Wednesday, March 29, 2006

Love is a Weird Thing


"Kadang-kadang kado valentine terindah tidak datang dengan bungkusan yang indah juga."

Ini memang bukan momen valentine. Jauh bahkan. Hanya mendadak saja teringat pada satu episode film serial televisi.
Dikisahkan Helga yang mencintai Arnold mati-matian ingin mengungkapkan cintanya yang lama terpendam. Pada hari valentine, ia menyamar sebagai sahabat pena Arnold dari Perancis. Tapi pada hari yang sama Arnold punya janji kencan dengan Ruth, cewek yang ditaksirnya.
Akhirnya Arnold menyusun rencana mengencani keduanya sekaligus di cafe yang berseberangan. Arnold harus mondar-mandir untuk menemani keduanya. Yang lucu, ternyata Helga yang di keseharian bersikap cuek jadi lebih berani terhadap Arnold karena ia menyamar sebagai orang lain. Pembicaraan mereka juga sangat nyambung. Kebalikan dari Ruth yang ternyata sama sekali tidak menarik untuk diajak ngobrol.

Helga adalah salah satu karakter dalam film kartun Arnold di Nickolodeon. Dia anak perempuan yang tomboy, selalu ingin jadi jagoan. Tidak cantik, karena memang ia tidak berusaha menjadi cantik. Arnold bahkan tidak memandangnya sebelah mata. Karena di keseharian Helga menutupi feelingnya terhadap Arnold dengan cara bersikap memusuhinya.

Faktanya, saat Helga menyamar jadi orang lain, keduanya saling cocok. Hmmm..another fact that LOVE is asomething really WEIRD!!! jadi, jangan salahkan saya kalau belum bisa mengerti apa itu LOVE sesungguhnya.

Wednesday, March 22, 2006

Banyak Anak Banyak Bencana

Pernahkah anda bertemu dengan keluarga pengemis? Pasti pernah, walau tidak mengenal. Sesekali mereka menyapa anda dengan tangan t6eracung meminta uang. Yang mengesalkan kalau kita sedang asik belanja di pasar atau menunggu bus, ada yang menoel-noel, lalu menyodorkan tangan dekil lagi bau ke muka kita. Dia memamerkan bayinya di gendongan.
Kalau diberi uang, tak lama anak-anak dekil menyusul meminta juga. Bergantian. Bersusulan. Mirip antrean beras murah.

Keluarga pengemis memang belum tentu keluarga kandung. Kadang tidak semuanya mengemis. Ada yang bapaknya preman, ibunya jualan di pasar, lantas anaknya disuruh mengemis. Tapi pernah suatu kali di emperan Sarinah saya tidak sengaja menguping pembicaraan sesama pengemis. Ternyata keduanya suami istri. Si istri sedang menanyakan dimana empat anak mereka. Sang suami menjawab, "Lagi ngemis di sebrang, yang dua lagi ngamen." Pasangan ini lalu berpisah, bagi lahan mengemis. Luar biasa.

Saya jadi ingat pepatah “banyak anak banyak rejeki”. Apa yang dimaksud adalah sepak terjang keluarga pengemis tadi? Jadi ingat juga dengan eks tetangga saya yang anaknya 12. Yang terbesar sudah menikah tanpa lulus SMA. Yang usia tanggung hobi tawuran dan jadi preman. Yang kecil-kecil jadi tukang ojek payung dan hobi nyuri jemuran. Saya pernah tanya ke sang ibu, “Ngelahirin mulu ngga capek?” Jawabnya: “Cape sih mbak, cuma ngga boleh KB sama suami saya.”

Semua kisah tadi saya bawa ke perdebatan dengan seorang teman. Menurut saya, orang yang banyak anak itu sangat sangat egois.
“Kalo kaya sih ngga apa-apa,” kata teman.
“Ngga, walau kaya raya, tetep aja egois kalo mereka punya banyak anak. Namanya maruk, serakah. Ngerebut jatah hidup orang. Ngerebut lapangan kerja dan rejeki orang,” debatku.


Saya jadi ingat lagi dengan kisah bapak yang pernah menikah 13 kali, anaknya 20 sekian. Sampai dia tak kenal kalau berpapasan dengan anaknya sendiri di jalan. Banyak anak banyak rejeki? Itu mitos yang bikin Indonesia tak kunjung sejahtera. Bikin manusia berebutan lapangan kerja. Bikin ekonomi kacau.

Fakta paling jelas adalah keluarga Cendana. Menumpouk harta bagi anak cucu sampai rakyat sengsara. Dan ini diikuti oleh konglomerat, pejabat, mulai dari yang kelas kakap sampai kelas teri. Aneh ya Indonesia ini. Tidak presiden, konglomerat sampai pengemis dan gelandangan, hobinya menumpuk harta bagi keluarga. Mencetak anak sebanyaknya. Persetan sekitar mau mati kelaparan.

Banyak anak banyak bencana.

Monday, March 20, 2006

Kebiadaban Itu Sungguh Terjadi

Kasus perkosaan massal di Indonesia hanya isu??? Berikut saya copy paste, dokumentasi Harian Bernas. Masih banyak bukti lain yang membantah bahwa tragedi kebiadaban lelaki ini hanya isu belaka.
Kenapa saya mengangkat kembali kasus ini? Sekadar mengingatkan bahwa menjadi perempuan itu sangat riskan. Di Pakistan, Bosnia, Kroasia, Irak, India, dan manapun, bahkan juga di negeri kita sendiri, perempuan selalu jadi tumbal.
Wahai para lelaki, bayangkan saja kalau ibu atau anak atau kakak perempuan anda yang menjadi korban perkosaan dan penyiksaan massal seperti ini. Apakah kalian masih bisa tersenyum sambil berkomentar, "Ah, hanya isu."


Perkosaan Masih Terjadi
* Di Jakarta, Terakhir 20 Juni dan 2 Juli 1998
Bernas - Kamis, 09 Juli 1998

Yogya, Bernas Pemerkosaan terhadap perempuan keturunan Cina tidak hanya terjadi bersamaan dengan kerusuhan 13-14 Mei di Jakarta, melainkan terus berlanjut pada masa-masa berikutnya. Kasus terakhir dengan pola sama, tercatat terjadi pada 20 Juni dan 2 Juli 1998.

Selain itu, tampak pula upaya-upaya untuk membungkam, meneror, bahkan menghilangkan korban-korban perkosaan itu, agar tidak memberi kesaksian kepada publik. Salah satu korban, bahkan sempat dicatat identitasnya dan diintimidasi agar tidak buka mulut.

Fakta ini dikemukakan Koordinator Tim Relawan untuk Kemanusiaan, Romo Sandyawan Sumardi SJ, yang lebih dikenal dengan panggilan Romo Sandy, dalam perbincangan terbatas di Universitas Sanata Dharma, Rabu (8/7). Kepadanya pula, para korban meminta pendam pingan, untuk meringankan beban jiwanya atas musibah itu.

"Tanggal 2 Juli lalu sekitar pukul 13.00 siang, di Sunter Hijau, ada seorang gadis mahasiswa Untar, dari suku Tionghoa diperkosa di tempat kosnya oleh serombongan lelaki berbadan tegap. Waktu itu ia sedang istirahat siang sendirian. Tapi ia berusaha berontak, dan bisa melepaskan diri," kata Romo Sandy.

