Tuesday, December 11, 2007

Super Woman Doesn't Need A Superman?*

Obrolan saya dengan seorang teman baik. Maaf demi keselataman jiwanya dan kehormatan martabanya sebagai manusia (apaan sih), namanya saya samarkan saja. Sebut saja namanya Cuplis ya.

Cuplis: “Iya.... saya juga kagum sama Mbak setengah mati karena Mbak keliatan asik dan bisa mengantisipasi Hidup....

Merry: hiks hiks

Cuplis : terus banyak ide yang asik....

Merry: apanya yg bisa dikagumi

Merry: ngga ada

Cuplis: saya suka tipe seperti ini....

Cuplis: saya bisa saja jatuh cinta sama Mbak karena "keperkasaan" atau kelebihan (menurut kacamata saya) tersebut

Cuplis: tapi...

Cuplis: disisi lain

Cuplis: disisi lain saya jauh lebih takut sama cewek2 seperti mbak karena mungkin sudah terbiasa mandiri

Merry: nah itu dia

Merry: kayaknyha rata2 temenku pada begitu anggapannya ke aku

Cuplis: hmmmm

Cuplis: mungkin karena mereka... yang bilang gitu gak bisa seperti mbak....

Cuplis: "nah.... itu dia!!!!!!"

Cuplis: setiap laki-laki yang liat Mbak mungkin rasanya akan merasa "kalah" karena dominasi tsb udah tertangkap dari ide2nya

Merry: kata temenku, harus cowok yg bener2 toleran yg bisa jadi pasanganku

Cuplis: tapi apakah cewek2 seperti embak kalau perlakuan sama cowok kayak gitu??? belum tentu juga ya....

Cuplis: malah saya.... merasa... di sisi lain.... ke"gilaan" mbak yang membuat mereka minder itu... mungkin... ini mungkin lho... adalah hasil dari adanya sesuatu yang tertahan... kalau dari kaca mata freud (upsss) sory... mbak mengalami tekanan dalam hal ini dan penyalurannya di ide2 itu

Merry: ya jadi solusinya buat saya apa ya mas?

Merry: apa saya harus pura2 tak berdaya?

Merry: hehehe

Cuplis: kalau saya sih terus terang suka mbak... karena kegilaan itu.... dan tapi bukan untuk bercinta....

Cape deh!!!!!

*Judul ini diilhami dari blog seorang teman, Sarie. Thanks ya Sar, minjem judulnya. Keren sih. Kita sesama superwoman memang harus saling mendukung bukan? Maksa deh...


10 comments:

Konbanwa said...

Mer, superwoman butuhnya ya superman juga, bukan cowok lemah ngga bisa apa2 seperti kebanyakan cowok yang ada di sekitar kita.
Santai aja, pasti ada superman buat elo kok. Tapi gue liat sih elu enjoy2 aja sama hidup elu. Jadi ya just enjoy it ya Mer. Persetan apa kata dunia. Ya ngga?

admirer said...

Setuju sama Konbanwa. Perempuan hebat untuk lelaki hebat juga. Jadi kalau selama ini lelaki merasa "jiper" sama seseorang perempuan, berarti dia memang tidak layak.
Superwoman just for superman!

Merry Magdalena said...

Thanks guys! I always believe there so many supermen out there who ready to handle me. The problem is, I have no enough time for them. Hahaha! I just enjoy my world, my life, my hybernate time with my lil angel Libby, my dreams, etc etc.

Ntar-ntar aja kali ye kalo sempet.
Now I just missing to hang out with my goodfellas. Asik, Ajeng ngajak NGOLALA besok! Yuk!

Kreshna Iceheart said...

The problem is; does Superman need, or even want, a Superwoman?

Take a look at Larry Ellison, Sir Richard Branson, Nelson Mandela, Sukarno, Stephen Hawking, and Julius Caesar; did they marry a feminist? FUCK NO. In fact, the only figure that is married with one is Bill Clinton, but he's a joke and a douchebag.

Have fun trying to find a "soulmate" --something that we men do not need. In fact, we men never complain about not being able to find "the right one". See, as long as we can get blowjobs without being trapped in a commitment, then it's all fine. Heh heh.

orang yang percaya "soulmate" said...

hi superwoman, kayanya topik ringan bisa jadi berat di bloglo. herannya, ada aja orang yang (menurut gue) ngasih komen terlalu berapi2 :p

kalo pertanyaan yang jadi judul postinganlo ini ditujukan ke gue, gue pasti akan menjawab "yes, superwoman needs superman."

apa yang lo cari dalam hidup? lo itu orang yg seperti apa? sebelum lo bisa jawab pertanyaan itu, kemungkinan lo gak bakal tau apa dan pasangan seperti apa yg lo butuhkan.

Larry Ellison, Sir Richard Branson, Nelson Mandela, Sukarno, Stephen Hawking, Julius Caesar, & Bill Gates menurut gue bukan orang-orang pintar yang sembarangan milih pasangan. Mungkin mereka memang tau apa yg mereka cari.

Julius Caesar jatuh cinta sama Cleopatra juga nggak keseluruhan karena fisiknya kan?

Lo juga cerdas, punya banyak ide, dan lo termasuk superwoman. Tapi Mer, seriously, di tengah kesibukanlo, jangan sampai lengah membaca tanda dari Tuhan. Hihi, mana tau ketemu soulmate kan? ;))

Oiya, jangan pernah bilang lo gak peduli. Percaya deh sama gue, begitu lo ketemu sama orang yang benar2 "click" samalo, lo gak bakal ngomong kalo lo nggak punya waktu untuk dia... :p

Ilma said...

Ya seperti superman need a superwoman.. begitu juga dengan superwoman need superman :)

Btw,kok comment di blogger cuma bisa ngelink blog dari blogger juga, dari blog laen ga bisa yah??!

Wondering Bioinformatician said...

Dalam pergaulan sehari-hari, bisa saja superwoman doesn't need superman. Itu hal yang biasa. Namun dalam politik, ceritanya akan lebih complicated. Seringkali untuk menyalurkan aspirasinya, berbagai kelompok ideologis harus berkompromi. Contoh saja sekarang ini partai agama dan nasionalis bisa berkoalisi. Sewaktu Megawati menjadi presiden, bahkan sewaktu berusaha mencalonkan lagi jadi presiden tahun 2004, tim suksesnya harus susah payah meyakinkan kelompok santri, yang secara tradisional menolak presiden perempuan. Namun bagaimanapun, saya ini pengagum Hillary Clinton lho....Jelas bahwa dia jauh lebih cerdas daripada suaminya. Namun kalo saya perhatikan web kampanye dia di http://www.hillaryclinton.com/, jelas bahwa banyak pria yang menjadi supporter dia, bahkan menjadi anggota tim sukses dia. Superwoman need superman, and vice versa, if they have the same political interest. Namun dalam kehidupan pribadi kasusnya lain lagi.

Bune Laras said...

hehe, seru ya mer, komen-komen di blogmu. Jadi mengingatkan gw soal alasan mengapa gw menikah sama bapaknya Laras. Coz, he is the only man who makes me comfortable. Cinta? gw gak tau tuh definisi cinta. Nyaman? Iya.

mellyana said...

apa emang ada superman dan superwoman. yang ada -menurut aku- regular man dan regular woman. menjadi "super" karena cara pandang saja. dan aku lebih suka dilihat "super" karena hati ketimbang atribut ini itu

idssinfo said...

This will not have effect in reality, that is what I believe.