Friday, January 06, 2006

I-N-T-E-R-M-E-Z-Z-O P-E-N-U-L-I-S

Waduh, ngga disangka ya entry-entry blog saya mendapat komentar rame. Herannya, entry yang disambut dengan komentar seru adalah yang memojokan lelaki. Sedangkan entry yang "bersahabat" dengan lelaki malah cenderung sepi komentar.

Ini mengingatkan saya pada mitos jurnalistik yang berbunyi: "bad news is a good news". Jadi apa saya harus menulis hal-hal negatif terus supaya dapat komentar rame? Hihihi. Kata temen sih, "Iya Mer, lu kudu nulis yang ancur-ancuran biar yang baca rame. Sebab kalo nulis yang datar aja, kagak seru."

Pantes ya koran Lampu Merah dan Pos Kota yang kata Ruri "Kalo diperes itu koran yang tersisa cuma darah dan sperma." laku bak kacang goreng. Juga buku esek-esek model Jakarta Undercover-nya Moamar Emka selalu jadi besteller.

Saya jadi bertanya-tanya, apa iya pembaca kita sudah sedemikian parahnya? Hanya mencari kehebohan dan kontroversial belaka? Okay deh, ngga mau pusing soal itu. Saya cuma mau mengklarifikasi berbagai komentar yang masuk di entry-entry blog ini. Thanks berat sudah mau capek-capek berkomentar dan membaca blog saya.

Pertama, blog ini saya buat sekadar mengisi waktu luang di tengah kesibukan saya sebagai jurnalis. Awalnya bukan blog, melainkan kumpulan tulisan di PC rumah. Saya memperlihatkannya pada teman. Katanya bagus dan kenapa ngga dipublikasikan. Jadi ya saya iseng aja bikin blog ini. Eh, keterusan di-update terus.

Kedua, kenapa isinya melulu soal cewek-cowok? Sebab tulisan ini saya buat untuk kompensasi aja. Curhat, curahan kejahatan. Jadi pikiran jahat yang nggak mungkin terealisasi di dunia nyata, saya curahkan ke sini semua. Hehehe.

Ketiga, apa saya benci lelaki? Buat yang kenal saya tentu akan heran. Sebab mayoritas teman saya sejak zaman sekolah dulu adalah lelaki. Saya baru punya teman baik perempuan sejak bekerja saja. Yang saya kritik bukan semua lelaki, melainkan sebagian lelaki yang masuk kategori tidak menyenangkan. Jadi kalau ada lelaki baik yang membaca blog ini ya nggak perlu tersinggung lah. Ibaratnya saya bilang : monyet itu jelek. Kalau anda bukan monyet ya jangan marah. Biar monyetnya yang baca aja yang merasa tersindir. Dan semoga memperbaiki wajahnya dengan operasi plastik. Wakakakak!

Keempat, tidak semua entry saya diangkat dari kisah nyata walau sebagian memang ada. Banyak juga yang cuma fantasi. Yang terakhir, Sexyna Comedia malah cuma olok-olok iseng. Jadi ya nggak usah diambil hati. Anggap saja sebagai hiburan.

Kelima, apa benar tulisan saya mencerminkan siapa saya? Ah belum tentu. Apakah Nawal el Saadawi yang buku-bukunya begitu "kejam" terhadap lelaki adalah pembenci lelaki? Tidak. Dia punya suami yang sangat mencintainya. Apa iya Agatha Christie adalah detektif karena semua bukunya adalah buku detektif? Tidak juga kan?

Keenam, apakah saya menyiksa diri? Kan sudah dibilang, blog ini hanya pengisi waktu senggang. Masak mengisi waktu sengang dengan menyiksa diri? Duh, saya bukan penganut sado masokis deh. Menulis adalah salah satu hobi saya selain membaca, makan, nonton, denger musik, dan jalan-jalan. Yang saya masukan kategori menyiksa diri adalah bengong tanpa berbuat apapun. Hehehe. Sebab saya memang orangnya ngga bisa diam.

Ketujuh, tulisan ini semuanya subyektif? Ya namanya juga blog. Apa bedanya dengan buku harian? Masak harus wawancara sama para pakar untuk nulis blog? Saya jurnalis, jadi sudah bosan wawancara melulu sama menteri, pakar IT, pakar sains, orang LSM, pakar politik dan banyak lagi. Biarlah di blog ini saya bebas mencurahkan semua unek-unek baik yang positif maupun negatif. Kalau mau baca tulisan saya yang obyektif, beli saja harian Sinar Harapan. Di halaman Iptek, Lingkungan dan IT ada tulisan saya yang sangat jauh dari subyektif. Atau klik saja panel "My Features" di bagian "link" blog ini. Itu ada kumpulan tulisan saya di media massa.