Karena melawan, kawanan lelaki itu menganiayanya. Ia jatuh dari ranjang, dan perutnya disodok dengan linggis. Akhirnya linggis disodokkan kembali, sehingga rahimnya cedera. "Kabar terakhir yang kami dapat, ia mengalami operasi kedua untuk mengangkat rahimnya," papar Romo Sandy.

"Kita tak tahu siapa dan bagaimana pelakunya, tetapi cara perkosaan itu dilakukan mirip sekali dengan kesaksian korban perkosaan tanggal 13-14 Mei di Jakarta. Begitu brutal," ujarnya.

"Yang saudara baca banyak yang keluar dari internet duluan. Sebab banyak korban yang sudah dievakuasi ke luar negeri. Ada di Hongkong, Singapura, Eropa, Australia, Amerika. Mereka tersebar di mana-mana," tambah Romo Sandy.

Selasa lalu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menegas- kan, pihaknya yakin telah terjadi perkosaan secara masal, sistematis, biadab dan keji terhadap para wanita keturunan Cina di tengah kerusuhan 13-15 Mei di Jakarta. Karena itu Komnas HAM mendesak aparat keamanan mengusut tuntas dan menindak tegas para pelaku dan dalang peristiwa itu, (Bernas, 8/7).

Romo Sandy pun menyerukan, pemerintah dan pihak keamanan untuk tidak menganggap sepi kasus perkosaan masal, kebanyakan menimpa perempuan Cina itu.

Romo Sandy juga mengutarakan, pihaknya melihat ada upaya-upaya paksa dari pihak tertentu untuk menghentikan publikasi menyangkut persoalan ini. Ia mensinyalir upaya paksa dilakukan sebuah kelompok yang bekerja secara sistematis persis seperti yang terjadi dalam tragedi 13-14 Mei lalu.

"Selain ada usaha nyata untuk menghentikan munculnya berita-berita ini, ada juga usaha nyata untuk melanjutkan tindakan teror yang amat mengerikan dengan perkosaan ini. Maunya apa!" tegas Romo Sandy.

Maka, lanjut Romo Sandy, sangat bisa dipahami kalau para korban kerusuhan dan perkosaan itu membungkam mulut nya meski sudah banyak orang berseru, bahkan pemerintah pun secara resmi meminta agar pelaku kerusuhan itu diusut. Karena, seruan itu ternyata tak diikuti tindakan apa-apa.

"Tentu para korban ini belajar dari situ, untuk apa mereka bersaksi kalau tak ada tindakan apa pun. Bukan hanya malu secara publik, tapi mereka pun terancam," tutur Romo Sandyawan.

Bahkan, kata dia, tampak seperti ada usaha untuk menghilangkan secara paksa para korban itu. "Terbukti korban yang dilinggis (kasus Sunter Hijau) didatangi orang tertentu berkali-kali di rumah sakit," tandas Romo Sandyawan.

Ia juga menceritakan korban lain yang sempat didampinginya. Gadis keturunan Cina itu, kata Romo Sandy, digagahi tanggal 20 Juni lalu setelah 'diculik' dengan menggunakan taksi sebagai kendaraan.

Gadis yang baru lulus dari London Economic of School ini akan berangkat ke luar negeri untuk bekerja. Tiga hari sebelum pergi, ia sedang ada keperluan di Jalan Sudirman Jakarta. Sekitar pukul 16.00, ia naik taksi Royal City untuk pulang.

"Taksi itu seharusnya langsung masuk tol, tapi ternyata tidak. Ketika ia mencoba protes, mobil dihentikan, lalu dibuka paksa dua orang berbadan tegap yang kemudian turut masuk ke dalam taksi itu dan menyekap korban," ujar Romo Sandy menuturkan kembali kisah korban.

Masih mengutip penuturan korban, Romo Sandy menceritakan, ketiga lelaki -- termasuk sopir taksi -- itu saling bercerita mengenai pengalaman mereka di tengah kerusuhan 13-14 Mei dengan membakar dan memperkosa cewek- cewek amoy.

Malah, kata Romo Sandy mengutip pengakuan korban, satu di antara lelaki itu menceritakan pernah mengiris alat vital seorang korbannya.

"Ini adalah teror yang mendalam. Karena sesudah ia dalam taksi selama dua jam putar-putar, dan selama itu ia disuruh menunduk dengan kedua tangan di belakang. Kalau lelah dan mendongakkan kepala, ia dipukul, sampai sebelas kali pukulan," ujarnya mengutip pengakuan korban.

Wanita itu diturunkan di sebuah kawasan agak di luar pusat keramaian. Di atas rerumputan, ia digagahi secara bergiliran. "Pukul 02.00 dini hari, ia dinaikkan taksi lalu dibawa melaju, dan di suatu tempat diturunkan begitu saja," katanya.

Sebelumnya, kata Romo Sandy, ketika di bawah penguasaan para lelaki itu, seluruh dokumen korban sempat diminta dan dicatat. Bahkan ia diinterogasi dan diancam. "Kalau melapor, maka ia akan dibunuh dan keluarganya dibakar," tutur Sandyawan lagi.

"Menurut korban ini, masih ada dua temannya lagi yang kena musibah dengan modus yang sama, pakai taksi. Bahkan lebih parah, temannya ini mengalami perdarahan. Ketika ia pergi ke ginekolog, dokter itu juga sedang menangani pasien yang mengalami kasus sama," ujar Romo Sandy lagi.

Karena itu, kata Romo Sandy, kalau pemerintah tetap tak responsif atas penanganan persoalan ini, maka pihaknya akan membawanya ke tingkat internasional. Ia menilai kasus kekerasan ini sudah begitu serius, dan ini sangat menghancurkan kredibilitas bangsa Indonesia di mata internasional.

Dari Jakarta dilaporkan, pemerintah membentuk Tim Perlindungan Wanita Terhadap Kekerasan. Untuk saat ini tim tersebut memprioritaskan untuk menanggulangi wanita keturunan Cina yang mengalami kekerasan dan perkosaan pada 13 dan 14 Mei lalu. Tim ini diketuai Menteri Negara Peranan Wanita Tuty Alawiyah. (csm/ff)

Masih kurang? Silakan cari di Google Search. Apa itu hanya isu????

Friday, March 17, 2006

Satu Lagi, Bukti Kebiadaban Lelaki


Satu lagi bukti kebiadaban lelaki. Agaknya semua kaum perempuan memang harus mempersenjatai diri kemanapun mereka pergi. Ini saya dapat dari sebuah milis.

Beberapa hari lalu ketika sedang berbelanja di Tanah Abang saya didekati oleh seseorang yang berbisik-bisik menawarkan "barang istimewa." Ingin tahu, saya mengikutinya ke sebuah kios yang agak jauh dari keramaian.
Di situ ia mengaku mempunyai 3 macam VCD yang katanya laris manis, banyak dicari orang. Saya kemudian diperlihatkannya preview ketiga video itu, sangat singkat, mungkin total hanya sekitar 2-3 menit. Saya menyesal telah tergoda melihat preview itu.

Pada video pertama, terlihat seorang gadis WNI keturunan, berumur sekitar 20 tahun, sedang diperkosa bergantian oleh 5-6 orang pria yang semuanya mengenakan tutup kpala. Lokasi kejadian tampaknya di dalam sebuah gudang penyimpanan barang yang telah porak-poranda.

