Thursday, December 13, 2007

Teknologi Selayaknya Bisa Jadi "Malaikat Penyelamat" Kaum Hawa

“Kok, kita ngga nambah pinter apa-apa ya dari acara ini?” Aku melontarkan komentar itu ke karibku sesama perempuan. Ia mengangguk setuju.

Tajuk acara itu “Peran Perempuan dalam Teknologi Informasi”. Sebuah diskusi panel dengan tamu sejumlah perempuan di bidangnya. Ada Shinta “Bubu” Danuwardoyo, Prof. Rosarie Saleh dari FMIPA UI, juga Indrayati Nugroho, pembicara dari yang punya hajat, salah satu vendor komputer ternama.

Awalnya saya dan karib saya berharap acara ini akan cukup greget, menampilkan bagaimana perjuangan perempuan di bidang teknologi. Ternyata yang berlangsung hanya obrolan santai biasa dengan tenggat waktu pendek. Akhirnya saya merasa datang dengan otak kosong dan pulang dengan otak kosong.

Kesuksesan karir yang mereka paparkan standar-standar saja. Barangkali justru lebih banyak perempuan di luar sana yang punya kisah jauh lebih menarik dari mereka. Ditambah lagi definisi kesuksesan itu sangat relatif bagi setiap individu.

Bisa jadi suasana elit di Ballroom Hotel Ritz membuat otak saya beku tak mampu mencerna apa sih sisi positif dari acara ini selain sekadar mencari publisitas. Apakah ingin memotivasi perempuan agar lebih melek teknologi? Ah, yang hadir kan undangan terbatas kalangan menengah ke atas yang sudah pasti sudah paham teknologi. Memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki kondisi perempuan? Ah, justru tak disinggung sama sekali.

Saya pribadi jika ditanya akan berbuat apa dengan teknologi bagi perempuan Indonesia, maka jawaban saya lumayan segambreng. Saya akan mengajarkan setiap perempuan untuk ngeblog, chatting, browsing, aktif di milis, dan sebagainya. Untuk apa? Agar mereka bisa mengekspresikan dirinya. Bisa curhat di blog, saling tukar informasi di milis, menambah wawasan dengan browsing, bahkan kalau perlu menambah income keluarga dengan e-commerce, membuat desain web, mengelola website, dan sebagainya. Dan itu tidak terbatas kepada perempuan karir saja, melainkan juga ibu tumah tangga, pembantu rumah tangga, bahkan yang tinggal di pedesaan. Tentu mengenai kesiapan infrastruktur bukan tanggungjawab kita. Di sini saya bicara soal apa yang bisa diperbuat untuk mengenalkan perempuan pada Teknologi Informasi.

Teknologi Informasi bisa sangat memperbaiki kondisi perempuan Indonesia. Bekerja dari rumah, sehingga perhatian kepada keluarga bisa lebih tercurah. Mengadukan KDRT ke LSM terdekat melalui email. Menelusuri apa yang terjadi dengan sesama perempuan di negara lain melalui surfing di dunia maya. Bahkan perempuan punya kesempatan sama besarnya dengan lelaki untuk menjadi pakar TI hanya dengan belajar melalui Internet. Dan sebagainya.

Maaf, apakah saya bermimpi terlalu muluk?

6 comments:

Ilma said...

Bermimpi untuk kemajuan itu cita2 yang mulia :).

M Fahmi Aulia said...

*siap2 buka tempat trening khusus kaum hawa*

Wondering Bioinformatician said...

Ini programnya Mikocok kan? Bluech...dasar mikocok geblek....Mentang-mentang punya duit banyak...lalu seenaknya dibuang. Namun gua seneng banget mereka mengadakan acara ini. Kenapa senang? Karena membuktikan bahwa hipotesa saya benar, yaitu mikocok sudah menjadi perusahaan yang dekaden dan bapuk :=). Mereka gagal mengantisipasi perkembangan jaman :=). Sekali lagi gua senang mengetahui fakta dekadensi si mikocok ini. Siap-siap saja mereka digilas Apple dan Linux. Jika saingannya mikocok berhasil membuat program pro wanita seperti yang Merry paparkan, maka mikocok akan hancur. Saya sudah siap untuk meninggalkan apa saja yang berbau mikocok.....kapan saja jika itu diperlukan. Pake Apple sama Linux buat saya sama saja dengan pake mikocok. Mereka lebih baik malah, karena bebas virus dan spyware yang reseh...:=)

aura-azzura said...

wanita kan memang pasar potensial.. jadi terlepas memang niatnya mulia atau hanya sekadar membawa isu yg lagi laku di pasar. lebih baik memang dlm bentuk kerja nyata ketimbang seminar doang :D

mellyana said...

sepakat dg aura azzura, tidak salah untuk mimpi, tapi berlebihan klo mengharapkan itu lewat si pembuat program tadi itu.

site said...

Quite worthwhile data, thanks for your post.