage should it comes under threat.

Milady, I am sure that you are each and every little thing you said you are. And in any rate, you are entirely entitled to believe in whatever you wish to as long as your belief-driven actions infringe not other people's lives and entitlements. speaking of fighting at all cost to save your marriage : would that include murder of another human being?

>The thing is, while it is true that love should be free from coercion, it is also something that one should work on everyday. The real threat for love in marriage is everyday life itself. Banality, monotony, fatigue...All too common for old-married-couples, yet, that's life!!! Especially when there are children involved.

Would you care to explain what do you mean by 'working on love'?
Imagining that you love someone/something when you actually don't?

The thing is, the real threat to love (and to just about any mundane things) is...........nothing last forever............NOTHING.

and children! oh yes, if one(s) so much as to have the audacity to bring lives onto this world, then let the burden be on the shoulders of the perpetrator(s) and not on the shoulders of innocent bystanders.

>The point is, one can't expect to be always at the height of passion. It's simply too exhausting & time consuming.

CORRECTION : Cheating and go against your true feelings is exhausting and time consuming, and not to mention, "why the fuck would I wanna do that?!

>Passion will subdued, but in marriage one gaines much more than just passion.

Not just passion, even our very lives will, not only subdues but perish altogether.

>One receives understanding, friendship, companionship, and a deep satisfaction in knowing that one's life will not pass un-witnessed. If all these are not the definition of love,then what is?

Milady, it is YOUR personal notions of "love", mine is : it's about feeling alive, feeling happy & contented, it's about liberation from gloom & despair, it's about being respected......and NO, I do not find anyone telling me how I should live my life as respectful, thank you very much.

>Real love will not discard the person that has been on the journey with you for a flash of madness. Being attracted to a novelty is an infatuation. Making a concious decision not to act on it is love.

If a flash of madness is enough to overpower this whole "real love" thing, then perhaps in the 1st place it was never a "real love" after all.

>Trusting ,understanding, conversing, & not taking one's partner for granted is love.
Afterall, falling in love is the easy part. Making that love lasts,that's heroic and that's the real romance.

*Sigh*...my dear, please spare us your misplaced feelings of superiority.

CORRECTION : Falling in love SEEMS TO BE the easy part. but hey, do not take my word for it, try falling in love with someone/something you do find to be repulsive.

Making love lasts when it's gone or never there in the 1st place AKA making something out of nothing is quite "heroic" indeed in a foolhardy kind of way, but romance? Hardly my dear, hardly, ain’t more than your wishful thinking.

Myr said...

for those who're (poorly) engaged: have you ever encountered a thought enlightens that:

each of you are just a companion of each other UNTIL ONE OF YOU MET/ FOUND HIS/ HER ETERNAL SOULMATE?

a time & history is now turning

>> Real love will not discard the person that has been on the journey with you for a flash of madness.

there's no discarding. rather, it's a real soul liberation and total detachment when we set each other really really free to leave ANYTIME.

>> The point is, one can't expect to be always at the height of passion. It's simply too exhausting & time consuming.

is it the price of love to pay? in old school we used to live in slavery upon the name of love.

see this phrase is a quantum principle, bravo:

~ If a flash of madness is enough to overpower this whole "real love" thing, then perhaps in the 1st place it was never a "real love" after all. ~

I do believe in mariage when it gives freedom on both sides to follow where the destiny brings, and when it's free from any life attachment.

anonimous said...

halo wanita-wanita semakin anda pinter ngomong sebenernya anda2 ini semakin keliatan goblog

Anonymous said...

"halo wanita-wanita semakin anda pinter ngomong sebenernya anda2 ini semakin keliatan goblog"

lebih baik mereka banyak ngomong daripada diam seribu bahasa, manggut-manggut en ngekor pendapat orang lain.
kalau membaca reaksi anda diatas, berarti ibu Kartini goblog dong????
jangan asal posting. keluarin ide anda en berani menerima ide orang lain itu sudah lebih dari cukup.
Sdri Myr, salut dengan pendapat2 anda en keep on posting.
peace!

josh said...

yang diatas itu gw.
salam kenal ;P

Anonymous said...

gw tertarik buka blog ini karna ada berita BT,H,MS yang lagi hot2nya(britanya lho bukan orgnya).tapi stlh gw baca komen2nya tambah lama koq tambah ngawur ya...?kan harusnya kasih komennya tu yang berhub dg 3 org yg lagi laris manis ngisi brita di infotainment tapi koq malah masing2 unjuk diri.yang sok independenlah(kali biar keliatan pinternya),yang sok kemringgislah(emang ni brita masuk CNN ato BBC,dll.kasih komen yang sesuai donk,kalo mo unjuk diri bikin topik sndiri aja bikin org mo muntah aja.

ind said...

bravo..anonymous !! gw jg bingung..yg mau di baca BT,H,MS kog munculnya malah komentar2 arrogant , dan terlalu bermutu utk gossip gossip begini.... gw sih salut ama teori2 dari MYR dkk...but...ngak semua wanita itu beruntung seperti MYR...iya ngak sih? secara teori, semua wanita memimpikan...tp..secara praktek ? fate !!

cheersssss