Ia ditelentangkan di atas meja, pakaiannya tercabik-cabik. Lokasi kedua adalah di ruang keluarga sebuah rumah yang agak mewah. Korbannya adalah seorang wanita berumur 30-an dan seorang gadis yang umurnya sekitar 17 tahun, keduanya keturunan
Cina. Mereka berdua dipegangi dan digagahi bergantian oleh 5-6 orang yang bertutup kepala. Bersandar di dinding, terikat dengan mulut tersumpal adalah seorang pria berumur 40-an dan seorang anak laki sekitar 11-12 tahun.

Rekaman terakhir adalah yang paling buas, mengambil tempat di halaman belakang sebuah rumah. Dua gadis kecil keturunan Cina, masing-masing berseragam SMP dan SD sedang dipermainkan oleh massa yang saya perkirakan berjumlah belasan orang. Gadis yang terkecil malah payudaranya belumtumbuh. Mereka dioper ke sana ke mari sambil disetubuhi bergantian oleh massa yang bersorak sorai dan tertawa riuh rendah. Para pemerkosa tidak mengenakan tutup kepala, hanya mukanya dicorat-coret dengan arang.

Dalam ketiga video, para pelaku dan korban terdengar berbahasa Indonesia. Cameraman juga terdengar memberi aba-aba dan instruksi dalam bahasa Indonesia. Selain memperkosa, para pelaku juga melakukan tindakan-tindakan biadab lain yang sangat merendahkan korban, yang rasanya tidak perlu saya paparkan di sini.

Setelah menyaksikan preview itu, saya menjadi takut dan buru-buru pergi tanpa menanyakan harga lagi. Saya memang bukan malaikat, saya punya beberapa VCD porno. Tapi yang biadab seperti ini, terus terang saya tidak tertarik. Lagipula aksi pemerkosaan massal di Jakarta melibatkan politik tingkat tinggi, saya tidak mau terseret-seret di dalamnya. Punya VCD rekamannya bisa-bisa kita dituduh sebagai salah satu pelaku pemerkosaan.


BE Carefull if u r a woman or a girl!!!

Tuesday, March 14, 2006

RUU APP + Kebiri = Yes!!!

Tetap, soal gonjang-ganjing RUU Pornoaksi & Pornografi (RUU APP). Beberapa teman protes, kenapa saya tergolong yang pro dengan RUU sialan itu. Awalnya saya memang kontra, tapi capek juga jadi kaum kontra revolusioner. Jadi saya berbalik arah, pro! eh, pro ini ada syaratnya juga lho.
Syarat itu adalah:

1. Bukan cewek aja yang dilarang aneh-aneh dalam RUU itu, namun juga cowok. Cowok dilarang bertindak asusila seperti yang selama ini mereka lakukan terhadap cewek. Dalam hal ini saya setuju banget kalau hukum Islam diberlakukan. Yang mencoleki cewek, jarinya dipotong. Yang ngintip cewek mandi atau berusaha menelaah detail body cewek, matanya dicolok pakai besi panas. Nah, kalau pemerkosa? Jelas kan apanya yang dipotong??? Pikir aja sendiri. Ya, jawabannya adalah penisnya. Kata lainnya adalah dikebiri.
Bicara soal kebiri, saya jadi ingat masalah utama penyebab kemiskinan bangsa ini: kelebihan penduduk. Nah, dengan kebiri maka angka populasi bisa ditekan serendahnya. Para pemerkosa akan jadi pejantan loyo yang difungsikan sebagai kuli saja. Great idea!

2. Orang di balik peneribitan media porno jelas adalah kaum LELAKI sialan. Mereka ini harus dijatuhi hukuman 100 kali lipat lebih berat ketimbang model pornonya. Kan mereka yang membayar, lho. Mustahil ada orang mau bugil tanpa dibayar kecuali orang gila. Hukuman apa ya yang pas buat para bos media porno ini? Kebiri pelan-pelan? Bagus juga kayaknya. Kebiri dengan perlahan, disilet-silet sama persis kayak aksi (kabarnya) Gerwani PKI dulu.

3. Definisi pornoaksi diperluas ke pelaku perzinahan yang berkedok kawin siri atau yang langsung ngaku kumpul kebo. Ini banyak dilakukan selebriti, pejabat, orang kaya, dan semua yang mampu menyogok aparat keamanan sehingga tidak digrebek. Pelaku pornoaksi ini wajib menyantuni fakir miskin seumur hidup dengan kalkulasi biaya yang transparan ke publik. Misalnya: penyanyi dangdut anu yang punya istri tidak syah telah dijatuhi hukuman pembiayaan fakir miskin Rp.20 juta per bulan bagi 20 keluarga di alamat anu anu, untuk kebutuhan anu-anu dan seterusnya. Jika mangkir dari kewajiban ini maka.....KEBIRI bagi lelakinya dan kerja tanpa digaji bagi perempuannya.

Nah, kayaknya itu aja dulu soal syarat pemberlakuan RUU.

Wednesday, March 08, 2006

Wawancara Imajiner dengan Presiden Repoblek Endonesah alias Saya Sendiri

Setelah melalui perjalanan panjang dan berliku lagi berbatu dan berlubang, akhirnya Merry Magdalena menjadi presiden Repoblek Endonesah. Berikut hasil wawancara Newswek-weks Magazine dengan presiden gila tersebut.

Anda sangat setuju Syariat Islam diterapkan di Repoblek Endonesah (RE), padahal anda bukan muslim. Aneh sekaleeeee geto lhoo. Apa penjelasannya?

Gimana ya, sebenarnya ini memancig pro dan kontra dalam kabinet saya.Tapi melihat kian banyak kasus perkosaan, pelacuran perempuan dan pergigoloan lelaki, pergermoan, perkawinsirian para artis dan pejabat di era lalu, maka sudah saatnya Syariat Islam ditegakkan. Saya mengganti namanya menjadi Syariat Nasional, sebab memang berlaku bagi semua umat beragama. Jadi landasannya bukan agama, melainkan nasionalis. Negara ini sudah terlalu hancur, jadi memerlukan tangan besi untuk memperbaikinya.

Ada satu lagi hukum model baru yang saya terapkan, yakni koruptor bersama dengan germo dan pemerkosa dikumpulkan di lapangan, dijermur selama mungkin sampai sekarat. Semua orang bebas menimpukinya dengan batu. Ini hukum rajam ya kalau di Islam? Setuju banget sama hukuman ini. Tapi ini tidak berlaku pada pelacur. No no no. Hanya pemakai jasa pelacur dan germonya saja lah yang harus dihukum.

Kok begitu?

Ya sebab pelacur itu tanpa dihukum sudah dapat hukuman sendiri, berupa aneka penyakit kelamin dan disisihkan oleh keluarga dan masyarakat. Mereka harus direhabilitasi, bukan dihukum. Justru pemakai jasa pelacur lah yang harus dihukum berat.

Berkaitan dengan UU Pornoasi dan Pornografi, apa anda tidak takut dituding melanggar HAM karena melarang kebebasan berpakaian induvidu? Bagaimana dengan penerapan jam malam?