Nah, temans semua, sudah jelas kan? Silakan lanjut membaca dan berkomentar. Tanpa perlu menuduh saya penyiksa diri, pembenci lelaki, dan macem-macem yang aneh. Saya masih normal. Mana mungkin saya membenci lelaki kalau faktanya saya masih nge-fans sama Eminem dan Bono U2???
Ciao!

13 comments:

onanymous said...

abisnya komen yg mbela lelaki di hapus sih!
gwe fans berat u2 jg bu.

Sinceyen said...

:-)

Anonymous said...

http://www.femdomart.net/gallery.htm

ref buat pembenci lelaki

alay said...

hueheuhe.. bener.. santai aja.. klo saya baca blog ini buat nambah wawasan aja tentang apa yang dipikiran seorang wanita terhadap pria.

Surya said...

Gue baca Perempuan di Titik Nol nya Nawal el Saadawi, udah lama banget. Waktu gue masih SMP sekitar thn 87-88. Buku yang menurut gue, merupakan realitas sosial budaya di sekitar dia, yang ingin dia angkat. Dan memang buku yg dia tulis tidak mengajarkan kebencian, tapi pergulatan batin yang nyata dari perempuan dalam tokohnya.

Tapi Merry gue yakin gak mundur lah cuma karena ada beberapa oposan dadakan di Blog nya. Ada sementara orang tertentu, yang kalau diberikan challenge atau tantangan tertentu, malah termotivasi untuk mengeluarkan potensinya.
Dan menurut gue, Merry adalah tipe orang seperti ini deh kayaknya. Makanya biar ada oposan goblok dan amatiran kayak gue, Merry tetap memberi pandangan yang konsisten terhadap prinsip yg dia anut.

Oposan penting lho, untuk mengembangkan wawasan berpikir yg terus menerus, dan memancing orang lain berpikir dalam perspektif lebih luas.

-:D

@nt said...

Udah lama ndak masuk blog ini.
Tapi gw senang sekarang ada beberapa posting yang "masuk akal"
mungkin blog ini akan masuk lagi ke list bacaan gw.
oh ya.. membaca tak perlu berkomentar kan ?
gw yakin.. banyak yang baca blog elo.

Vendy said...

let it flow :D

Anonymous said...

Go Merry go! Never give up! Nulis terus ya..saya pasti baca terus kok:)

henry ws said...

yeee, mery kok jadi melunak gene seh?

Trinity said...

Salut!

Anonymous said...

merry said : Jadi pikiran jahat yang nggak mungkin terealisasi di dunia nyata, saya curahkan ke sini semua. Hehehe.

wah sama!
tempat kita mencurahkan pikiran jahat kita sama! di sini! di blog elo... hehehe
thanks yah mer gw boleh numpang!!



cheers,
just_lucee@yahoo.com

ibunyaima said...

Komentar lagi ya, Mbakyu... mumpung sempat... ;)

Quote 1:
"Kedua, kenapa isinya melulu soal cewek-cowok? Sebab tulisan ini saya buat untuk kompensasi aja. Curhat, curahan kejahatan. Jadi pikiran jahat yang nggak mungkin terealisasi di dunia nyata, saya curahkan ke sini semua. Hehehe."

Quote 2:
"Kelima, apa benar tulisan saya mencerminkan siapa saya? Ah belum tentu. Apakah Nawal el Saadawi yang buku-bukunya begitu "kejam" terhadap lelaki adalah pembenci lelaki? Tidak."

Komentar:
Your blog really shows who you are, but in a different way than you thought... ;)

Mungkin Anda bukan pembenci lelaki seperti yang dituduhkan (quote 2). Tapi.. Anda punya pikiran2 tertentu yg tidak bisa dilakukan di dunia nyata toh (quote 1)?

Artinya.. in a way, blog ini merepresentasikan diri Anda, walaupun tidak segamblang yang dimaki-makikan orang pada Anda... ;)

*it would be interesting to discuss WHY that thought comes into your mind.. ;) There are a lot of possibilities, other that hate... ;)*

writerly_soul said...

Yg paling penting sih, WHETHER OR NOT YOU GIVE VALID ARGUMENTS. I don't care whether you hate men or admire them, or whether you despise penis or worship it. Who does, anyway? It's all about what you write and how you write it. Even if you're an angel but cannot argue well, your writings will feel like hell to me.. =)