Lho, saya tidak melarang kebebasan berpakaian. Mau bugil, silakan saja asal jangan di tempat umum. Ada kamar, toilet dan ruang tertutup lain dimana setiap orang bebas telanjang, pakai bikini atau sarungan saja.Kalau penerapan jam malam kan hanya perpanjangan dari Perda Pelacuran yang diciptakan lebih dulu, dimana tidak boleh keluyuran malam-malam nanti disangka pelacur.
Untuk adilnya ya sekalian saja saya buat aturan baik lelaki maupun perempuan ngga boleh kelayapan di atas jam 12 malam. Bukan cuma pelacuran dan perzinahan yang bisa dicegah, tapi juga perampokan, permalingan, perkosaan, pencurian dan banyak lagi. Efektif kan?
Bedanya, sekarang ada patroli polisi yang keliling kota. Kalau ketahuan ada yang kelayapan malam-malam akan diinterogasi dan jika terbukti bukan maling atau germo atau gigolo atau pelacur, akan diantar pulang ke rumah. Asik kan?

Oks deh kaka. Lalu apa jurus jitu anda untuk memerangi kemiskinan rakyat negeri ini?

Yang paling penting adalah penekanan populasi penduduk. Rakyat miskin kan diakibatkan jumlah makanan yang tersedia tidak imbang dengan jumlah mulut yang diberi makan. Jadi kita usahakan agar jumlah mulut itu berkurang.
Caranya? Ya dengan meminimalis kelahiran. Saya punya program KB massal, yaitu memaksa setiap orang untuk ber-KB. Semua air minum di RE akan diberi zat penghancur sperma. Lelaki yang meminumnya akan menjadi mandul. Ini akan dilakukan dalam periode tertentu. Ada badan pemantaunya. Kalau jumlah penduduk sudah imbang dengan lapangan kerja dan suplai makanan, baru KB Massal ini dihentikan.
Seorang staf ahli saya mengusulkan agar hanya sperma berkualitas saja yang boleh membuahi ovum. Tujuannya agar kelak kita melahirkan generasi bermutu, yang cerdas, jujur, bermoral dan kalau bisa ganteng dan cantik lah.


Bagaimana dengan gelandangan, rakyat miskin yang sudah berceceran dimana-mana? Mau diapakan mereka?


Ditangkap, ditampung di sebuah pulau untuk digembleng menjadi manusia berpendidikan. Kalau perlu dicuciotak, ditanamkan keyakinan bahwa miskin itu memalukan, ngemis itu menjijikan. Mereka harus jadi manusia mandiri. Maka kita beri skill yang kelak dapat dipakai untuk modal hidup. Ini juga berlaku pada para pelacur dan gigolo yang sudah terlanjur ada.

Friday, March 03, 2006

Mitos Soulmate: Buang ke Tempat Sampah!

Seorang teman perempuan, usianya sudah kepala 3. Jodoh tak kunjung datang. Sedikit frustasi, ia mencoba ajang chat di Yahoo Messenger agar dapat jodoh. Dua tahun lalu akhirnya dia berkenalan dengan lelaki India. Lebih muda usianya. Sejak itu mereka rajin online untuk bersua via webcam. Jalinan asmara dunia maya pun berlanjut ke arah serius.

"Dia janji mau ke Jakarta bawa ibunya, ngelamar gue." Si teman berkisah ceria. Saat itu sekitar November tahun lalu. Menjelang lebaran. Tapi yang ditunggu tak kunjung datang. Beragam alasan dipaparkan. Susah visa, susah cari kerja dan sebagainya.

Belakangan, si India kian jarang online. Alasannya uangnya habis buat naik haji bersama ibunya. Janji melamar pun kian tersamar. Jadi ingat lagu cengeng zaman doeloe.."janji-janji bulan madu tinggal cerita..." Hahaha!

Sang teman sangat kecewa. Kuhibur dia dengan kalimat panjang menyesakkan ini.
"Pikir dong, buat apa cowok India susah-susah cari jodoh cewek Indonesia? Bisa jadi di negaranya dia nggak laku. Apa dia pikir cewek Indonesia lebih enak dijadiin istri karena dari negara miskin? Lagian lu juga blom pernah ketemua dia. Di chat sih OK, kalo ketemu blom tentu asik. Siapa tau dia psikopat?"
Sang teman pun tersadar.

Temanku itu hanya satu dari ribuan bahkan lebih perempuan Indonesia yang berupaya mendapat pasangan melalui Internet. Ada yang bernasib baik, ada yang mengenaskan. Teman lain justru berkisah tentang kawannya (duh ribetnya istilah temannya kawan, kawannya teman ini, kayak lagu Iwan Fals) yang berkirim email menyedihkan dari Amerika. Sang kawan ini curhat soal betapa perihnya hidup sendiri di AS, dan nyaris mau bunuh diri. Awalnya ia tergoda mencari jodoh cowok bule dengan harapan bisa memperbaiki nasib. Hasilnya??? Mengecewakan!


Saya tidak habis pikir. Apa yang dicari para perempuan ini. Tidak salah mencari pasangan hidup. Itu hak setiap orang. Namun berkorban sedemikian rupa sampai mempertaruhkan nasib? Wah, thanks berat deh kalau saya harus begitu.

Satu hal yang harus dicamkan baik-baik bagi para kaumku tercinta: hidup sudah sangat indah dengan atau tanpa pasangan (baca: lelaki). Untuk apa merusak keindahan itu dengan menyiksa diri. Ingat, mitos tentang soulmate atau belahan jiwa hanya diciptakan para mak comblang dan biro jodoh agar mereka terus mendapat keuntungan dari usaha para jombloer untuk mendapat pasangan.

Jadi, buang saja mitos soal soulmate itu ke tempat sampah terdekat!
Nikmati hidupmu selagi bisa tanpa peduli apakah kau sudah punya soulmate atau belum.

Wednesday, March 01, 2006

In Memoriam....


Saying I love you
Is not the words I want to hear from you
It's not that I want you
Not to say, but if you only knew….


Kalau mendengar lagu More Than Words-nya Extreme itu, bukan cinta yang kupikirkan. Tapi seorang sahabat, tepatnya seorang almarhum sahabat. Entah kenapa, semalam aku bermimpi teman lama yang sudah meninggal lama sekali. Apa hubungannya dengan lirik lagu itu? Oh, almarhum ini mirip sekali dengan Nuno Bettencourt, gitaris Extreme yang duper duper ganteng dan gondrong itu.

Si gondrong nan ganteng ini menyeruak begitu saja dalam mimpi anehku semalam. Dalam mimpi itu rambutnya tidak gondrong lagi, tapi agak botak. Mungkin karena penyakitnya. Sahabat ini memang meninggal karena sakit paru-paru zaman kami masih duduk di bangku kuliah dulu.

Tahu Joey-nya serial komedi Friends di TV? Nah, seperti itulah kira-kira kelakuan almarhum sahabatku ini. Ganteng, lucu , rada-rada bloon. Dia sadar banget kalau dia ganteng dan digilai banyak cewek. Tapi dia kurang PD dengan kegantengannya itu. Malah rambutnya yang panjang sengaja digerai menutupi wajah kalau berpapasan dengan rombongan cewek. Cita-citanya hanya satu, jadi gitaris top kayak Nuno. Dan dia memang pandai memainkan cord-cord lagu metal. Termasuk More Than Words yang romantis itu.

Ada satu hal yang membuatnya tidak PD sama cewek. Hanya aku dan beberapa sahabat dekat saja yang tahu pasti alasannya. Tidak perlu kubeberkan di sini. Yang jelas aku sempat memaksanya ikut lomba Cover Boy di sebuah majalah remaja saat itu. Formulir sudah diisi. Tinggal difoto saja. “Ntar kalo lu menang, hadiahnya separo buat gue ya!” Begitu ancamku belum apa-apa. Sayang, sahabatku ini tak pernah mau difoto.

Bahkan sampai sekarang aku tidak punya fotonya!

Marcel, apa maksudnya kamu datang di mimpiku semalam dengan penampilan aneh begitu? Ingin aku menyambangi makammu? Dan meletakkan seikat bunga di atasnya?

Ya, Marcel adalah salah satu cowok ganteng dan baik hati yang pernah kukenal. Untung juga kami tidak pernah berpacaran. Jadi aku tak perlu patah hati saat ia berpulang…

Tuesday, February 28, 2006

Meneladani Mukhtar Mai


Siapa Mukhtar Mai? Tidak banyak yang tahu memang. Namun kalau mengetahui kisah hidupnya, siapapun pasti akan mengacungkan dua jempol buat perempuan Pakistan ini.
Mukhtar kelahiran 1972 adalah contoh perempuan luar biasa yang harus menjadi teladan sesama kaumnya.

Bayangkan kalau anda menjadi seorang Mukhtar. Didakwa harus menjalani hukuman atas kesalahan yang dilakukan adiknya. Tidak tanggung-tanggung, hukuman biadab itu berupa perkosaan yang dilakukan empat orang lelaki sekaligus sambil ditontoni lelaki lainnya.

Di desa Meerlawa daerah Punjab, Pakistan, satu-satunya solusi bagi perempuan korban perkosaan adalah bunuh diri. Jalan ini dianggap dapat menghapus malu diri sendiri dan aib keluarga. Maka tak banyak korban perkosaan yang berani melapor ke polisi. Selain akan mendapat malu, korban juga tidak mendapat dukungan apapun dari keluarga atau warga desa.

Tapi itu tak berlaku bagi Mukhtar Mai. Perkosaan yang terjadi pada tahun 2002 itu dilaporkan ke pihak berwajib. Sempat mendapat kecaman dari warga desa, namun ia tak gentar. Karena tak mendapat kepastian hukum, Mukhtar mengungkap kasusnya ke sejumlah aktivis perempuan sampai tingkat global. Mukhtar dimaki sebagai perempuan pembawa cemar nama bangsa.

Perjuangannya tak berhenti sampai di situ. Mukhtar terus maju sampai ke taraf internasional. Ia bersaksi semua pengalaman pahit yang dialaminya. Bukan dia seorang. Komisi Hak Azazi Manusia Pakistan mencatat setidaknya ada 151 perempuan Pakistan yang diperkosa beramai-ramai pada tahun 2004 saja. Sebanyak 176 orang bunuh diri karena menanggung malu. Tak satupun pelakuknya diadili. Terbayang betapa beraninya seorang Mukhtar Mai membeberkan semua perilaku biadab kaum lelaki di desanya.

Perjuangan Mukhtar tidak sia-sia. Para pemerkosanya dihukum penjara. Mukhtar sendiri terkenal sebagai pahlawan kaum perempuan Pakistan. Ia mendirikan sekolah khusus perempuan yang tak pernah ada di desanya.

Andai saja perempuan Indonesia seberani Muhktar Mai...

Saturday, February 25, 2006

Apa yang Dicari Perempuan dari Seorang Lelaki?



Suatu pagi di Bandung. Sarapan di sebuah hotel resort daerah Ciembeleuiut (semoga ngga salah nulisnya). Ada yang melontarkan pertanyaan. "Apa yang dicari perempuan dari seorang lelaki?"

Pertanyaan sambil lalu yang tak ditanggapi serius. Lalu saya iseng nyeletuk ke seorang karib. "Apa ya? Ganteng dan hartanya aja? Kayaknya iya deh. Ngga ada hal lain yang gue cari dari seorang lelaki kecuali dua hal itu."

Padahal faktanya jauh-jauh hari sebelum ini, dua hal itu (kegantengan dan kekayaan) tak pernah saya perhatikan. Entah dikutuk oleh setan apa, sejak SMP saya selalu jatuh cinta sama lelaki yang tidak ganteng dan tidak kaya. Suatu kebodohan tiada tara yang disumpahserapahi almarhum ibu saya tercinta. Dan sekarang saya baru sadar bahwa almarhum ibu saya itu betul 100% dan saya salah 100%.

Dulu, saat dunia masih begitu indah di mata saya, saat idealisme masih melekat kuat bagai tai sapi di atas aspal, saya pikir kegantengan dan kekayaan bukan hal penting. Banyak cowok ganteng lagi kaya berseliweran di hidup saya dan tak pernah sekalipun saya pedulikan. Saya justru terpaku pada cowok-cowok "jelek" dan miskin. Saya pikir, cinta sejati tidak memandang materi. Hasilnya, saya berkali-kali mencintai cowok jelek dan miskin. Ternyata itu kesalahan besar dalam hidup.

Kini, saya meratapi kebodohan di masa lalu. Cowok jelek dan miskin memang tidak layak dicintai. "You deserve to making the selection, Mer! You are cute and sweet, smart enought and have a brilliant life and cool perfomance. You deserve to have many handsome, rich and smart guys around you!" Itu kata beberapa karib tentang aku dan selera burukku soal cowok.

So, what we're looking from a man? Kegantengan, kekayaan dan kepintaran? Wah, rasanya saya tidak mencari apapun dari lawan jenis. Saya tidak butuh mereka lagi. Saya hanya butuh ketenangan, kenyamanan, keindahan, kehangatan. Dan itu semua sudah saya dapatkan tanpa kehadiran lawan jenis.

Maybe someday. When?? Nobody know. And I don't wanna know...

Friday, February 17, 2006

Layakkah Lelaki Disebut Manusia?

Peristiwa ini terjadi sudah lama sekali. Sebuah pengalaman yang menambah kuat memori di otak saya bahwa memang setiap lelaki harus diwaspadai.

Masih ingat betul, pagi itu saya naik mikrolet menuju sekolah. Saya masih kelas 2 SMP. Sekitar pukul 6.30, mikrolet dan jalanan lumayan sepi. Dalam mikrolet hanya ada saya, kondektur (zaman itu mikrolet masih pakai kondektur lho), dan seorang anak perempuan SD. Di sebelahnya seorang bapak yang mulai tua. Gemuk, jelek, ubanan.

Saya tidak memperhatiakan kedua penumpang tadi. Sampai akhirnya saya lihat si bapak tua jelek itu menempelkan tubuhnya ke anak perempuan SD yang saya duga masih usia 10 tahun. Tubuh mereka makin menempel. Si bapak tua teesenyum senang. Si anak SD wajahnya panik, merasa tak nyaman.

Awalnya saya kira mereka itu ayah dan anak atau kakek dan cucu. Tapi ketika si bapak tua jelek sialan itu turun, si anak tidak ikut turun. Dia menangis. Saya jadi bingung. Apa dia dicopet?

"Bapak tadi mencet-mencet anu saya mbak...huhuhuhuhuhuuuuuu..." Anak berwajah manis nan innocent itu mengangkat tas ransel yang menutupi pahanya. Ternyata waktu bapak bangsat tadi menempelkan tubuhnya ke anak manis ini, tangannya menyelinap ke balik tas si anak yang dipangku. Dan tangan itu mempermainkan kemaluan si anak!!!

Waktu itu saya masih SMP. Masih naif, bodoh dan polos. Saya hanya bingung saja. sang kondektur yang tahu kejadian itu hanya tertawa. Kondektur itu laki-laki.

Sekian tahun berlalu, saya akhirnya sadar. Alangkah biadabnya bapak tua sialan itu. Anak SD tadi bisa jadi bukan korban pertamanya. Si kondektur juga tidak punya otak. Sudah tahu ada anak kecil ketimpa musibah malah diketawai.

Wahai laki-laki, apakah kalian layak disebut manusia?

Tuesday, February 14, 2006

The Other Side of Me



Hai para komentator semua...Thanks berat sudah mau capek-capek membaca dan mengomentari blog saya ini.

Sekedar mau membagi informasi bahwa saya juga punya blog yang memperlihatkan The Other Side of Me, yakni http://mermagdal-feature.blogspot.com ,sebuah kumpulan tulisan saya yang pernah dipublikasikan di media. Di link bisa diklik pada panel MyFeatures. Ini juga bekum semuanya. Hanya artikel yang saya suka saja yang saya koleksi di sini.

Dengan mebacanya maka kalian akan paham bahwa kesibukan saya bukan hanya mengumpati kelakuan menjijikan para lelaki tak tahu diri. Kesibukan saya sangat padat. Mulai dari serentetan acara jumpa pers, rapat redaksi, mengantar anak ke sekolah, membantu bikin PR, membaca, menulis, belanja ke pasar, memasak, juga merampungkan proyek lainnya. Ditambah saat ini saya punya kerja sampingan yang harus saya selesaikan di rumah.

Beruntung saya terlahir sebagai perempuan, kaum yang memiliki kemampuan multitasking, menjalankan berbagai aktivitas dalam satu waktu. Lelaki tidak punya kemampuan ini. Kalaupun ada sangat lemah. Kasihan!

Sekadar membuka mata kalian yang berpandangan picik bahwa saya "sakit jiwa" dan sejenisnya. Blog Revolusi Seksual ini hanya sedikiiiiiiiit sekali dari sisi hidup saya yang sangat berwarna. Kalau isinya penuh caci maki kepada lelaki, yah memang inilah fasilitas untuk itu. Sebab di dunia nyata saya tak bisa melakukannya. Bukankah dunia maya memang sebuah komunitas dimana kita dapat bebas berekspresi?

Saya tidak pernah menyesali hidup seperti yang dibilang seorang komentator bernama Surya. Masa lalu saya memang tak terlalu baik. Tapi saya sangat mensyukuri semua yang saya dapat saat ini. Kalau dulu tidak berpisah dengan lelaki bodoh yang sempat menjadi suami saya, mungkin saya hanya akan menjadi "babu kaum lelaki" yang notabene istri yang harus tunduk pada suami (huek).

Ada obsesi kecil di sudut benak saya, yakni saya ingin semua perempuan di muka bumi ini menjadi seperti saya. Mampu mandiri, independen di atas kaki sendiri, secara jasmani dan rohani. Tidak perlu menggantungkan hidup pada lelaki. Tidak cengeng. sebab saya kerap enemui banyak cewek yang langsung lemah tak berdaya begitu ditinggal pasangannya.

Solusi dari begitu banyaknya problem yang saya kemukakan di sini? Tidak ada. Solusinya terletak pada si asal muasal pembuat masalah itu, LELAKI. Ini sama rumitnya dengan mencari solusi bagaimana menangkal maling. Kalau malingnya sendiri tidak jera-jera dan tak pernah merasa bersalah, akan sulit dicari solusinya. Jadi ya sebaiknya kita paparkan saja terus semua keburukan tingkah polah kaum lelaki. Agar mereka sadar. Kalau ngga sadar-sadar ya ke laut aja.

Hahaha!
Keep on read, guys!

Like Mother Like Daughter




“Anakmu bukanlah anakmu. Mereka adalah puetra-puteri alam. Mereka seperti anak panah yang kaulepaskan dari busurnya.” –Kahlil Gibran--

Buku harian pertama saya ditulis pada saya duduk di kelas 5 SD, usia 11 tahun. Puteri manisku Libby, sudah punya diary sejak usia 8 tahun. Dalam tempo satu tahun, bukunya sudah berserakan tak keruan, penuh dengan tulisan tangan warna-warni curahan hati. Buku gambarnya nyaris 3 lusin, berisikan komik dan gambar yang berkisah tentang dirinya. Komputer kami di rumah sebagian besar justru didominasi oleh folder Libby. Semuanya adalah cerita karangannya sendiri. Juga opini mengenai acara televisi yang dia suka. Saya sudah harus punya komputer pribadi sendiri agaknya.

Tulisan pertama saya dipublikasikan di majalah Hai, waktu saya kelas 3 SMP, usia 15 tahun. Sebuah cerita bersambung. Libby, pada usianya yang ke-9 mau 10, sudah berkeras ingin mengirim tulisan ke Bobo. “Harus belajar menulis yang bagus dulu, sesuai aturan guru bahasa. Lalu bikin cerita yang menarik,” tegas saya kepada Libby setiap kali ia merengek minta karyanya dikirim ke Bobo.

Buku bacaan pertama saya waktu SD adalah Lima Sekawan-nya Enid Blyton. Libby kini sudah tergila-gila pada karya Morris Gleitzman, yang bahkan saya pun belum sempat tahu. Ia juga melahap majalah Rolling Stones, chiklit koleksi saya, menonton semua kartun Nickoledeon, hapal lagu Peter Pan, suka semua acara MTV kecuali MTV Dangdut. Libby tahu bahwa Green Day lagunya bagus dan berisi protes. Mengidolakan Black Eye Peas. Menurutnya mamanya secantik Madonna (ehem!). Ia sangat ingin seperti Alicia Keys yang cantik dan pandai main piano serta menulis lagu.

Di akhir pekan, tidak ada hiburan yang paling mengasyikan kecuali ke toko buku, cari makanan enak, sesekali nonton film bagus. Kalau sedang bokek kami cukup puas terpaku di depan TV untuk meraup semua video klip MTV atau O Channel. Bosan dengan itu semua, kami akan bergantian memakai komputer untuk mengetik. Tak tik tak tik. Mengetikkan apa saja yang ada di kepala kami. Saya melanjutkan proyek buku, Libby sendiri dengan obsesinya sendiri. Entah apa.

Saya tidak pernah mengajarkan Libby untuk menulis atau menggambar atau mendengar musik. Saya tak pernah mendiktenya bahwa membaca itu bagus, menonton film itu mengasyikan. Tidak pernah. Si Kecil Manisku itu mengalir begitu saja. Mungkin ia melihat selama ini mamanya sangat bahagia berkutat dengan komputer, buku, musik dan film. Maka jadilah ia ikut menekuni bidang-bidang itu.


“Libby mau jadi pelukis yang jago main basket dan nulis buku,” itu selalu jawabnya tiap kali kutanya apa cita-citanya. Sungguh jawaban berbeda dari kebanyakan anak-anak lain yang akan menjawab ingin jadi dokter, insinyur, guru, pengusaha atau presiden. Libby kecilku tidak ingin jadi presiden, dokter, insnyur dan semua jabatan mentereng itu. Cukup jadi pelukis yang hobi basket dan bisa menulis buku. Sebuah cita-cita mulia yang sulit, nak. Tapi mama yakin kau bisa mendapatkannya. Sama seperti mamamu dulu yang memang bercita-cita ingin jadi jurnalis. Sebuah cita-cita yang dilecehkan orangtua dan saudara-saudaraku.

Kini, jurnalis yang dilecehkan keluarganya itu, masih bangga dengan profesinya. Dan ia tidak akan pernah melecehkan apapun cita-cita puterinya.

Monday, February 13, 2006

Lelaki Sumber Penderitaan Bangsa...Tanya Kenapa!

Belasan anak balita di Tangerang, Jawa Barat menderita kurang gizi. Sebagian ada yang busung lapar. Satu balita berasal dari sebuah keluarga beranak empat yang ayahnya pengangguran.

Warga di sejumlah daerah mulai makan nasi aking (nasi bekas) karena tak mampu beli beras murah. Salah satunya adalah keluarga dengan seorang janda dengan enam orang anak.

Seorang perempuan terpaksa menarik becak demi menghidupi enam anak dan satu suaminya yang sakit tak berdaya.

Seorang bapak mengaku pernah menikah 13 kali. Anaknya ada sekitar 20-an, dia tidak ingat betul. Bahkan kalau bertemu anaknya di jalan, dia mengaku tidak mengenalnya.

Semua kisah tadi hanya sebagian kecil fakta yang membuktikan bahwa asal muasal penderitaan negeri ini adalah kaum lelaki. Tanya kenapa.

1. Sudah tahu pengangguran, ekonomi pas-pasan, eh si lelaki yang notabene kepala keluarga kok masih rajin mencetak anak. Semestinya sebagai kepala keluarga, lelaki punya otak logis untuk mempertimbangkan urusan selangkangan. Bagaimana caranya supaya anak tidak terus berlahiran dan hidup susah, akibatnya malah kurang gizi.
2. Ibu yang harus memberi makan anak-anaknya nasi aking adalah korban kebodohan lelaki. Kalau memang dari ekonomi pas-pasan sebaiknya berpikir untuk tidak terus bikin anak sampai enam orang. Giliran si suami mampus, si istri yang jadi korban harus kerja keras menghidupi anak-anaknya.
3. Kisah ibu penarik becak juga sama saja. Korban ketololan lelaki yang hanya memikirkan nafsu syahwat saja. Kalau tidak, kok anaknya bisa enam???
4. Kasus bapak ber-anak 20-an, sudah membuktikan bahwa lelaki memang hanya pandai mencetak anak tapi tak becus mengurus dan membiayai.

Jangan salahkan saya kalau mengatakan bahwa semua penderitaan bangsa kita berasal mula dari para kepala keluarga yang tak becus memanajemen keluarganya. Memang sudah saatnya lelaki menjadi penjaga dapur saja, melayani istri dan anak. Biarlah perempuan yang mencari nafkah, memanajemen keluarga.

Tanya kenapa.
Sebab perempuan tidak akan membiarkan anak-anaknya menderita hanya demi kepuasan syahwat. Ia akan membatasi jumlah anak, sebab tahu pasti sangat sulit mengurus apalagi membiayai anak.

Dengan jumlah anak lebih dari tiga, ekonomi pas-pasan, kurang gizi, tidak sekolah, bahkan makan nasi bekas, apakah bangsa kita bisa membaik? Dan yang berekonomi mampu, eh malah kawin 13 kali.

Duh lelaki ini memang sumber malapetaka negeri! Thanks God saya tidak dilahirkan sebagai lelaki!

Sunday, February 12, 2006

Release: The Other Blog of Mine


Woro-woro...
tidak mau kalah dengan Angelina Sondakh yang mengadakan acara launching blog, saya juga ah. Cuma launching blog-nya secara online saja di sini.
Blog saya yang baru ini, http://magnolia-novel.blogspot.com ,sebenarnya hanya dokumentasi novel saya yang belum selesai, Magnolia Mencari Tuhan.
Blog saya yang lain yang juga berisi novel lumayan juga yang terbengkalai. Maka untuk menghilangkan kesan terbengkalai itu, novel saya posting per sub bab.

Magnbolia Mencari Tuhan saya tulis sekitar tiga tahun lalu. Berkisah tentang Magnolia, perempuan yang berupaya mengubah takdir hidupnya. Ada kisah flashback ke era 1990-an dimana Magnolia masih siswi SMA. Judul sub bab-nya sengaja saya adopsi dari judul-judul lagu rock 90-an yang lumayan saya gilai.

Hati-hati, novel ini sangat musikal. Bagi yang hobi dengan musik rock era 90-an, akan sangat nyambung deh.

Friday, February 10, 2006

Lelaki, Berhentilah Berlaku Seperti Binatang!



Kalau bertemu Tuhan di jalan
tolong kau tanyakah
apakah Adam diciptakan
untuk memperkosa Hawa?
-Rieke Dyah Pitaloka-



Sungguh tidak habis pikir. Kenapa ya lelaki yang kerap mengklaim dirinya adalah manusia nomor satu justru berlaku “tidak punya otak”?
Ini adalah beberapa contoh ke-“tidakpunyaotak”-an mereka itu.

Walau jelek, tidak kaya, jauh dari keren, cowok punya percaya diri begitu tinggi untuk melecehkan perempuan. Setiap hari dalam perjalanan pulang saya terpaksa melewati proyek pembangunan sebuah mall dekat rumah. Kuli-kuli proyek di situ selalu saja menyempatkan diri untuk bersiul, melontarkan godaan nakal, bahkan kadang menyoraki setiap perempuan yang lewat. Alangkah besar rasa percaya diri mereka ini.

Sebaliknya, coba kalau perempuan, tentu akan berpikir jutaan kali untuk menggodai lelaki, kendati lelaki itu gantengnya setengah mampus. Kita balik saja kondisinya, ada ngga sih perempuan jelek, tidak keren yang bekerja sebagai pembantu yang berani menggodai lelaki keren? Tidak kan? Kenapa? Sebab kami kaum Hawa masih punya apa yang namanya harga diri. Bahkan saat perempuan dalam kondisi cantik, kaya dan pintar pun masih merasa gengsi untuk menggodai lelaki. Ini tidak berlaku bagi pekerja seksual tentunya.

Bukti lain bahwa para lelaki tidak punya otak adalah, mereka itu sudah tidak punya harga diri masih tidak punya malu. Mari kita bandingkan, apa sih beda lelaki dan binatang? Nyaris tidak ada. Begitu tergiur oleh sesuatu, maka mahluk ini akan langsung mengejarnya sampai dapat. Terbukti dengan para pelaku perkosaan di muka bumi ini mayoritas adalah lelaki. Begitu tergiru oleh sesuatu yang merangsang, langsung memperkosa. Itu kan ulah para kaum Adam.

Mana ada sih cewek memperkosa cowok? Kalaupun ada kasusnya kecil sekali. Dan yang jelas pasti cowoknya yang suka.

Ditambah lagi dengan aneka fakta, kasus pelecehan seksual dimana-mana selalu dilakukan oleh lelaki. Seorang teman perempuan saya pernah jadi korban lelaki gila yang menumpahkan spermanya di tubuhnya. Kejadiannya di kereta Depok-Kota. Suasana sangat sesak, sampai si teman itu tak sadar apa yang terjadi. Baru disadari ketika turun gerbong, ternyata di bajunya sudah basah bersimbah sperma menjijikan!

Teman lain, penumpang setia Kowanbisata Depok-Pulogadung juga pernah mengalami nasib sial, dipameri barang cowok di tengah kesesakkan penumpang! Oh God, apakah para lelaki memang diciptakan untuk jadi psikopat seks?

Dan satu bukti yang kasat mata adalah, bau pesing yang sangat memualkan di terminal bis. Siapa yang membuat terminal bis jadi bau pesing??? Lelaki yang buang air sembarangan tentunya. Mustahil kan ada perempuan pipis sembarangan di terminal???

Duh, jadi mau muntah saya menulis ini semua.

Wahai para lelaki, berhentilah berlaku seperti binatang!

Tuesday, February 07, 2006

Mengapa Bad Boys Begitu Disuka?


Semalam saya menonton tayangan The Strory of Motley Crue di sebuah TV swasta. Tentu saja kelompok musik rock era 1990-an ini tak bisa lepas dari nama Tommy Lee, sang drummer. Memang sih ganteng, sexy dan terkenal. Tapi mantan suami Pamela Anderson dan Heather Locklear itu tak dapat dikatakan sebagai cowok baik-baik. Tomy yang sekarang berprofesi sebagai DJ sama saja dengan empat anggota band gila itu, liar, urakan, hobi mabuk dan merendahkan martabat perempuan. Bahkan Tommy sempat dibaptis sebagai Most Bad Boys dalam suatu program TV Kanada.

Anehnya, cowok model Tommy Lee ini banyak yang suka. Tidak sedikit teman perempuan saya yang mengatakan tanpa ragu bahwa cowok idolanya adalah yang gondrong, slengean, urakan dan nakal. Cowok tipe rapi, kantoran, alim dan sopan cenderung mendapat acungan jempol terbalik.

Memang ada sebagian cowok berpenampilan urakan yang ternyata berkelakukan manis. Tidak heran kalau yang tipe ini dijadikan idola. Tapi yang model Tommy Lee?? Wah, thanks berat deh. Selain urakan, gila, cowok model Tommy Lee juga berkelakuan minus. Ingat saja kasusnya dengan para mantan istri yang selalu meinginggalkan kenangan buruk. Belum lagi urusannya dengan pihak kepolisian.

Namun jangan salah, selalu ada saja perempuan yang suka dengan tipe ini. “Menantang, hidup jadi penuh warna berurusan sama cowokkayak gitu,” ungkap seorang teman.
Saya pribadi bukan pengagum cowok dari sisi penampilannya, melainkan dari perilaku dan sifatnya. Jadi cowok model Tommy Lee yang minus di penampilan dan kelakukan, sebaiknya stay away aja deh dari saya. Tapi yang bertato, gondrong asal berhati mulia, silakan saja mendekat. Hehehe.

By The Way, saya suka Motley Crue sebatas musiknya saja. Segala kegilaan mereka, indah juga buat dikenang sebagai hiburan.

Thursday, February 02, 2006

HOW TO STAY YOUNG

*Dari blog seorang karib. Sebab saya lagi males mikir dan nulis. Hehehe.*


1. Throw out nonessential numbers. This includes age, weight and height.
Let the doctors worry about them. That is why you pay them.

2. Keep only cheerful friends.
The grouches pull you down. Keep this in mind if you are one of those grouches.

3. Keep learning.
Learn more about the computer, crafts, gardening,
whatever. Never let the brain get idle.
"An idle mind is the devil's workshop."
And the devil's name is Alzheimer's!

4. Enjoy the simple things.

5. Laugh often, long and loud. Laugh until you gasp for breath.
And if you have a friend who makes you laugh, spend lots and lots of time with him/her.

6. The tears happen.
Endure, grieve, and move on. The only person who is with us our entire life, is ourself. LIVE while you are alive.

7. Surround yourself with what you love:
Whether it's family, pets, keepsakes, music, plants, hobbies, whatever.
Your home is your refuge.

8. Cherish your health.
If it is good, preserve it.
If it is unstable, improve it.
If it is beyond what you can improve, get help.

9. Don't take guilt trips.
Take a trip to the mall, even to the next county, to a foreign country, but NOT to where the guilt is.

10. Tell the people you love that you love them, at every opportunity.

Senggigi Biasa Saja



Senggigi itu indah, kata orang dan brosur pariwisata
bagiku kok biasa saja ya?
apa karena aku sudah pernah ke tempat yang jauh lebih indah?
dimana itu?
wah, lupa...ummm..Canes? Paris? Gede Pangrango? Kuta? Pantai Sedona? Apa malah Depok?
mungkin karena ke Senggigi-nya urusan dinas, jadi tempat ini berasa tak indah
mana sama rombongan menteri yang serba formal..hiks!
(padahal menterinya cengengesan mulu lho).

*lagi males serius*

Sunday, January 29, 2006

Jangan "Perek", Cukup "Pelacur" Saja



“Perek” adalah kata makian paling menjatuhkan dan menyakitkan bagi seorang perempuan . Saya (untungnya) belum pernah dimaki dengan kata itu. Justru pernah melakukan makian itu kepada seorang teman yang sudah kelewatan kelakuannya. Kalau dalam bahasa Inggris, mungkin padanan paling pas bagi “perek” adalah “bitch”. Kata teman, ini lebih rendah kelasnya dari pelacur. Kenapa?

“Perek atau bitch melakukan hubungan seks hanya demi kesenangan. Tapi pelacur demi mencari uang,” ungkap teman dari Yogyakarta tadi.

Apa benar making love (ML) demi uang lebih baik ketimbang demi kesenangan? Kata teman lain lagi,”Tidak lah. Kalau cewek ML demi kesenangan maka ia akan selektif. Tapi kalau demi uang, akan mau melakukannya dengan sembarang cowok asal dapat uang.”

Tapi teman lain berkomentar,” Tidak ada yang lebih baik. Namun kalau disuruh memilih, saya lebih respek sama pelacur daripada perek.” Ia berargumen, ML demi kesenangan adalah ciri orang yang rakus, amoral, mencari kesenangan duniawi. Kalau ML demi uang memang juga amoral, hanya motivasinya bisa jauh lebih luhur, yakni demi menghidupi anak, orang tua atau mencari penghidupan lebih layak.

Seorang pelacur bisa bertobat jika kelak ia sudah mendapat uang cukup atau pekerjaan layak sehingga tak perlu lagi jual diri. Banyak kisah dimana “ayam kampus” mencari biaya kuliah dengan jual diri. Setelah lulus dan dapat pekerjaan layak, bisnis jual dirinya stop 100 persen.

Tapi seorang bitch, yang ML demi kesenangan, bisa jadi tidak akan mengenal kata stop. Walau sudah bersuami sekalipun, pencarian “kesenangan” itu akan muncul tiap saat.
Kesimpulannya, kalau berhadapan dengan perempuan yang belum terlalu mengesalkan, jangan maki dia dengan kata “perek”, cukup “pelacur”saja. Sebab pelacur lebih baik sedikit ketimbang perek. Hahaha!